SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemdes Karang Tanjung Kecamatan Candi mengadakan Ritual Sedekah Bumi atau yang dikenal dengan Ruwat Desa. Pagelaran wayang kulit menjadi pelengkap kegiatan ritual Ruwatan Desa.
"Ruwat desa kurang lengkap tanpa wayang kulit," ujar Kades Hendro Harjo Winoto disela acara Ruwat Desa, Rabu (11/02/2026) malam.
Kegiatan ruwat desa ini diawali hari Rabu pagi dengan istighosah dan tahlil bersama masyarakat Pendopo Bali desa Karang Tanjung untuk mengenang para leluhur desa Karang Tanjung, doa utama ditujukan kepada leluhur yang telah memberikan pengorbanan untuk anak cucu kita semua.
Masyarakat desa Karang Tanjung sangat antusias datang memadati Pendopo Balai desa tempat berlangsungnya kegiatan ruwat desa dan pagelaran wayang kulit. Mereka datang langsung untuk melihat pertunjukan pagelaran wayang kulit, dengan melakonkan Ganjaran Watu Gunung yang diperankan oleh dalang kondang Ki Hasan Yulianto dari Sidoarjo
Menurut Kades Karang Tanjung, peran wayang sebagai simbol untuk meruwat dan mengusir balak desa, kemudian dilanjutkan pagelaran wayang kulit pada malam harinya semalam suntuk.
Acara tersebut dihadiri Camat Candi, Koramil Candi, Polsek Candi, kepala desa, se Kecamatan , Candi, BPD, LPMD, Tokoh masyarakat, RT, RW, Tm PKK desa, Karang Taruna dan masyarakat desa Karang Tanjung.
Masih menurut Kades, kegiatan ruwat desa sudah menjadi tradisi rutin masyarakat Sidoarjo, khususnya Masyarakat desa Karang Tanjung. Masyarakat meyakini, dengan kegiatan ruwat desa, masyarakat dihindarkan dari segala bentuk balak bencana oleh tuhan yang maha Esa. Serta, diberikan kesejahteraan dan kemakmuran.
"Sedekah bumi memang bisa menghindarkan dari segala musibah, jadi kalau ruwat desa, insya Allah, desa dan masyarakat ini bisa terhindar dari segala bentuk musibah dan bencana," ungkapnya. par/hik
Editor : Redaksi