Arus Petikemas TPS Surabaya Tumbuh 3,3 Persen Pada April 2021

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pertumbuhan arus petikemas di TPS Surabaya hingga April 2021 menunjukan angka positif. SP/ Pixabay
Pertumbuhan arus petikemas di TPS Surabaya hingga April 2021 menunjukan angka positif. SP/ Pixabay

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mencatatkan kinerja arus petikemas pada April tahun ini mengalami peningkatan 3,3 persen bila dibandingan dengan bulan sebelumnya untuk tahun yang sama.

Corporate Communications PT. Petikemas Surabaya, Retno Utami menjelaskan, pertumbuhan arus petikemas tersebut akibat adanya pemberlakuan layanan yang diberikan oleh TPS.

"Peningkatan yang positif ini terjadi karena berbagai upaya peningkatan pelayanan dan fasilitas dilakukan oleh TPS, mulai dari pemeberian term of payment (TOP), diskon kapal transhipment tol laut, hingga pemberian diskon 20 persen untuk layanan Verified Gross Mass (VGM)," kata Retno Utami, Rabu (19/05/2021).

Adapun jumlah arus petikemas di TPS pada April 2021 mencapai 131.235 teus. Sementara di bulan sebelumnya jumlah arus petikemas hanya mencapai 127.123 teus. Secara akumulasi, jumlah arus petikemas sejak Januari 2021 hingga April 2021 mencapai 486.732 teus.

Tahun 2020, jumlah arus petikemas  pada kwartal I yakni dari bulan Januari hingga Maret mencapai 331.129 teus.

"Sejauh ini sudah mulai membaik bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya," ucapnya

Dari arus petikemas kata Retno, masih didominasi oleh arus petikemas internasional. Untuk arus petikemas internasional hingga April 2021 mencapai 452.175 teus. Sementara arus petikemas domestik berada di angka 34.557 teus.

Untuk negara yang menjadi tujuan eksport selain Amerika ada pula negara lain di wilayah Asia. Beberapa diantaranya adalah Malaysia, Singapore, Jepang, Filipina, Hong Kong, India dan Thailand

Sementara untuk negara pengimport sejauh ini masih dipegang oleh negeri tirai bambu, Cina. "Memang Cina menjadi negara yang rutin mengirimkan barang ke Indonesia," aku Retno

Untuk komuditas barang yang dikirim pun beragam. Mulai dari bahan pangan hingga barang-barang yang dipergunakan untuk dunia industri. Sem

Berita Terbaru

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

MAKI: Kebocoran Penerimaan Negara Akibat Tata Kelola Pajak yang Buruk Sudah Masuk Kategori Darurat Nasional            SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Masya…

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

34 Pejabat Bea Cukai dan  40-45 Pejabat Direktorat Jenderal Pajak Dibuang ke Tempat Sepi, dari Wilayah Gemuk Usai OTT KPK       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - …

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK menyita barang bukti berupa uang saat operasi tangkap tangan (OTT) di KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).…

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Penggunaan anggaran pendidikan dalam APBN untuk makan bergizi gratis (MBG) kembali digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kali ini,…

Bulan Syaban

Bulan Syaban

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Bulan Syaban merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah dan termasuk juga bulan mulia yang dimana letak waktunya berada…

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Judul utama harian Surabaya Sore edisi Rabu (4/2) kemarin "PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi". Judul ini terkesan bombastis. Tapi…