Uji Klinik II Vaksin Nusantara, Sukses

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
dr Terawan Agus Putranto
dr Terawan Agus Putranto

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta- Diam diam, tim vaksin Nusantara dari RSPAD Gatot Subroto, telah merampungkan Uji klinis Fase II vaksin Nusantara yang diprakarsai dr Terawan Agus Putranto.

Uji klinis tahap II ini melibatkan 136 subjek, dari target semula 227 subjek. Dan berhasil baik atau sukses.

Hanya beberapa orang yang tak bisa mengikuti uji klinis, karena tak lolos skrining. Antara lain masuk dalam kategori eksklusi, karena positif Covid-19 hingga ibu sedang hamil. Ada juga yang berhalangan hadir.

Kolonel (TNI) dr. Jonny Sp.PD-KGH, M.Kes, MM, koordinator riset mengatakan, uji klinis sudah dimulai sebelum akhirnya ada MoU Nota Kesepahaman bersama BPOM, Kementerian Kesehatan, dan TNI AD. Secara etik penelitian, hasilnya menurut dia tetap perlu dipublikasikan.

Hasil uji klinis vaksin dendritik Nusantara dr Terawan Agus Putranto tersebut diklaim tak mencatat kejadian tidak diinginkan (KTD) kategori serius, melainkan hanya kategori ringan saja.

"Hasilnya adalah kejadian tidak diinginkan semua derajat ringan. Terdapat 24 subyek yang mengeluhkan reaksi lokal grade 1," kata peneliti utama vaksin Nusantara berbasis dendritik, dr. Jonny, dalam rapat bersama Komisi VII DPR RI, Rabu (16/6/2021).

Bahkan, anggota DPR-RI dari PDIP Andrian Napitupulu menyatakan dirinya juga ikut dalam uji Klinik II. “Sampai hari ke 53, saya istri dan anak tidak alami gangguan apa-apa. Coba lihat, sampai hari ini dalam dengar pendapat dengan Pak Terawan, saya sehat-sehat saja,” kata Andrian yang kemarin berbaju lengan panjang putih.

 

Kategori Ringan hanya 17

Subjek yang mengalami kejadian tidak diinginkan kategori ringan, yakni pegal 17 orang, memar 3 orang, kemerahan 3 orang, dan gatal 1 orang.

"Pada follow up minggu pertama sampai minggu keempat (pasca vaksinasi) tidak didapatkan kejadian tidak diinginkan reaksi sistemik, tidak didapatkan kejadian serious adverse event sampai pasiennya dirawat di rumah sakit," kata dr Johnny.

Lebih lanjut, Jonny menjelaskan uji klinis Fase II vaksin dendritik tersebut melakukan cek darah lengkap di laboratorium, hingga kimia darah, elektrolit, dan melihat keamanan fungsi hati hingga fungsi ginjal. Hasilnya tak ada kelainan dari hasil pemeriksaan laboratorium.

Jonny juga menyebut uji Fase II vaksin Nusantara dendritik melihat berapa banyak dosis yang cocok diberikan pada subjek. Dari uji tiga kategori yaitu 0,1, 0,3, dan 1,0 mikrogram, dosis 0,1 diklaim Johnny sudah memberikan imunitas seluler yang bermakna, sehingga dipilih 0,1 dosis.

Dengan pemantauan uji Fase II vaksin dendritik Nusantara di minggu pertama hingga keempat setelah vaksinasi, Jonny menyimpulkan hingga saat ini keamanan vaksin baik dan tak tercatat KTD berat atau serius.

"Dari ketiga dosis antigen protein S yang dipakai dalam penelitian ini meningkatkan imunogenisitas seluler terutama sel T. Dosis antigen protein S minimal yang dapat memberikan imunogenisitas seluler optimal adalah 0,1 mikrogram," bebernya. n erc/ana/rmc

Berita Terbaru

Tak Pernah Mengenal Batik, Sri Pontianik Kini Miliki Rumah Produksi dengan 25 Karyawan

Tak Pernah Mengenal Batik, Sri Pontianik Kini Miliki Rumah Produksi dengan 25 Karyawan

Jumat, 06 Nov 2026 11:24 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 11:24 WIB

SURABAYA PAGI, Rembang — Sebuah permintaan sederhana dari pelanggan ternyata mampu mengubah perjalanan hidup Sri Pontianik (48). Perempuan yang sebelumnya b…

Kota Kediri Raih ATM Award 2026, Mbak Wali Tegaskan Pentingnya Deteksi Dini

Kota Kediri Raih ATM Award 2026, Mbak Wali Tegaskan Pentingnya Deteksi Dini

Jumat, 06 Nov 2026 10:52 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 10:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Upaya Pemerintah Kota Kediri dalam pencegahan dan pengendalian penyakit menular kembali mendapat pengakuan. Kali ini, Kota Kediri…

Lewat Program Imigrasi Masuk Desa, Imigrasi Blitar Sosialisasikan Bahaya TPPO dan TPPM pada Masyarakat

Lewat Program Imigrasi Masuk Desa, Imigrasi Blitar Sosialisasikan Bahaya TPPO dan TPPM pada Masyarakat

Jumat, 06 Nov 2026 10:49 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 10:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kantor Imigrasi Blitar berkomitmen untuk memperkuat edukasi keimigrasian kepada masyarakat kali ini bertempat di wilayah Kec.Pomggok…

DLHK Sidoarjo Gelar Rapat Bersama Pelaku Industri untuk Wujudkan Industri yang Berwawasan Lingkungan

DLHK Sidoarjo Gelar Rapat Bersama Pelaku Industri untuk Wujudkan Industri yang Berwawasan Lingkungan

Jumat, 06 Nov 2026 10:46 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 10:46 WIB

SURABAYAPAGI com, Sidoarjo – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Lingkungan Hidup b…

Banjir Lahar Semeru Perlu Percepatan Relokasi Warga

Banjir Lahar Semeru Perlu Percepatan Relokasi Warga

Jumat, 06 Nov 2026 10:43 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 10:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Anggota DPRD Jawa Timur, Lailatul Qodriyah, menyoroti kembali terjadinya banjir lahar dingin Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang. I…

9 Fraksi Setujui Dana Cadangan Pilgub Rp600 M Disiapkan Bertahap

9 Fraksi Setujui Dana Cadangan Pilgub Rp600 M Disiapkan Bertahap

Jumat, 06 Nov 2026 10:40 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 10:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Sembilan fraksi DPRD Jawa Timur menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pembentukan Dana Cadangan Pemilihan G…