SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Olahraga adalah salah satu cara untuk menjaga kebugaran tubuh. Sebab kurang olahraga dapat meningkatkan risiko penyakit serangan jantung hingga 50 persen. Namun di lain sisi, terlalu sering olahraga dan melakukan aktivitas fisik bisa juga meningkatkan risiko serangan jantung.
Selain itu, perlu juga diwaspadai ketika selesai berolahraga dan keluar keringat keringat dingin. Sebab, menurut Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Heartology Cardiovascular Center, dr Ario Soeryo Kuncoro, SpJP, keringat dingin usai olahraga itu adalah kondisi yang tak wajar dan mesti diobservasi lebih lanjut.
"Jika usai berolahraga muncul gejala seperti keringat dingin disertai nyeri dada yang berat, maka Anda perlu waspada penyakit jantung. Anda disarankan datangi dokter jantung untuk melakukan beberapa pemeriksaan supaya diagnosisnya lebih jelas," katanya, Senin (17/5/2021).
Selain keringat dingin dan nyeri dada yang berat, beberapa gejala yang perlu diwaspadai usai berolahraga dan dikaitkan dengan serangan jantung atau kelainan jantung yang mengarah ke kondisi mengkawtairkan adalah keluhan pusing keleyengan, nyeri dada sebelah kiri yang terasa tembus ke belakang dan serasa dirobek.
"Gejala-gejala ini yang biasanya dikeluhkan pasien jantung saya, khususnya usai berolahraga. Untuk rasa nyeri dada tembus ke belakang dan ada rasa dirobek itu karena terjadi robekan pembuluh darah akibat olahraga berat," papar dr Ario.
Lebih lanjut, gejala lainnya adalah timbul irama jantung yang naik sesaat secara mendadak dan/atau irama jantung yang tidak teratur disertai pusing dan pandangan kabur.
"Kalau merasakan gejala-gejala itu usai olahraga, jangan anggap sepele karena itu bukan kondisi yang wajar terjadi usai berolahraga. Periksakan jantung Anda ke dokter untuk memastikan kesehatannya sebagai bentuk deteksi dini. Semakin cepat diketahui, semakin baik penanganan yang diberikan," tambahnya.
Penyebab umum serangan jantung adalah penyakit jantung koroner yang mana endapan berlemak menumpuk di dinding arteri.
Gejala lain serangan jantung termasuk pusing mendadak atau pusing, kelelahan dan sesak napas. Seseorang bisa pula mengalami tekanan, sesak, nyeri, sensasi meremas atau pegal di dada maupu lengan yang bisa menyebar ke leher, rahang atau punggung.
Beberapa orang mungkin juga mengalami mual, gangguan pencernaan, mulas hingga sakit perut sebagai gejala serangan jantung.
Salah satu cara terbaik untuk mengurangi risiko serangan jantung adalah berhenti merokok dan perlu menjaga kondisi kesehatan lainnya, seperti pastikan diabetes terkendali dan mengambil langkah untuk menurunkan tekanan darah tinggi serta kolesterol tinggi.
Selain itu, juga perlu menerapkan gaya hidup sehat, seperti olahraga secukupnya. Karena, fisik yang aktif penting untuk kesehatan dan kesejahteraan. Dsy8
Editor : Redaksi