Bisnis Minuman Tradisional yang Tembus Pasar Internasional

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Karyani. SP/ PSR
Karyani. SP/ PSR

i

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Karyani berhasil merambah pasar internasional berbekal produk minuman herbal instan produksinya. Karyani telah melakukan penjualan herbal instan tanpa gula ke Korea Selatan sebanyak 200-300 botol per bulan.

Selain pasar internasional, produk milik Karyani juga sudah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Bali, Palembang, Yogyakarta, dan Samarinda. Padahal, dulu minuman herbal instan itu hanya dipasarkan di Pasuruan dan sekitarnya, Senin (3/5/2021).

Perjalanan bisnis Karyani dimulai sekitar tahun 2000. Dahulu, dia merupakan petani biasa yang tergabung dalam kelompok wanita tani Kesiman Jaya. Melihat hasil bumi, seperti temulawak, kunyit, dan jahe, yang tumbuh melimpah di daerahnya membuat dia tergerak untuk memanfaatkan. Apa yang dilakukan Karyani bukan tanpa alasan.

Usaha tersebut dia beri nama Kesiman Jaya, yang terinspirasi dari nama desa tempat tinggalnya. Melalui nama itu, Karyani berharap dapat membuat desanya menjadi lebih sejahtera.

Pada awal usaha, Karyani menjual produknya dalam kemasan plastik sederhana ukuran 250 gram. Produk itu dia pasarkan ke tetangga dekat serta melalui acara di Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC).

Beberapa tahun kemudian, tepatnya 2004, usaha Karyani perlahan mulai berkembang. Produk yang semula hanya dikemas dengan plastik sederhana berganti menjadi kotak bersablon dengan produksi sebesar 2-5 kilogram per minggu.

Walaupun usahanya semakin berkembang, Karyani tidak hanya berdiam diri. Wanita kelahiran 16 November 1967 ini mengikuti berbagai pembinaan untuk para pelaku Usaha Kecil Menengah ( UKM). Pada 2008, Karyani memperoleh pembinaan dari SETC seputar pengemasan dan labeling. Di sana, kemasan produk Karyani yang tadinya hanya berupa kotak bersablon, diubah menjadi lebih bagus dan labelnya mengikuti aturan yang berlaku. Kotak kemasannya pun diganti menjadi botol plastik berdesain menarik berukuran 250 gram.

SETC merupakan program yang digagas oleh PT HM Sampoerna Tbk berupa model pengembangan kewirausahaan untuk usaha kecil di Indonesia berdasarkan pertanian terintegrasi dan teknologi kejuruan yang sesuai, serta model pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.

Kini, Kesiman Jaya sudah memproduksi 20 jenis minuman herbal dengan 50 distributor tetap. Usahanya juga telah menjadi salah satu pemasok untuk toko ritel terbesar di Indonesia yang berada di Surabaya, yakni 200 botol per bulan. Tak hanya berdampak pada hidupnya, usaha yang dijalankan Karyani juga berhasil memberdayakan orang-orang sekitar rumahnya.

Saat ini UKM Kesiman Jaya telah mempekerjakan 7 karyawan dengan rata-rata produksi 50 kilogram per hari. Kesuksesan Karyani itu tentu tak lepas dari kegigihan dan kerja keras selama belasan tahun. Dia selalu berusaha melakukan inovasi dan tidak pernah berhenti untuk belajar. Dsy12

Berita Terbaru

Kemeriahan One School One Event , Panggung Seni TBM Ditonton Ribuan Pelajar

Kemeriahan One School One Event , Panggung Seni TBM Ditonton Ribuan Pelajar

Rabu, 23 Sep 2026 05:26 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 05:26 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto– Panggung seni kembali semarak di Taman Bahari Majapahit (TBM). Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Pendidikan dan Ke…

Perluas Jangkauan Program Homecare untuk Tokoh Agama dan Masyarakat

Perluas Jangkauan Program Homecare untuk Tokoh Agama dan Masyarakat

Selasa, 22 Sep 2026 20:33 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM- Jember — Program pelayanan pemeriksaan kesehatan yang digulirkan oleh Pemerintah Kabupaten mendapat sambutan hangat dari kalangan tokoh m…

Bupati Gus Fawait Perjuangkan Lahan Garapan Warga di TP Silo ke Pemerintah Pusat

Bupati Gus Fawait Perjuangkan Lahan Garapan Warga di TP Silo ke Pemerintah Pusat

Selasa, 22 Sep 2026 20:15 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM-JEMBER — Gejolak Warga ditengah rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, memasuki b…

Fraksi PKB Minta Potongan Aplikasi hingga Jaminan Sosial Pengemudi Ojol Masuk Perda

Fraksi PKB Minta Potongan Aplikasi hingga Jaminan Sosial Pengemudi Ojol Masuk Perda

Selasa, 22 Sep 2026 20:10 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:10 WIB

SURABAYAPAGI.COM-SURABAYA — Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jawa Timur meminta Raperda Penyelenggaraan Jasa Transportasi Berbasis Aplikasi m…

DPRD Jatim Wacanakan Pendidikan SD-Kuliah Gratis Ditanggung Pusat

DPRD Jatim Wacanakan Pendidikan SD-Kuliah Gratis Ditanggung Pusat

Selasa, 22 Sep 2026 20:09 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM-SURABAYA — Wacana Presiden Prabowo Subianto menggratiskan pendidikan negeri mulai SD hingga perguruan tinggi mendapat respons DPRD Jawa Timur. …

Massa yang Diduga Pesilat dan Polisi Saling Dorong di Jalan Merak, Kapolres Siap Pertemukan Dua Kubu PSHT

Massa yang Diduga Pesilat dan Polisi Saling Dorong di Jalan Merak, Kapolres Siap Pertemukan Dua Kubu PSHT

Selasa, 22 Sep 2026 20:07 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:07 WIB

SURABAYA PAGI, ‎Madiun — Ketegangan terjadi saat massa yang diduga pesilat berusaha menuju Padepokan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Jalan Merak, Kota …