Sekolah Tatap Muka Segera Dibuka

Epidemiolog: Positivity Rate COVID-19 Harus di Bawah 5 Persen

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pakar Epidemiologi dari Universitas Airlangga (Unair), dr Windhu Purnomo. SP/Anggadia Muhammad
Pakar Epidemiologi dari Universitas Airlangga (Unair), dr Windhu Purnomo. SP/Anggadia Muhammad

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pada tahun ajaran baru 2021/2022 Juli mendatang, pemerintah berencana akan kembali menyelenggarakan Sekolah Tatap Muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Di samping wacana tersebut, kasus COVID-19 di beberapa daerah pun kembali melonjak. Tak terkecuali di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Pakar Epidemiologi dari Universitas Airlangga (Unair), dr Windhu Purnomo mengatakan, jika pemerintah ingin membuka kembali sekolah, positivity rate COVID-19 di Indonesia harus di bawah 5 persen. Ia menyebut, jika saat ini positivity rate di Indonesia masih di atas 20 persen. Menurut WHO, hal tersebut masuk ke dalam klasifikasi tertinggi.

"Sampai hari ini, positivity rate kita (Indonesia) di atas 20 persen. Itu adalah klasifikasi tertinggi. Meskipun kasus kelihatan kecil 5 ribu – 6 ribu per hari, padahal kasus sesungguhnya bisa 8 –10 kali lipat dari yang kita laporkan per hari itu," kata Windhu, Selasa (8/6).

Melihat kondisi tersebut, Windhu menuturkan jika sekolah masih belum bisa dibuka mengingat risiko penularan yang sangat tinggi.

"Kita baru agak aman kalau positivity rate itu sudah di bawah 5 persen, apalagi kalau 2 persen itu malah bagus artinya low Incident selamanya. Okelah sekolah kita buka. Tapi selama masih di atas 5 persen itu high Incident," tuturnya.

Menurutnya, jika kondisi ini dipaksakan akan membawa risiko tersendiri untuk orang tua maupun lansia yang ada di rumah. Ia khawatir anak-anak akan membawa virus dari luar dan menularkannya ke orang tua atau kakek, nenek yang ada di rumah.

"Saya nggak khawatir anak-anak karena imunitasnya lebih baik. Tapi kalau mereka tertular, dan membawa virusnya ke rumah, padahal di rumah ada orang tua, ada kakek, neneknya, belum lagi kalau ada komorbid itu akan sangat berisiko. Kalau dipaksa buka, yang jadi korban ya orang tua, lansia, dan orang dengan komorbid yang ada di rumah," jelasnya.

Untuk itu, ia mengimbau pemerintah untuk mengkaji ulang wacana tersebut demi keamanan bersama, dan pandemi dapat segera berlalu.

"Rencana itu oke, tapi nanti dua minggu sebelum rencana tatap muka, kita lihat 1 juli gimana keadaanya. Karena trend kita lagi naik, dan yang harus kita lihat adalah positivity rate," pungkasnya. ang

 

 

Berita Terbaru

BI Naikkan Bunga Acuan Jadi di 5,5%

BI Naikkan Bunga Acuan Jadi di 5,5%

Rabu, 10 Jun 2026 12:23 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 12:23 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bank Indonesia (BI) mulai menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,5%. Dalam keterangan resmi BI disebutkan, bank…

Gegara Monopoli Pasokan Bahan Pangan, 18 SPPG Tulungagung Ditutup Sementara

Gegara Monopoli Pasokan Bahan Pangan, 18 SPPG Tulungagung Ditutup Sementara

Rabu, 10 Jun 2026 12:20 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 12:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Akibat berbagai persoalan, salah satunya terkait monopoli pasokan bahan pangan mengakibatkan sebanyak belasan Satuan Pelayanan…

Peternak di Probolinggo Terpaksa Rumahkan Pekerja Imbas Harga Telur Anjlok

Peternak di Probolinggo Terpaksa Rumahkan Pekerja Imbas Harga Telur Anjlok

Rabu, 10 Jun 2026 12:13 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 12:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Selama 2 bulan terakhir, peternak ayam petelur di Kabupaten Probolinggo mengaku resah akibat anjloknya harga telur ayam hingga…

Rasio Penjualan Produk Manufaktur Dinaikan

Rasio Penjualan Produk Manufaktur Dinaikan

Rabu, 10 Jun 2026 12:06 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 12:06 WIB

SURABAYAPAG.com - Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita menargetkan peningkatan rasio penjualan produk manufaktur dari komposisi.…

Bantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah, Pemkab Magetan Terima Alokasi 691 Unit BSPS

Bantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah, Pemkab Magetan Terima Alokasi 691 Unit BSPS

Rabu, 10 Jun 2026 11:43 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 11:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Sebagai upaya membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk memperoleh rumah layak huni, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan,…

Ringankan Biaya Produksi, Pemkab Sumenep Bagikan Bantuan Bibit Tembakau

Ringankan Biaya Produksi, Pemkab Sumenep Bagikan Bantuan Bibit Tembakau

Rabu, 10 Jun 2026 11:27 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 11:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Guna membantu meringankan biaya produksi bagi para petani khususnya komoditas tembakau, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa…