Isi Ramadhan, Pemuda Pantura Lamongan Gelar Diskusi dan Bedah Film

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua IKA PMII Lamongan, Miftah Alamudin mengajak masyarakat industri yang humanis, menyikapi banyaknya industri yang ada di Lamongan. SP/MUHAJIRIN KASRUN
Ketua IKA PMII Lamongan, Miftah Alamudin mengajak masyarakat industri yang humanis, menyikapi banyaknya industri yang ada di Lamongan. SP/MUHAJIRIN KASRUN

i

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Ada saja cara yang dilakukan oleh pemuda di Pantura Lamongan dalam mengisi bulan suci ramadhan, salah satunya dengan menggelar diskusi dan bedah film,  seperti yang dilakukannya di Kedai Kopi Blosoo, Desa Banjarwati Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan, Sabtu malam (24/4/2021).

Diskusi untuk menguji kepekaan lingkungan itu seperti disampaikan oleh Syaifuddin,  kordinator pelaksana bedah film dan diskusi itu, mengambil tema "Lamongan Darurat Agraria dan Bencana", dengan menghadirkan tiga narasumber sekaligus, yakni Miftah Alamudin selaku Ketua IKA PMII Lamongan, Roni Arroniri dari Pemerhati Lingkungan, dan Ainur Rofiq selaku Ketua PC LPBI NU Lamongan.

Disebutkannya, digelarnya diskusi dan bedah film ini, salah satu pertimbangan untuk menggugah kesadaran para pemuda, dan masyarakat dalam menyikapi isu-isu lingkungan secara kritis. "Untuk menambah wawasan, jiwa kritis dan keterlibatan pemuda, mahasiswa, serta masyarakat umum mengenai isu-isu yang berada di sekitar kita, salah satunya isu tentang lingkungan," ujarnya, Minggu (25/4/2021).

Sedangkan film pendek yang dipilih sebagai bahan diskusi ini berjudul Kinipan, film dokumenter produksi Watchdoc, garapan sutradara Dandhy Laksono yang diluncurkan pada 27 Maret 2021 lalu. Film ini menceritakan tentang pandemi, omnibus law, dan lumbung pangan, termasuk potret terjadinya kerusakan hutan dan masyarakat yang tersingkir. 

Nama Kinipan kata Syaifuddin, diambil dari nama desa di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, yang alamnya tergerus karena invasi perkebunan sawit sejak beberapa tahun lalu.

Sementara itu, Roni Arroniri dalam kesempatan itu mengatakan, ada 3 hal cukup berdampak pada perubahan lingkungan, diantaranya karena ulah manusianya sendiri,  industrialisasi, dan kurangnya peran pemerintah.

Lebih jauh Roni menjelaskan, fakta di lapangan keberadaan industrialisasi memang ada di tengah-tengah masyarakat saat ini, mau tidak mau masyarakat harus kritis dalam mengawal proses tersebut agar tidak menimbulkan kerusakan. "Sebagai masyarakat kita jangan diam terhadap munculnya industrialisasi di sekitar kita, kita kawal dan kita juga harus Kritis," ajak Roni menegaskan.

Ia pun menambahkan, konflik komunal seperti di film itu belum ada di kawasan sekitar domisili kita. Agar proses kerusakan tidak terjadi, perlu lebih waspada dan kritis terhadap sekitar. "Industrialisasi dan alih hutan tanpa adanya hitungan yang jelas, maka hasilnya rusak. Padahal tidak ada rumusnya, alam demokrasi yang sehat itu berdiri di atas lingkungan yang rusak," ungkapnya.

Ainur Rofiq, juga menambahkan, pentingnya untuk terus membekali diri dan penguatan SDM masyarakat dalam menjaga lingkungan, serta ancaman yang berpotensi muncul akibat dari rusaknya lingkungan. "Jangan terlalu berharap penuh pada pemerintah saja, kita harus punya ketangguhan diri. Ya, kita terus berkontribusi terhadap lingkungan alam sekitar kita, mulai dari hal-hal kecil dulu, tapi kita lakukan dengan konsisten." tuturnya.

Dalam sesi diskusi selanjutnya, Miftah Alamudin menjelaskan, tentang pentingnya mengkaji dan melakukan advokasi bersama secara riil menggunakan data, agar tidak hanya teori, sehingga output dari gerakannya bisa jelas.

"Kalo melihat sekilas film ini, sebenarnya tidak jauh dari kondisi faktual di wilayah kita. Pembangunan dan perubahan akan terus terjadi. Kalau kita melawan, kita yang tergilas. Maka, jadilah masyarakat industri yang humanis. Lakukan advokasi dengan data, tidak hanya teori," paparnya.

Alamudin juga mengharapkan, akan ada banyak karya-karya jurnalistik yang bisa memberikan informasi kepada publik tentang kondisi nyata yang terjadi di masyarakat melalui forum ini. "Saya berharap nantinya akan muncul banyak karya, tulisan dari diskusi yang kita bangun ini," harapnya. jir

Berita Terbaru

Jumat Berkah, Lukas 4:18–19

Jumat Berkah, Lukas 4:18–19

Senin, 27 Jul 2026 01:49 WIB

Senin, 27 Jul 2026 01:49 WIB

SURABAYAPAGI.com – KASIH Yesus di mata jemaat saat ini dipandang sebagai sumber kekuatan yang nyata, teladan pengampunan yang tanpa syarat, serta dorongan u…

PRABOWO, BICARA HATI PDIP, PKB ACUNGI JEMPOL

PRABOWO, BICARA HATI PDIP, PKB ACUNGI JEMPOL

Senin, 27 Jul 2026 01:46 WIB

Senin, 27 Jul 2026 01:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Presiden Prabowo Subianto berbicara mengenai kondisi koalisi politik di era pemerintahannya, termasuk sikap PDI Perjuangan. P…

Herdman Lega Pahami Taktik Darinya

Herdman Lega Pahami Taktik Darinya

Senin, 27 Jul 2026 01:44 WIB

Senin, 27 Jul 2026 01:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Timnas Indonesia sedang garang di kandang menjelang menjamu Timnas Kamboja di Piala AFF 2026. Skuad Garuda juga tampil produktif. P…

Legenda Timnas Indonesia Optimistik Tim Asuhan Herdman Juara Piala AFF 2026

Legenda Timnas Indonesia Optimistik Tim Asuhan Herdman Juara Piala AFF 2026

Senin, 27 Jul 2026 01:41 WIB

Senin, 27 Jul 2026 01:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Dua legenda Timnas Indonesia, Bambang Pamungkas dan Cristian Gonzales, menyatakan optimisme tinggi terhadap kiprah tim asuhan John …

Shin Tae-yong, tak Siap 100% Hadapi Persebaya

Shin Tae-yong, tak Siap 100% Hadapi Persebaya

Senin, 27 Jul 2026 01:39 WIB

Senin, 27 Jul 2026 01:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta laga Grup Piala Presiden 2026 bakal berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya,…

Piala Presiden 2026, Diikuti Klub dari Brunei dan Singapura

Piala Presiden 2026, Diikuti Klub dari Brunei dan Singapura

Senin, 27 Jul 2026 01:36 WIB

Senin, 27 Jul 2026 01:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Piala Presiden langgeng digelar hingga tahun 2026. Di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/7/2026),…