Lestarikan Budaya Berkebaya Bagi Anak Muda di Tulungagung

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kirani menggunakan salah satu kebaya miliknya. SP/ TLG
Kirani menggunakan salah satu kebaya miliknya. SP/ TLG

i

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Kirani yan mencintai budaya dalam negeri memutuskan untuk fokus mengembalikan eksistensi kebaya di Tulungagung. Khususnya bagi anak muda yang tak hanya melihat kebaya sekedar busana namun juga sebagai simbol perjuangan dan kewibawaan perempuan.

Baginya, kebaya bukanlah sekadar busana semata. Namun, kebaya itu memiliki makna filosofi. Hal itu menjadi sebuah simbol perjuangan perempuan Indonesia serta mengingatkan kembali mengenai asa dan perilaku bangsa. “Kenapa saya memutuskan untuk melestarikan kebaya karena itu muncul dalam diri saya. Yakni cinta terhadap budaya bangsa,” ungkapnya, Minggu (2/5/2021).

Dalam melestarikan budaya berkebaya di Tulungagung, Kirani selalu menggunakan kebaya dalam keseharianya di mana pun tempatnya. Dari situlah dia mulai menyadarkan kembali makna kebaya dalam kehidupan perempuan. “Jadi setiap kegiatan apa pun atau aktivitas di luar rumah, saya bersama dengan teman-teman berkomitmen untuk menggunakan kebaya. Ini merupakan salah satu cara untuk mengenalkan budaya berkebaya,” tuturnya.

Kini banyak kalangan muda yang sudah melupakan kebaya. Bahkan mereka lebih bangga mengenakan baju yang berasal dari budaya barat ketimbang dengan baju kebaya yang menjadi warisan leluhur bangsa. Tentu ini menjadi sebuah tantangan bagi dirinya dan teman-temanya yang juga ikut melestarikan kebaya di Tulungagung.

“Berkebaya untuk sekarang bukanlah perkara mudah. Kadang banyak anak muda yang menganggap berkebaya itu ribet. Merespons hal semacam itu, saya akan memberikan edukasi kepada mereka agar muncul kesadaran dan cinta kepada budaya sendiri. Setidaknya mengenalkan bahwa berkebaya itu mengasyikkan,” terangnya.

Untuk membuat para remaja menyukai trend kebaya itu harus dimulai dari ruang lingkup kecil dahulu, seperti dari keluarga. Hal ini juga dia terapkan dalam keluarganya. Dan menjadi hal yang sangat efektif menciptakan kesadaran berkebaya.

“Memang kuncinya adalah pemahaman. Dan tidak perlu khawatir karena sekarang sudah banyak kebaya modern, meski tidak meninggalkan pakem budaya berkebaya. Jadi menyesuaikan dengan zaman kini, yang tentunya sudah banyak anak muda mulai tertarik dengan berkebaya,” jelasnya.

Dan yang paling berdedikasi bagi Kirani adalah hampir di mana pun dia singgah, pasti dirinya akan membeli kebaya khas dari daerah tersebut. Bahkan, sering kali dia membeli kain dan mendesain sendiri kebayanya.

Kirani berpesan, sudah menjadi tugas bersama untuk menjaga dan melestarikan budaya, khususnya berkebaya. “Karena kita semua adalah pewaris bangsa, maka sudah menjadi tugas kita melestarikan kebudayaan. Kalau bukan kita, lantas siapa lagi,” pungkasnya. Dsy2

Berita Terbaru

Haul Raja-Raja Madura di Hari Jadi ke-757, Bupati Fauzi: Jangan Lupakan Sejarah di Tengah Kemajuan

Haul Raja-Raja Madura di Hari Jadi ke-757, Bupati Fauzi: Jangan Lupakan Sejarah di Tengah Kemajuan

Sabtu, 31 Okt 2026 17:47 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 17:47 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep-Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar Haul Raja-Raja Madura sebagai puncak rangkaian Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep, di depan…

Bupati Fauzi Ziarah ke Asta Tinggi: Hormati Jasa Leluhur, Warisan Harus Dijaga

Bupati Fauzi Ziarah ke Asta Tinggi: Hormati Jasa Leluhur, Warisan Harus Dijaga

Sabtu, 31 Okt 2026 15:03 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 15:03 WIB

Jelang Hari Jadi ke-757…

Pengamat Politik Ungkap Peluang Demokrat Bangkit di Pemilu 2029: Harus Terbuka dan Bersih dari Kader Terjerat Hukum

Pengamat Politik Ungkap Peluang Demokrat Bangkit di Pemilu 2029: Harus Terbuka dan Bersih dari Kader Terjerat Hukum

Sabtu, 31 Okt 2026 09:53 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 09:53 WIB

SurabayaPagi, Jakarta - Kepengurusan lengkap DPD Partai Demokrat Jawa Timur (Jatim) periode 2026-2031 hingga kini belum diumumkan. Pengamat Politik Accurate…

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum BULOG memperkuat pengawasan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui pembentukan Satuan Tugas…

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

  SURABAYA PAGI. com, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Malang menggelar Pekan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan Tahun 2026 untuk pekerja di P…

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Chester Jevelin Thaniago dan suaminya, Soecindro Halim terseret kasus dugaan eksploitasi anak. Salah satu pelapor dalam kasus arisan…