Warga GCM Hentikan Pembangunan Gudang di Lahan Fasum Perumahan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Warga perumahan Graha Candi Mas (GCM) memprotes lahan fasilitas umum (fasum) yang dibangun sebuah gudang secara sepihak oleh Sony Wibisono. SP/Sugeng Purnomo
Warga perumahan Graha Candi Mas (GCM) memprotes lahan fasilitas umum (fasum) yang dibangun sebuah gudang secara sepihak oleh Sony Wibisono. SP/Sugeng Purnomo

i

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo - Warga perumahan Graha Candi Mas (GCM) Desa Gelam Kec Candi Sidoarjo, Selasa (13/7/2021) malam memprotes lahan fasilitas umum (fasum) di sebelah utara Jl Kalasan VI dibangun sebuah gudang secara sepihak oleh Sony Wibisono.

Warga yang berasal dari RT 27 RW 05 langsung memasang spanduk dan plang kayu di bangunan gudang yang berdiri di atas lahan fasum yang sedianya akan diserahkan ke Pemkab Sidoarjo oleh pihak developer PT Mega Karya Graha Candi, namun kini sudah berdiri pondasi dan tembok gudang. Warga juga menempelkan gambar denah penetapan lahan fasum Perumahan Graha Candi Mas yang dibuat tahun 2004 dalam aksi protes tersebut di kantor Balai RW 5 yang lokasinya tidak jauh dari proyek pembangunan gudang tersebut.

"Kami tidak setuju lahan fasum ini jadi lahan pribadi maupun badan usaha. Sesuai kesepakatan bersama, pembangunan gudang itu harus dihentikan, karena menyalahi peruntukan, itu lahan fasum perumahan, kok bisa dikuasai oleh seseorang secara hukum," ujar Ketua RW 05 Perumahan Graha Candi Mas, Puguh Aris Setiawan yang didampingi Ketua RT 27 M Syaroni, Rabu (14/7/2021).

Dikatakan, berdasarkan hasil rapat bersama antara Ketua RW 05 dan Ketua RT 27 serta warga yang dilakukan tanggal 11 Juli 2021 diputuskan bahwa proyek pembangunan proyek gudang tersebut harus dihentikan karena menyalahi peruntukan.

Sesuai dengan gambar situasi peta bidang yang diajukan PT Mega Karya Graha Candi selaku pengembang Perumahan Graha Candi Mas dan telah disetujui oleh Bupati Sidoarjo Win Hendrarso tanggal 22 Juli 2004 bahwa ada lahan seluas 5.244 m2 merupakan fasum lahan penghijauan. Lahan tersebut diantaranya terletak di sebelah utara Jl Kalasan VI dan Prambanan VI Perumahan Graha Candi Mas.

Dengan dasar inilah, warga Perumahan Graha Candi Mas sepakat menghentikan proyek pembangunan gudang tersebut karena berdiri di lahan penghijauan atau fasum yang ditetapkan oleh Pemkab Sidoarjo. Pembangunan gudang tersebut menyakiti hati warga karena jelas telah menabrak aturan, yakni lahan fasum digunakan dan dialihfungsikan untuk kepentingan pribadi.

Disampaikannya, dalam site plan awal, lahan itu diperuntukkan pembangunan fasilitas umum atau lahan hijau. Dijelaskan warga lain, lahan itu telah dijadikan fasilitas untuk tempat ibadah, balai pertemuan dan sarana olah raga, TPS serta fasum lainnya.

"Ke mana lagi warga akan menikmati fasum untuk sarana ibadah, olah raga serta penghijauan, makanya kami akan pertahankan lahan ini menjadi fasum sesuai dengan site plan yang ada yakni tahun 2004. Inilah yang kami perjuangkan sebagai harga mati untuk fasum," terang Hariyadi, warga RT 27 Perumahan Graha Candi Mas.

"Kami menolak jika dibangun untuk kepentingan pribadi. Main bangun saja, padahal itu lahan fasum," celetuk seorang warga lainnya.

 Ketua RW 05 GCM Puguh menambahkan, pihaknya segera menyurati protes warga ke pengembang PT Mega Karya Graha Candi. "Kami berharap manajemen PT Mega Karya Graha Candi selaku pengembang Perumahan Graha Candi Mas untuk menertibkan pembangunan gudang oleh Bapak Sony Wibisono karena jelas telah melanggar peruntukan serta segera mengembalikan fungsi lahan fasum sebagaimana mestinya," ujarnya. sg

 

Berita Terbaru

WN China Keruk Rp 559,8 miliar dari Judol Pornografi

WN China Keruk Rp 559,8 miliar dari Judol Pornografi

Minggu, 28 Jun 2026 21:57 WIB

Minggu, 28 Jun 2026 21:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Polisi masih memburu tersangka YB, warga negara (WN) China sebagai pengendali judi online (judol) dengan modus live pornografi…

Tubuh YTR, Ditato "Love Taufik"

Tubuh YTR, Ditato "Love Taufik"

Minggu, 28 Jun 2026 21:54 WIB

Minggu, 28 Jun 2026 21:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Polda Jawa Barat membenarkan adanya tato di tubuh YTR (29), korban dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan Taufik…

Bloomberg: Indonesia Buka Pintu Bagi “Uang Kotor"

Bloomberg: Indonesia Buka Pintu Bagi “Uang Kotor"

Minggu, 28 Jun 2026 21:51 WIB

Minggu, 28 Jun 2026 21:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ada artikel Bloomberg, 25 Juni 2026, berjudul “Indonesia Opens Door to Dirty Money to Fund Prabowo's Plans” . Bloomberg, menulis I…

Seorang Wanita Lahap Habiskan Tart 25 Menit

Seorang Wanita Lahap Habiskan Tart 25 Menit

Minggu, 28 Jun 2026 21:49 WIB

Minggu, 28 Jun 2026 21:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam waktu 25 menit, seorang wanita melahap habis tart berdiameter 28 cm dengan kandungan 14.000 kalori! Memecahkan rekor dunia…

PSI Siap Lawan PDIP di Tahun 2029

PSI Siap Lawan PDIP di Tahun 2029

Minggu, 28 Jun 2026 21:46 WIB

Minggu, 28 Jun 2026 21:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua DPP PSI, Bestari Barus menyebut PSI percaya bisa unjuk gigi dalam kontestasi politik tahun 2029 mendatang. Dia menyebut PSI…

Saat Libur Sekolah, Tiket Pesawat Tanpa Potongan

Saat Libur Sekolah, Tiket Pesawat Tanpa Potongan

Minggu, 28 Jun 2026 21:43 WIB

Minggu, 28 Jun 2026 21:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pada periode libur sekolah 2026, Kemenhub menyiapkan diskon tiket kereta api ekonomi sebesar 30% untuk 1.174.624 penumpang.…