Klaster Perkampungan di Malang Meluas, Kini ada 3 Titik

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Akses jalan Tretes Selatan kota Malang ditutup warga.
Akses jalan Tretes Selatan kota Malang ditutup warga.

i

SURABAYAPAGI.COM, Malang - Akses jalan keluar-masuk di lingkungan Kelurahan Rampal Celaket, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang ditutup warga. Hal tersebut pasca 7 warga dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil tes swab antigen PCR. Selain itu, dua warga meninggal dengan status yang sama.

Dengan demikian, klaster perkampungan di Malang menyebar hingga ke 3 titik. Kasus pertama terjadi di perumahan Permata Hijau dan bukit hijau dan kasus kedua terjadi di wilayah Lowokdoro kecamatan Sukun.

Oleh karenanya, Wali kota Malang Sutiaji kembali mengingatkan warga akan ganasnya covid-19.

"Kami imbau masyarakat untuk tetap berhati-hati, dan perlu waspada jangan pernah lengah dengan tidak mengindahkan protokol kesehatan," terang Sutiaji, Sabtu (29/5/2021).

Sutiaji menuturkan, dari kasus yang terjadi belum ditemukan asal usul virus yang kini menyerang warga. Meski telah dilakukan tracing dan mengetahui riwayat sebelumnya.

"Kasus yang terjadi adalah kasus keluarga yang sampai saat ini kita tracing dari mananya belum diketahui. Sampai sekarang belum ketemu terpaparnya dimana," tuturnya.

Menurut Sutiaji, klaster telah muncul di beberapa wilayah seperti di Tlogomas, Lowokdoro, Jalan Tretes, serta Jaksa Agung Suprapto. Dipastikan penyebaran virus dari lingkungan masing-masing.

"Ada info yang di Jalan Tretes banyak menerima tamu, sampai sekarang masih kita lakukan tracing, tamunya dari mana," beber Sutiaji.

Fakta adanya warga masih terpapar, lanjut Sutiaji, semakin menegaskan bahwa begitu ganasnya covid-19. Sehingga perlu ditingkatkan kewaspadaan bersama.

"Maka saya minta kepada seluruh masyarakat bumi Arema yang kita cintai dan seluruh warga Indonesia untuk waspada dan waspada jangan pernah menganggap remeh COVID-19. Karena COVID-19 masih menghantui kita, masih membayangi kita," tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif menambahkan, awal pekan depan akan dilakukan swab antigen massal di lingkungan Jalan Tretes Selatan. Setidaknya, 35 sampai 40 warga yang diindikasi memiliki kontak erat untuk menjalani swab yang digelar di puskesmas setempat.

"Besok Senin, kita adakan tracing dengan swab antigen untuk 35 sampai 40 warga. Mereka yang diduga memiliki kontak erat dengan pasien positif," imbuhnya.

Husnul mengungkapkan, warga yang dinyatakan terpapar virus harus menjalani isolasi di RS Lapangan di Jalan Ijen. Agar bisa memutus mata rantai penyebaran virus.

Data COVID-19 di Kota Malang per 29 Mei 2021 pukul 11.21 WIB, jumlah konfirmasi sebanyak 6.657, aktif 15, sembuh 6.032, meninggal 610. Suspek sebanyak 129, propable 118, diisolasi sebanyak 129, discarded 6.763.

 

Berita Terbaru

Kasus Maidi Melebar, Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa Sekda hingga Juru Parkir 

Kasus Maidi Melebar, Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa Sekda hingga Juru Parkir 

Selasa, 14 Apr 2026 19:38 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 19:38 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pengembangan perkara dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi, mulai merambah ke berbagai lapisan. Tak hanya p…

Musrenbang RKPD 2027, Emil Dardak: Pembangunan Jatim 2027 Tekankan Pertumbuhan Berkualitas

Musrenbang RKPD 2027, Emil Dardak: Pembangunan Jatim 2027 Tekankan Pertumbuhan Berkualitas

Selasa, 14 Apr 2026 19:08 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 19:08 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 di Hotel Shangri-La Surabaya, …

Dukung Konservasi Lahan dan Air, DKPP Bojonegoro Tanam 1.660 Bibit Alpukat

Dukung Konservasi Lahan dan Air, DKPP Bojonegoro Tanam 1.660 Bibit Alpukat

Selasa, 14 Apr 2026 15:50 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat kembali menunjukkan hasil…

Pemkot Terapkan Kebijakan Gerakan 'Surabaya Tanpa Gawai' Tiap Pukul 18.00-20.00 WIB

Pemkot Terapkan Kebijakan Gerakan 'Surabaya Tanpa Gawai' Tiap Pukul 18.00-20.00 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:44 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan Gerakan Surabaya Tanpa Gawai setiap pukul 18.00-20.00 WIB. Dimana…

Jembatan Penghubung Putus, Siswa di Jember Rela Berangkat-Pulang Naik Rakit

Jembatan Penghubung Putus, Siswa di Jember Rela Berangkat-Pulang Naik Rakit

Selasa, 14 Apr 2026 15:36 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Melihat fenomena miris terutama siswa yang hendak berangkat dan pulang sekolah terpaksa menyeberangi sungai naik perahu dan rakit…

Dorong Kolaborasi Strategis, Pemkab Upayakan Hapus Kemiskinan Ekstrem di Jember

Dorong Kolaborasi Strategis, Pemkab Upayakan Hapus Kemiskinan Ekstrem di Jember

Selasa, 14 Apr 2026 13:56 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 13:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Sebagai salah satu langkah strategis menghapus kemiskinan di wilayah Jember, Jawa Timur, kini Bupati Muhammad Fawait atau Gus Fawait…