Surplus Ekspor dan Impor Terminal Petikemas Surabaya di Tahun 2021

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Aktivitas ekspor dan impor di Terminal Petikemas Surabaya pada kwartal I relatif berimbang. SP/ Sem
Aktivitas ekspor dan impor di Terminal Petikemas Surabaya pada kwartal I relatif berimbang. SP/ Sem

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Neraca ekspor dan impor di Terminal Petikemas Surabaya (TPS) selama kwartal I tahun 2021 menunjukan angka yang relatif berimbang.

Corporate Communications PT. Petikemas Surabaya, Retno Utami menjelaskan, sejak bulan Januari hingga April 2021 presentase impor dan ekspor di TPS rata-rata berada diangka 50 persen.

"Kwartal I tahun ini, impor di TPS mecapai 51�n ekspor diangka 49%," kata Retno Utami kepada Surabaya Pagi, Senin (26/04/2021).

Secara presentase jumlah impor di TPS berasal dari Singapura khususnya kapal-kapal transhipment. Transhipment sendiri adalah aktivitas yang berkaitan dengan pergerakan barang dan alat angkut. Mudahnya disebut alih muatan dari kapal yang satu ke kapal lainnya, baik secara langsung (ship-to-ship) maupun melalui tempat penyimpan sementara (temporary storage).

"Kebanyakan kapal transhipment dari Singapura, jadi gak direct call," katanya

Untuk direct call sendiri, rute ekspor dan impor berasal dari wilayah Asia seperti Cina, Taiwan, India serta negeri gajah putih atau Thailand.

Sebelumnya, angka ekspor dan impor di TPS pada tahun 2020 juga relatif berimbang. Data ekpor dan impor di terminal petikemas Surabaya hingga Desember 2020 masing-masing adalah 6,31 teus untuk ekpor dan impor 6,57 teus. 

"Relatif cukup berimbang," singkatnya

Untuk negara yang menjadi tujuan eksport selain Amerika ada pula negara lain di wilayah Asia. Beberapa diantaranya adalah Malaysia, Singapore, Jepang, Filipina, Hong Kong, India dan Thailand.

Sementara untuk negara pengimport sejauh ini masih dipegang oleh negeri tirai bambu, Cina. "Memang Cina menjadi negara yang rutin mengirimkan barang ke Indonesia," aku Retno

Untuk komuditas barang yang dikirim pun beragam. Mulai dari bahan pangan hingga barang-barang yang dipergunakan untuk dunia industri. Sem

Berita Terbaru

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

MAKI: Kebocoran Penerimaan Negara Akibat Tata Kelola Pajak yang Buruk Sudah Masuk Kategori Darurat Nasional            SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Masya…

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

34 Pejabat Bea Cukai dan  40-45 Pejabat Direktorat Jenderal Pajak Dibuang ke Tempat Sepi, dari Wilayah Gemuk Usai OTT KPK       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - …

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK menyita barang bukti berupa uang saat operasi tangkap tangan (OTT) di KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).…

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Penggunaan anggaran pendidikan dalam APBN untuk makan bergizi gratis (MBG) kembali digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kali ini,…

Bulan Syaban

Bulan Syaban

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Bulan Syaban merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah dan termasuk juga bulan mulia yang dimana letak waktunya berada…

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Judul utama harian Surabaya Sore edisi Rabu (4/2) kemarin "PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi". Judul ini terkesan bombastis. Tapi…