184.942 Peserta Lulus Seleksi SBMPTN 2021

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Prof Moh Nasih dalam Telekonferensi Pers Pengumuman Hasil SBMPTN 2021, Senin (14/6/2021). SP/YOUTUBE LTMPT OFFICIAL
Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Prof Moh Nasih dalam Telekonferensi Pers Pengumuman Hasil SBMPTN 2021, Senin (14/6/2021). SP/YOUTUBE LTMPT OFFICIAL

i

SURABAYAPAGI, Surabaya – Pengumuman resmi  Hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi atau SBMPTN 2021 diumumkan Senin, 14 Juni 2021 pukul 15.00 WIB. Pengumuman SBMPTN 2021 ini bisa diakses melalui website utama yakni di laman resmi LTMPT https://pengumuman-sbmptn.ltmpt.ac.id atau halaman mirror yang disediakan. Dari 777.858 pendaftar SBMPTN 2021, sebanyak 184.942 peserta (23,78 persen) lulus seleksi SBMPTN 2021.

Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Prof Moh Nasih  mengatakan, peserta yang lulus SBMPTN 2021 harus mendaftar ulang ke PTN pilihan.

Kemudian, peserta harus memenuhi kriteria PTN Pilihan untuk benar-benar diterima menjadi mahasiswa.

"Ini hanya pengumuman lulus SBMPTN, masih ada proses yang harus diikuti peserta," ungkap Prof Nasih yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Airlangga dalam Telekonferensi Pers Pengumuman Hasil SBMPTN 2021, Senin (14/6/2021).

Selain itu, Prof Nasih mengingatkan para peserta agar tidak perlu terburu-buru mengakses hasilnya tepat pada pukul 15.00 WIB.

Sebab, hasil yang akan diterima para peserta tidak akan berubah, meski mengakses pada malam hari maupun esok hari.

"Kami sudah menyiapkan sistem yang besar untuk mengaksesnya, tetapi agar tidak terjadi crowded atau kemacetan, tentu tidak perlu semuanya harus pukul 15.00 WIB bersama-sama (mengaksesnya)."

Prof Nasih juga mengucapkan selamat bagi calon mahasiswa yang lolos seleksi dan memberikan semangat bagi mahasiswa yang belum berhasil lolos SBMPTN 2021.

"Jadi memang daya tampungnya sangat terbatas, pasti dalam kondisi seperti ini tidak mungkin semua peserta diterima,"urainya.

Selain itu, juga terdapat 313 peserta di diskualifikasi dengan rincian terdapat 191 orang yang digugurkan akibat membawa perangkat telekomunikasi, bahkan memotret soal UTBK-SBMPTN.

“Sisanya sebesar 122 peserta karena identitasnya tidak tidak bisa diidentifikasi. Di mana mereka tidak menyertakan foto identitas yang jelas dalam kartu ujiannya,"pungkasnya.tn/na

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…