Para Pengusaha Besi Tua di Sumenep Bentuk Organisasi P2BTM

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
H. Abd. Hamid Ketua P2BTM warga asal kalianget Barat kecamatan Kalianget Kab. Sumenep saat ditemui di rumahnya. (SP/ Ainur Rahman)
H. Abd. Hamid Ketua P2BTM warga asal kalianget Barat kecamatan Kalianget Kab. Sumenep saat ditemui di rumahnya. (SP/ Ainur Rahman)

i

SURABAYA PAGI, Sumenep -  Pengusaha barang rongsokan dan besi tua di Kabupaten Sumenep, ternyata memiliki organisasi dalam usahanya, seperti beberapa pengusaha bidang lainnya, pengusaha konstruksi dan berbagai usaha lainnya. 

Namun, saat ini para pengusaha besi tua di Sumenep sudah mulai merapatkan barisan untuk juga memiliki wadah yang dapat menyalurkan aspirasi dan bisa menjadi ajang silaturahmi dan pemecahan berbagai masalah yang banyak dihadapi mereka baik dalam melakukan transaksi pada saat ada lelang besi tua maupun yang lainnya.

Hal ini dikatakan, salah seorang pengusaha besi tua senior, H. Abdul Hamid ketika ditemui reporter Surabaya pagi di tempat usahanya di Desa Kalianget Barat pada Rabu (9/6).

Menurutnya usaha yang ditekuni sejak tahun 1970 itu terus dikembangkan hingga saat ini, jatuh bangunnya dalam usaha sudah dialami pengusaha yang sudah berumur 65 tahun ini, suka dukanya dalam meniti karir sebagai pengusaha besi tua kerap kali tersandung dengan hukum bahkan tak jarang bisa ditetapkan sebagai tersangka, makanya dibentuklah organisasi pengusaha besi tua.

" Awalnya beranggotakan 40 orang sampai 25 orang dan yang aktif sekarang sepertinya sudah 19 orang yang bergabung dengan organisasi yang dibentuk Pengusaha Besi Tua Di Sumenep Bentuk Organisasi yakni Persatuan Pengusaha Besi Tua Madura (P2BTM)." ujarnya

“Semoga ikatan organisasi para pengusaha besi tua ini nantinya juga bisa berkembang dengan beberapa pengusaha yang ada di 3 Kabupaten lainnya di Madura.” sambungnya. 

Dijelaskan, menjadi pengusaha besi tua itu sebenarnya sangat produktif karena memiliki kontribusi dalam mengurangi timbulnya lingkungan yang kotor di seputar kota dan tempat-tempat sampah lainnya di Sumenep. Serta bisa menampung tenaga kerja yang cukup banyak. 

"Saya memiliki kurang lebih 50 orang karyawan, yang dipekerjakan dan hampir tiap malam melakukan pengiriman rongsokan atau barang bekas ke Surabaya"ujarnya.

Sementara, berbagai persoalan juga banyak dihadapi rekan-rekan para pengusaha besi tua, yang terkadang harus berhadapan dengan aparat hukum. Misalnya, apabila ditemukan membeli barang rongsokan yang ternyata hasil curian, sementara pembeli tidak mengetahui jika barang tersebut merupakan barang curian. 

Karena tidak memiliki persatuan dan rekan advokasi untuk melindungi kejadian seperti itu, kadang membuat pengusaha besi tua menjadi tersangka yang ujung-ujungnya akan merugikan kepada pengusaha. Bahkan, ketika harus dihadapkan pada persoalan anjloknya harga barang, jika kurang adanya persatuan akan sulit menghindari persaingan yang kurang sehat. 

"Makanya saya sekarang sudah bertekad untuk tidak melakukan jual beli besi tua dari hasil kejahatan atau curian, karena ada pasalnya pemerhati pasal 480 KUHP " katanya.

Makanya kata dia, agar usaha tetap langgeng dibentuklah organisasi bagi para pengusaha besi tua, agar dalam berusaha lebih tenang dan menjalin silaturahmi antar pengusaha. “Di samping juga bisa melaksanakan berbagai kegiatan sosial bersama” pungkasnya. (Ar)

Berita Terbaru

Halal Bihalal SAPMA Jatim Jadi Ajang Konsolidasi dan Penjaringan Kader

Halal Bihalal SAPMA Jatim Jadi Ajang Konsolidasi dan Penjaringan Kader

Sabtu, 11 Apr 2026 08:00 WIB

Sabtu, 11 Apr 2026 08:00 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- – Kegiatan halal bihalal yang digelar PC SAPMA Kota Madiun tak sekadar menjadi ajang silaturahmi, namun juga dimanfaatkan sebagai mo…

Wujudkan Ketahanan Pangan Dampak Dinamika Global, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Salurkan Bantuan CPP

Wujudkan Ketahanan Pangan Dampak Dinamika Global, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Salurkan Bantuan CPP

Jumat, 10 Apr 2026 16:52 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 16:52 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Tulungagung - Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo menyalurkan bantuan pangan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada ribuan warga di…

Khofifah Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf, Cegah Sengketa dan Penyusutan Aset

Khofifah Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf, Cegah Sengketa dan Penyusutan Aset

Jumat, 10 Apr 2026 14:45 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 14:45 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Timur memperkuat kolaborasi dengan pesantren, perguruan tinggi, dan masyarakat u…

Libatkan 56 Bidang Lomba, LKS Dikmen Jatim 2026 Perluas Kompetisi Lintas Jenjang

Libatkan 56 Bidang Lomba, LKS Dikmen Jatim 2026 Perluas Kompetisi Lintas Jenjang

Jumat, 10 Apr 2026 14:38 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 14:38 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menutup Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) Tingkat Provinsi Jawa …

Investasi Raksasa US$600 Juta di JIIPE Gresik, Industri Melamin Siap Dorong Ekonomi dan Efisiensi Energi

Investasi Raksasa US$600 Juta di JIIPE Gresik, Industri Melamin Siap Dorong Ekonomi dan Efisiensi Energi

Jumat, 10 Apr 2026 13:34 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 13:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik — Arus investasi besar kembali mengalir ke sektor industri kimia nasional. Pembangunan pabrik melamin senilai sekitar US$600 juta di J…

Kantor Imigrasi Klas II Non TPI Lakukan Operasi Wirawaspada

Kantor Imigrasi Klas II Non TPI Lakukan Operasi Wirawaspada

Jumat, 10 Apr 2026 13:30 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 13:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar-  Operasi Wirawaspada yang di gelar Kantor Imigrasi Blitar di wilayah kerjanya, mengawasi dengan sasaran  keberadaan dan aktivitas o…