Lebih Rawan, Penjualan Obat Lewat Daring

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Obat Azithromycin yang dijual di beberapa toko online.
Obat Azithromycin yang dijual di beberapa toko online.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Dalam satu bulan terakhir ini, penjualan obat covid-19, makin marak dijual secara daring. Obat terapi Covid-19 itu mulai dijual di beberapa WhatsApp Grup (WAG) hingga market place seperti Tokopedia, Shopee hingga Bli-bli.

Menariknya, penjual obat “black market” tersebut berani pasang harga tinggi, karena tahu di apotek dan toko obat tidak melayani pembelian obat tanpa resep dokter.

Hal ini diakui oleh salah satu pedagang farmasi yang meminta namanya tidak dikorankan. Kepada Surabaya Pagi, Rabu (7/7/2021) ia menyebut bahwa penggunaan sistem daring sudah tidak dapat dicegah, sehingga pendekatannya adalah mengatur peredaran obat secara daring.

"Dan saat ini banyak difasilitasi oleh marketplace online seperti Bukalapak, Tokopedia, Blibli, Shopee dan lainnya," kata salah satu pedagang farmasi itu, yang dihubungi secara daring, Rabu sore kamarin.

Ia menyebut, dengan makin maraknya di jual di marketplace, yang bertanggungjawab yakni BPOM. "BPOM wajib bertanggung jawab terhadap pencegahan, pengawasan dan penindakan praktik-praktik peredaran obat yang tidak benar. Termasuk jual obat saat pandemi sekarang ini," ungkapnya.

Lulusan Farmasi Unair ini melanjutkan, mengawasi penjualan obat secara daring atau online, pengawasannya berbeda dangan penjual obat secara konvensional. "Inilah yang berbeda. Karena kalau toko obat online di lapak-lapak itu, tidak terkait sarana seperti adanya tempat fisik (apotek, toko obat), ijin, dan SDM yang terdaftar dan memiliki tanda registrasi/kompetensi," jelasnya.

Bahkan, untuk komoditi yang dijual, bagi penjual toko obat online harus memiliki izin edar resmi, tidak kadaluarsa, berlabel, bukan merupakan obat keras atau obat yang dilarang/dibatasi/ditarik peredarannya oleh BPOM, bukan golongan narkotik dan psikotropik).

"Jadi penimbunan oleh penjual daring dinilai lebih rawan dan harus diawasi lebih ketat.

khususnya system IT yang difasilitasi pihak ke-3 (marketplace)," bebernya. n tim

 

Berita Terbaru

GOTO Dikeluarkan dari Indeks MSCI

GOTO Dikeluarkan dari Indeks MSCI

Selasa, 18 Agu 2026 08:05 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 08:05 WIB

SURABAYAPAGI.com – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengakui pengumuman rebalancing atau penyesuaian ulang konstituen saham indeks MSCI menjadi kabar yang k…

BI Terbitkan Kartu Kredit Indonesia

BI Terbitkan Kartu Kredit Indonesia

Selasa, 18 Agu 2026 08:02 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 08:02 WIB

SURABAYAPAGI.com – Bank Indonesia (BI) dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) resmi menerbitkan salah satu opsi pembayaran dengan fasilitas kredit b…

PT Freeport Proyeksikan Kepada Negara Rp 100 triliun per tahun

PT Freeport Proyeksikan Kepada Negara Rp 100 triliun per tahun

Selasa, 18 Agu 2026 08:01 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 08:01 WIB

SURABAYAPAGI.com – PT Freeport Indonesia (PTFI) memproyeksikan kontribusi kepada negara bisa melebih Rp 100 triliun per tahun. Menurut Presiden Direktur PTFI T…

Rekayasa Kasus,Penjarakan Pemred Raditya, Lukai Wibawa Polri

Rekayasa Kasus,Penjarakan Pemred Raditya, Lukai Wibawa Polri

Selasa, 18 Agu 2026 07:46 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 07:46 WIB

"Peristiwa penjarakan Pemred Raditya adalah tamparan keras. Ini mencoreng wibawa Polri di mata rakyat dan di mata dunia.”…

Urusan Bencana, Menkeu Siapkan Rp 5 Triliun 

Urusan Bencana, Menkeu Siapkan Rp 5 Triliun 

Selasa, 18 Agu 2026 07:42 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 07:42 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan dukungan pembiayaan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan penanganan bencana dan…

Yusril Ajak Generasi Penerus Perkuat Kedaulatan Indonesia

Yusril Ajak Generasi Penerus Perkuat Kedaulatan Indonesia

Selasa, 18 Agu 2026 07:39 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 07:39 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengajak generasi penerus bangsa…