Tekuni Pembuatan Wayang Kulit Hingga Pasar Asia

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suyoto yang sedang menekuni pembuatan wayang kulit miliknya. SP/ KDR
Suyoto yang sedang menekuni pembuatan wayang kulit miliknya. SP/ KDR

i

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Suyoto menekuni pembuatan wayang kulit sejak puluhan tahun silam yang ia warisi dari keluarga secara turun-temurun. Mewarisi keterampilan secara turun-temurun, jiwa Suyoto seolah sudah menyatu dengan berbagai karakter wayang yang dibuatnya. Sebab, membuat wayang bukan melulu soal uang tetapi karena kecintaannya.

Saat banyak pesanan datang, Suyoto pun tak jarang harus lembur. Sebab, satu tokoh wayang tidak bisa selesai dalam sehari. Melainkan bisa memakan waktu selama 4-14 hari. Tergantung kerumitan wayang.

“Saya membuat wayang dengan corak yang detaiil. Minimal ada 24 corak warna. Bahkan bisa lebih,” tuturnya. Hal tersebut membuat proses pembuatan wayang jauh lebih lama, Senin (10/5/2021).

Suyoto mulai membuka usaha pembuatan wayang sejak muda itu mengaku mulai banyak mendapat order sejak 1990 lalu. Setiap bulan dia bisa menjual 5-6 wayang.

Sedangkan mengenai bahan wayang yang digunakan untuk pentas, Suyoto hanya mau menggunakan kulit kerbau. Adapun untuk wayang pajangan, biasanya dia bisa menggunakan kulit kambing.

Agar mendapatkan kulit dengan kualitas terbaik, biasanya dia akan langsung turun ke tukang jagal. Agar dirinya dapat memilih sendiri dan memastikan kulitnya tidak cacat maupun rusak.

Dengan ketelitiannya itu, Suyoto mematok harga wayang yang bervariasi. Misalnya, wayang untuk pentas biasa dijual mulai Rp 400 ribu hingga Rp 2 juta. Khusus untuk karakter Karno Tanding yang lebih rumit, harganya lebih mahal. Yaitu, mulai Rp 750 ribu sampai Rp 2 juta.

Selain menjual karyanya ke lokal Nganjuk, banyak juga warga dari beberapa daerah di sekitar Nganjuk yang berminat membali. Bahkan, dengan model pemasaran dari mulut ke mulut, wayang buatannya juga bisa terjual hingga ke Hongkong, Singapura, dan Jepang.

Meski order sepi, dia mengaku tidak terlalu memikirkannya. Sebab, membuat wayang baginya bukan sekadar untuk menghasilkan uang. Lebih dari itu, membuat wayang sekaligus untuk menunjukkan kecintaannya akan budaya asli Jawa itu.

Karenanya, meski order tak sebanyak saat sebelum pandemi, dia mengaku tetap enjoy menjalani pekerjaannya itu. “Dinikmati saja. Membuat wayang ini sekaligus juga melestarikan budaya Indonesia,” tandasnya. Dsy12

Berita Terbaru

Gerak KPK di Madiun Meluas, Geledah Dinkes hingga Datangi TPA Winongo

Gerak KPK di Madiun Meluas, Geledah Dinkes hingga Datangi TPA Winongo

Rabu, 07 Okt 2026 20:35 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 20:35 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.com, Madiun -  Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengacak-acak Kota Madiun, Rabu (7/10/2026). Kali ini, tim antirasuah mend…

Limbah Usaha Kuliner Resahkan Warga Kejuron, Plt Wali Kota Madiun Ancam Tutup Tempat Usaha Bandel

Limbah Usaha Kuliner Resahkan Warga Kejuron, Plt Wali Kota Madiun Ancam Tutup Tempat Usaha Bandel

Rabu, 07 Okt 2026 20:32 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 20:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun tak main-main terhadap pelaku usaha yang merusak lingkungan. Usaha kuliner di kawasan Kejuron…

Semangat Hari Kesaktian Pancasila, PLN UIT JBM Perkuat Keandalan Listrik di Surabaya

Semangat Hari Kesaktian Pancasila, PLN UIT JBM Perkuat Keandalan Listrik di Surabaya

Rabu, 07 Okt 2026 20:02 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 20:02 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Semangat Hari Kesaktian Pancasila diwujudkan PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) melalui aksi nyata menjaga k…

Berburu Kelezatan Autentik Sop Iga dan Rawon Kota Delta di Pawon Jenggolo

Berburu Kelezatan Autentik Sop Iga dan Rawon Kota Delta di Pawon Jenggolo

Rabu, 07 Okt 2026 18:35 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 18:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Pawon Jenggolo kembali mencuri perhatian para pencinta kuliner lewat penawaran menu andalan di Lime Restaurant Favehotel Sidoarjo m…

Diduga Mabuk, Pengamen Asal Pasuruan Aniaya Kakek Penjual Sate Berusia 69 Tahun di Blitar

Diduga Mabuk, Pengamen Asal Pasuruan Aniaya Kakek Penjual Sate Berusia 69 Tahun di Blitar

Rabu, 07 Okt 2026 17:33 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:33 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - AK 69 penjual Sate di warungnya, berteriak kesakitan karena terkena tusukan Sajam pada leher kiri dan kepalanya, teriak an Kakek di…

Serba Serbi Manten Expo Nusantara 2026 Menyala di Lippo Plaza Sidoarjo

Serba Serbi Manten Expo Nusantara 2026 Menyala di Lippo Plaza Sidoarjo

Rabu, 07 Okt 2026 17:31 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Pameran pernikahan terbesar dan terlengkap, yang dititel Serba-Serbi Manten Expo Nusantara 2026, sangat memukau dan menyita p…