Sukseskan Pelaksanaan PPKM Darurat, Pemkab Gandeng Toga dan Ormas

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati saat menyimak audiensi tokoh agama dan organisasi masyarakat secara virtual di ruang kerja Bupati. SP/MUHAJIRIN KASRUN
Bupati saat menyimak audiensi tokoh agama dan organisasi masyarakat secara virtual di ruang kerja Bupati. SP/MUHAJIRIN KASRUN

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Segala daya dan upaya memerangi covid 19 dilakukan oleh Pemkab Lamongan. Salah satunya dengan melaksanakan PPKM Darurat Covid-19 dengan ketat dan bisa dimengerti dan di jalankan oleh masyarakat.

Agar pelaksanaan PPKM tersebut cepat mendapatkan respon, Pemkab Lamongan gandeng tokoh agama dan ormas untuk membantu memberikan sosialisasi dan pemahaman akan pentingnya  pelaksanaan PPKM darurat ini, untuk memangkas penyebaran covid-19 yang terus menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Bupati Yuhronur Efendi bersama Kapolres AKBP Miko Indrayana dan Dandim 0812 Letkol Inf Sidik Wiyono, mendengarkan apa yang disampaikan oleh perwakilan  tokoh agama dan ormas di Ruang Kerja Bupati.

 

Salah satu perwakilan ormas Muhammadiyah Lamongan mengungkapkan dukungannya terhadap apa yang telah ditetapkan pemerintah, hanya saja ia meminta perubahan atas kalimat menutup tempat ibadah. Menurutnya akan lebih baik diganti dengan tidak diperbolehkannya pelaksanaan jama'ah yang ditakutkan dapat menimbulkan kerumunan.

Hal serupa juga disetujui oleh tokoh Agama Kristen Lamongan, menurutnya sebagian besar gereja di Lamongan sudah memberlakukan kegiatan ibadah secara online. Hanya saya ia meminta ijin untuk kegiatan peribadatan di gereja tetap ada namun tidak melibatkan masa, maksimal 10 orang untuk memimpin kegiatan live streaming.

Bupati Yuhronur Efendi menanggapi akan memperbaiki istilah ditutup, akan tetapi menurutnya pada prinsipnya kata ditutup memiliki arti tidak digunakan untuk pelaksanaan ibadah berjamaah. "Nanti akan kita kaji lagi, tapi pada prinsipnya tidak digunakan untuk ibadah jama'ah," terangnya.

Terkait pelaksanaan sholat Idul Adha, pria yang biasa dipanggil pak Yes ini menyatakan sementara masih berpegang pada keputusan Kementerian Agama untuk sholat Idul Adha tidak dilaksanakan. Namun hal tersebut tentunya juga menunggu perkembangan dan hasil evaluasi pelaksanaan PPKM Darurat setiap minggunya.

"PPKM darurat ini dimaksudkan bukan membatasi masyarakat, tapi secara substansial lebih pada penyelamatan masyarakat agar covid tidak semakin meluas. Saya juga meminta njenengan memberikan himbauan tambahan, selain patuh aturan dan protokol kesehatan juga membantu secara spiritual dengan ibadah dan do'a," tutup Bupati Yes.

Selain itu, Kapolres Miko Indrayana juga meminta tokoh agama untuk mengajak dan menghimbau masyarakat mematuhi protokol kesehatan. " Kondisi saat ini perlu kita sadari bersama bahwa angka penularan covid benar-benar sangat mengkhawatirkan, begitu juga dengan penularannya. Saya minta tokoh agama untuk menyampaikan kepada jamaahnya untuk memakai masker meski sudah divaksin," kata Kapolres Miko Indrayana.

Dandim 0812 Sidik Wiyono meminta tokoh agama untuk bersama-sama pemerintah mendisiplinkan masyarakat. Ia mengajak secara bersama-sama mengikuti aturan pemerintah. Aturan ini tentu dibuat dengan berbagai pertimbangan untuk kebaikan bersama. 

"Kalau kita memang sudah disiplin benar 1 sampai 2 minggu, dan ternyata sudah baik, bisa kita lakukan sholat Idul Adha. Yang penting saat ini kita fokus mengurangi kegiatan masyarakat," tambah Dandim Sidik Wiyono.

 

Usai berdialog dengan tokoh agama, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan video conference bersama camat untuk memastikan pelaksanaan PPKM Darurat di kecamatan berjalan dengan baik. jir

 

Berita Terbaru

Diduga Tersengat Listrik, Pekerja di Kebonsari Madiun Tewas Saat Perbaiki Instalasi

Diduga Tersengat Listrik, Pekerja di Kebonsari Madiun Tewas Saat Perbaiki Instalasi

Sabtu, 25 Apr 2026 21:51 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 21:51 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Seorang pekerja bernama Wawan Frenki Cahyono (50), warga Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, meninggal dunia didu…

Gubernur Khofifah: Hari Otonomi Daerah 2026 Momentum Perkuat Sinergi Wujudkan Asta Cita

Gubernur Khofifah: Hari Otonomi Daerah 2026 Momentum Perkuat Sinergi Wujudkan Asta Cita

Sabtu, 25 Apr 2026 16:22 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 16:22 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026 harus dimaknai sebagai m…

Adanya laporan keracunan makanan, Pemkot Kediri lakukan Investigasi

Adanya laporan keracunan makanan, Pemkot Kediri lakukan Investigasi

Sabtu, 25 Apr 2026 13:00 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 13:00 WIB

SURABAYAPAGI-KEDIRI :  Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur melakukan investigasi terkait dengan laporan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di …

"The Future of Influence" diluncurkan Vero and Magnifique

"The Future of Influence" diluncurkan Vero and Magnifique

Sabtu, 25 Apr 2026 12:50 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 12:50 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA :  Vero, salah satu agensi komunikasi independen terkemuka di Asia Tenggara, bersama Magnifique, agensi 360 communications di Indonesia, …

KAI Daop 7 Madiun Rutin Lakukan Pengecekan Sarana dan Prasarana dengan Lori Dresin

KAI Daop 7 Madiun Rutin Lakukan Pengecekan Sarana dan Prasarana dengan Lori Dresin

Sabtu, 25 Apr 2026 10:06 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 10:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar -  Daop 7 Madiun melaksanakan kegiatan Tilik Lintas melalui perjalanan lori dresin pada petak jalan antara Stasiun Kertosono hingga …

Mbak Wali Tindak Cepat Kasus Dugaan Keracunan MBG, 73 Siswa Terdampak Kini Membaik

Mbak Wali Tindak Cepat Kasus Dugaan Keracunan MBG, 73 Siswa Terdampak Kini Membaik

Sabtu, 25 Apr 2026 10:02 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 10:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, - Pemerintah Kota Kediri bergerak cepat menindaklanjuti kasus dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa usai mengonsumsi makanan dalam…