Gelaran Karya di Blitar Raya yang Eksis di Tengah Pandemi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Beberapa perupa hendak memasang lukisan di area gelar karya. SP/ BLT
Beberapa perupa hendak memasang lukisan di area gelar karya. SP/ BLT

i

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Eksistensi para seniman bersemangat memamerkan produk masing-masing. Puluhan lukisan berjajar rapi memenuhi sebuah gedung di kawasan pusat informasi pariwisata dan perdagangan (PIPP) Kota Blitar. Lukisan ini milik para perupa Blitar Raya yang sedang gelar karya.

Kegiatan ini mejadi salah satu upaya untuk menunjukkan eksistensi. Meskipun tak sedikit juga yang memanfaatkannya sebagai sarana mencari tambahan pendapatan. Para perupa lain juga berkesemapatan unjuk kebolehan melukis ataupun menggambar.

Para perupa Blitar memiliki motivasi lain di luar akad jual beli. Yakni mendukung pariwisata di Blitar Raya. Mereka beranggapan jika karya para perupa bisa menjadi sisi lain dari banyaknya destinasi wisata yang ada.

Selain itu, pemerintah sudah sedikit pengalaman dan ada beberapa langkah penanganan. Sehinga ada sedikit kelonggaran dalam beraktivitas atau menggelar kegiatan, salah satunya adalah gelaran karya tersebut. “Karena tidak bisa mengundang orang datang, kami yang datang mendekatkan karya,” kata Rizat Arifin, perupa lain, Selasa (8/6/2021).

Para perupa ini menyebutnya dengan on the spot. Yakni melukis atau menggambar di lokasi-lokasi tertentu yang menjadi pusat berkumpulnya masyarakat. Selain menunjukkan eksistensi, ini juga menjadi langkah untuk menjual karya.

Sedangkan yang menjadi tantangan kini adalah tingkat kunjungan. Maklum, suasana kini masih dalam masa pandemi. Masyarakat juga sangat berhati-hati ke luar rumah. Apalagi mendatangi tempat yang berpotensi menjadi kerumunan.

Bahkan, panitia harus membatasi pada awal gelar karya dilaksanakan. Sebab, jika hal ini tidak dilakukan, pasti akan menjadi kerumunan dan tidak sesuai dengan protokoler kesehatan di masa pandemi. “Kemarin saat pembukaan juga begitu, dilakukan secara online. Hanya undangan yang tidak seberapa jumlahnya yang ada dilokasi,” kata Rizat.

Pihaknya optimistis lantaran rencana kegiatan ini berlangsung cukup lama. Disisi lain, kemungkinan masih banyak orang yang belum tahu jika ada kegiatan tersebut. “Kalau manut jadwalnya, tutup sampai pukul sembilan malam. Tapi kalau ada orang yang malam-malam datang, ya tetap dilayani,” jelasnya.

Gelar karya di PIPP bagi mereka merupakan bonus bagi para pengunjung. Setelah lama dalam perjalanan atau lelah berkeliling, pengunjung bisa memanjakan mata dengan lukisan yang ada di area tersebut. “Makanya fasilitas tempat dari pemerintah daerah ini juga bentuk sinergi untuk sektor pariwisata,” tandasnya. Dsy11

Berita Terbaru

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

SurabayaPagi, Bandung — Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta merebut gelar juara beregu Campus League Badminton 2026 - The Nationals setelah m…

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Adanya peredaran beras bantuan pangan yang berubah warna di wilayah Semanding Tuban, langsung ditanggapi oleh Bulog Cabang B…

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Penyaluran pupuk bersubsidi di Jawa Timur hingga 21 September 2026 baru mencapai 73,64 persen. Dari total alokasi 2.115.951 ton,…

Karyawan PT SPS di 5 Pabrik Gelar Doa Bersama Untuk para Korban Kecelakaan Kerja

Karyawan PT SPS di 5 Pabrik Gelar Doa Bersama Untuk para Korban Kecelakaan Kerja

Jumat, 25 Sep 2026 19:42 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 19:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai bagian dari duka atas tragedi kecelakaan pekerjaan yang menewaskan 4 karyawan dan 3 lainya masih perawatan, semua karyawan…

Empat Raperda Masuk DPRD, Aturan CSR Juga Ikut Diubah 

Empat Raperda Masuk DPRD, Aturan CSR Juga Ikut Diubah 

Jumat, 25 Sep 2026 19:21 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pemkot Madiun ingin memperjelas peran forum yang mengoordinasikan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Untuk itu, Pemkot m…