Raup Omzet Jutaan Berbisnis Keripik dari Batang Pisang

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dwi Puji Lestari dengan keripik batang pisang olahannya. SP/ TRG
Dwi Puji Lestari dengan keripik batang pisang olahannya. SP/ TRG

i

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Gedebok alias batang pisang mampu dimanfaatkan Dwi Puji Lestari menjadi bisnis camilan keripik batang pisang. Keripik batang pisang buatan Dwi Puji bertekstur renyah. Tidak alot. Rasa gurih keluar dari bumbu-bumbu yang dicampurkan sebelum digoreng. Bahkan ia dapat mengantongiomzet dari usaha itu mencapai Rp 5 juta per bulan.

Untuk mengolah gedebok, sebelum digoreng, bagian dalam batang pisang terlebih dulu direndam dengan air garam semalaman. Ini untuk menghilangkan getahnya. Setelah itu dicuci berkali-kali dengan air hingga bersih. “Baru dikasih tepung, bumbu, lalu digoreng,” terangnya.

Untuk menambah jenis varian, ia menambahkan bumbu bubuk aneka rasa. Seperti pedas, manis, keju, dan balado. Keripik-keripik itu kemudian dibungkus dalam wadah dua ukuran. Yakni ukuran 75 gram yang dijual Rp 5 ribu dan ukuran 250 gram seharga Rp 12 ribu.

Dalam sehari, rata Dwi Puji mengaku bisa membuat dan menjual rata-rata keripik gedebok sebanyak 50 bungkus. “Batang pisang ini tidak bisa disimpan. Jadi ketika ambil, langsung diolah. Kalau harus menginap dulu, rasanya jadi beda dan kurang enak,” ujarnya.

Selain itu, banyak orang yang sinis dengan camilan buatan mereka. Maklum saja, gedebok memang tak lumrah untuk diolah jadi makanan oleh kebanyakan orang.

Namun, Dwi Puji memastikan olahan makanan yang dibuat aman. Buktinya, camilan mereka telah mendapat izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dari dinas kesehatan setempat.

“Tapi karena banyak yang memandang sebelah mata, jadi diketahui banyak orang. Akhirnya banyak juga yang ingin mencoba,” ujar sang istri.

Penjualan utama keripik batang pisang buatan mereka berasal dari pasar dalam jaringan (daring). Pembeli pun tak terbatas warga Trenggalek saja. “Pembeli dari luar kota juga ada. Seperti dari Kediri, Mojokerto, dan Surabaya,” sambungnya.

Dwi Puji mengakui, produk yang mereka buat belum maksimal. Terutama dari sisi kemasan. Maka dari itu, ia berencana untuk me-rebrending produknya dengan kemasan yang lebih ciamik. Dsy1

Berita Terbaru

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui bantuan pendidikan berupa beasiswa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)…

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya – Memahami kebutuhan kulit menjadi salah satu langkah penting dalam menentukan ritual perawatan yang sesuai kebutuhan. Berangkat dari k…

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

SurabayaPagi, Bandung — Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta merebut gelar juara beregu Campus League Badminton 2026 - The Nationals setelah m…

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Adanya peredaran beras bantuan pangan yang berubah warna di wilayah Semanding Tuban, langsung ditanggapi oleh Bulog Cabang B…

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Penyaluran pupuk bersubsidi di Jawa Timur hingga 21 September 2026 baru mencapai 73,64 persen. Dari total alokasi 2.115.951 ton,…