Disnaker Jatim Terima Belasan Aduan Terkait THR

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Uang kertas yang sering ditukarkan menjelang lebaran (ilustrasi). SP/Mahbub Fikri
Uang kertas yang sering ditukarkan menjelang lebaran (ilustrasi). SP/Mahbub Fikri

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Perayaan Idul Fitri tahun ini menyisakan sedikit masalah terkait Tunjangan Hari Raya yang dirasakan oleh sebagian karyawan di Kota Surabaya.

Dinas Ketenagakerjaan Kota Surabaya mencatat 14 laporan yang masuk hingga perayaan Idul Fitri berlalu. Dari 14 laporan tersebut 4 di antaranya telah dilimpahkan ke Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Timur.

"4 sudah kami limpahkan ke provinsi karena cukup berat pelanggarannya," ungkap Kepala Bidang Hubungan Industrial, Sarat Kerja dan Jamsostek, Rizal Zainal Arifin, Senin (17/5).

Rizal mengungkapan, dari keempat perusahaan yang telah dilimpahkan ke Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Timur total terdapat 180 orang yang akan melakukan mediasi lantaran pengusaha terlambat atau tidak membayar atau membayar tapi besaran tidak sesuai ketentuan.

"Empat perusahaan tersebut selain kami limpahkan ke provinsi tetap kami mediasi, semoga bisa selesai," ujarnya.

Namun Rizal menambahkan, jika nantinya mediasi buntu maka perusahaan terlapor terancam sanksi administrasi berupa pembekuan operasional perusahaan.

Sebelumnya, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya bersama DPW-FSPMI dan KSPI Jawa Timur melaporkan dugaan pelanggaran Tunjangan Hari Raya 2021 kepada Dinas Ketenagakerjaan.

Laporan itu dibuat berdasarkan sejumlah dasar hukum seperti surat edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/6/Hk.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 bagi pekerja/buruh di Perusahaan.

Kemudian, Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 2021 tentang Pengupahan serta Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. fm

 

Tag :

Berita Terbaru

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) siap berjuang mati-matian. Menurutnya pernyataan Jokowi itu menjadi dorongan moral dan militansi…

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Setelah tak jabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dan kini jadi Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia…

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengundang organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam pada Selasa (3/2) siang. Apa yang akan…

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komnas Anak berharap kasus ini tidak berlarut-larut. Sebab, konflik yang terus menerus terekspos di media dikhawatirkan akan…

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Drama perseteruan antara pihak Ressa dan Denada memasuki babak baru yang makin panas. Tak main-main, Dino Rossano Hansa selaku Om…

Pimpinan BUMN Akal-akalan, Perlu Diungkap Modusnya

Pimpinan BUMN Akal-akalan, Perlu Diungkap Modusnya

Selasa, 03 Feb 2026 18:55 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saat pidato di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026), Presiden Prabowo…