Bisnis Rengginang Beragam Varian Beromzet Jutaan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Fransiska dengan regginang produksinya. SP/ SBY
Fransiska dengan regginang produksinya. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Rengginang yang merupakan makanan tradisional terbuat dari nasi atau beras ketan, ternyata bisa menjadi camilan kekinian dengan beragam varian rasa. Lewat merek Adakalanya, Fransiska mengelola usahanya dengan menawarkan produk camilan rengginang berukuran kecil-kecil disertai varian bumbu rasa original terasi, pedas, barbekyu, keju asin, dan cokelat.

Kala itu mereka memulai usaha dengan bermodalkan dana sekitar Rp 100.000-Rp 200.000, memproduksi rengginang dengan ukuran diameter yang cukup besar lewat merek Anugerah Snack. Penjualannya pun berkisar 10-15 kilogram per bulan.

Pemasarannya sangat mengandalkan relasi yakni strategi kabar dari mulut ke mulut (mouth-to-mouth). Namun seiring berjalannya waktu penjualan rengginang kian menurun, menurut Fransiska, semakin banyak orang yang mulai bosan dengan kudapan tradisional tersebut.

Oleh sebab itu, ia menyadari perlu inovasi untuk bisa terus memikat konsumen. Ia pun mulai melakukan riset untuk berinovasi, hingga akhirnya menghasilkan produk rengginang dengan ukuran diameter yang lebih kecil, serta memberikan beragam varian rasa.

Seiring dengan perubahan bentuk rengginang, Fransiska juga melakukan rebranding dari nama Anugerah Snack ke Adakalanya, termasuk pula perubahan pada bentuk kemasan.

Fransiska bilang, setidaknya membutuhkan modal Rp 1 juta untuk keluarganya kembali menjual rengginang dengan jenis baru. "Modal itu mencakup bahan dasar ketan, bumbu, juga packaging," katanya.

Respons pasar yang baik, seiring perkembangan teknologi yang pesat di tengah pandemi, ternyata mendorong penjualan rengginang Adakalanya kian meningkat. Kini penjualannya pun mencapai 50-70 kilogram per bulan.

Tentunya itu dibarengi omzet yang turut melejit. Bila dulunya dengan jenis rengginang yang lama hanya meraup Rp 2 juta- Rp 2,5 juta per bulan, kini dengan inovasi rengginangnya berhasil meraup omzet rata-rata Rp 5 juta, bahkan sempat mencapai Rp 7,5 juta.

Seiring dengan perkembangan zaman, Fransiska mengakui, pemasarannya memang mulai beralih ke digital lewat media sosial Instagram dan WhatsApp, serta marketplace Tokopedia, meski tetap dilakukan juga secara offline dengan mengandalkan relasi.

Perkembangan pemasaran secara online itu, membuat penjualan rengginang Adakalanya meluas ke berbagai daerah Indonesia, diantaranya Banjarmasin dan Bengkulu. Tapi sebagian besar permintaan datang dari sekitar Jabodetabek. Dsy16

Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Siapkan Pelatihan UMKM Warga Jalan Kunti, Ubah Stigma Kampung Narkoba

Pemkot Surabaya Siapkan Pelatihan UMKM Warga Jalan Kunti, Ubah Stigma Kampung Narkoba

Minggu, 18 Okt 2026 15:17 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 15:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya mengubah stigma kampung narkoba yang ada di Jalan Kunti, Surabaya, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah…

Per 2027 Mendatang, Pemkab Sidoarjo Targetkan Seluruh Parkir Gunakan QRIS

Per 2027 Mendatang, Pemkab Sidoarjo Targetkan Seluruh Parkir Gunakan QRIS

Minggu, 18 Okt 2026 14:55 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sebagai upaya dalam meningkatkan transparansi pengelolaan retribusi, memperkuat pengawasan petugas, dan mengoptimalkan pendapatan…

Selesaikan Persoalan di Kota, Pemkot Surabaya Kembali Gelar Inovboyo 2.0

Selesaikan Persoalan di Kota, Pemkot Surabaya Kembali Gelar Inovboyo 2.0

Minggu, 18 Okt 2026 14:50 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 14:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai salah satu program yang sedang digencarkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan di Kota Surabaya, Pemerintah Kota…

Kendalikan Harga Bapokting, Pemkot Gelar Sidak di Lima Stand Pasar di Surabaya

Kendalikan Harga Bapokting, Pemkot Gelar Sidak di Lima Stand Pasar di Surabaya

Minggu, 18 Okt 2026 14:45 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 14:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna menindaklanjuti adanya temuan komoditas minyak goreng bersubsidi dan daging yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET),…

Maraknya Kasus Bullying, Pemkot Dampingi Keluarga Bocah Difabel yang Meninggal di Surabaya

Maraknya Kasus Bullying, Pemkot Dampingi Keluarga Bocah Difabel yang Meninggal di Surabaya

Minggu, 18 Okt 2026 14:38 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 14:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti kasus bullying yang menimpa bocah penyandang disabilitas bernama Zulkarnain Abdil Aziz (10), saat ini Pemerintah…

Terbakar Hebat! 13 Ribu Ayam di Madiun Gosong, Kerugian Capai Rp1 Miliar

Terbakar Hebat! 13 Ribu Ayam di Madiun Gosong, Kerugian Capai Rp1 Miliar

Minggu, 18 Okt 2026 14:16 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 14:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Sebanyak 13 ribu ekor anak ayam milik H. Mursaid di Dusun Banyak, Desa Cabean, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun gosong akibat…