SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Masa pandemi Covid-19 memang mempengaruhi seluruh sendi perekonomian, termasuk ekspor kayu Namun kini pemerintah mulai mendorong ekspor kayu ringan (lightwood) ke Eropa yang masih memiliki potensi besar dengan mendorong pengusaha untuk lebih berinovasi agar memiliki daya saing lebih.
Koordinator Wilayah Amerika dan Eropa Direktorat Jenderal Kerja sama Pengembangan Ekspor Kementerian Perdagangan, Singgih Sugiyanto menilai potensi pasar Eropa masih besar dan saat ini mulai banyak permintaan dari luar negeri.
"Setahun ini sudah mulai adaptasi sehingga diharapkan ekspor semakin membaik dan diversifikasi pasar bisa segera terwujud. Karena ini industri dalam negeri masih banyak yang tertidur," kata dia, Minggu (30/5/2021).
Selain itu, Ketua ILWA, Setyo Wisnu Broto, menyebut nilai ekspor kayu secara umum masih sangat kecil. Bahkan nilainya tidak sampai 1 persen dari potensi pasar kayu dunia.
"Potensi pasar kayu dunia itu US$ 2,1 triliun. Nilai ekspor kita hanya US$ 10 miliar, tidak ada 1 persennya. Padahal kalau kita fokus paling tidak bisa mencapai 5 persen saja sudah sangat besar," kata Wisnu.
Pihaknya saat ini juga tengah mengembangkan jenis kayu seperti Sengon, Jabon, Albasia untuk dikembangkan di Kalimantan dan Jawa. ILWA juga bekerja sama dengan NGO dari Jerman, Fairventures yang fokus dalam melakukan penghijauan.
"Fairventures ini sudah melakukan penanaman pohon sengon di Kalimantan sebanyak 1 juta pohon. Dan kita akan kembangkan lagi sampai 100 juta pohon di Kalimantan dan Jawa. Ini penting karena industri tidak akan berkelanjutan jika hulunya bermasalah, Fairventures ini fokus dalam penghijauan, terutama di lahan-lahan yang terdegradasi," ujarnya. Dsy12
Editor : Redaksi