Ketua Granat Jatim : Oknum Aktivis Anti Narkoba Kok Terseret Kasus Narkoba, kan Konyol !

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dra. Arie Soeripan, M.M selaku Ketua DPD GRANAT Jawa Timur. SP/Anggadia Muhammad
Dra. Arie Soeripan, M.M selaku Ketua DPD GRANAT Jawa Timur. SP/Anggadia Muhammad

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Tertangkapnya Heru Arifin oleh Satreskrim Polres Tanjung Perak mendapatkan perhatian publik. Heru Arifin yang notabene adalah Kepala Penyuluh Narkoba di Gerakan Mencegah dan Mengobati (GMDM) Jawa Timur harus berurusan dengan polisi setelah kedapatan menyimpan tiga poket sabu yang masing-masing di kotak bekas rokok seberat 1,07 gram, 0,43 gram, dan 0,53 gram. Adapun sebuah timbangan elektrik dan 1 HP yang dijadikan alat komunikasi dengan pemasoknya.

Menanggapi penangkapan tersebut, Dra. Arie Soeripan, M.M selaku Ketua DPD GRANAT Jawa Timur amat menyayangkan kelakuan Heru Arifin. Dihubungi oleh Surabaya Pagi via telepon pada Rabu, (14/07/2021) Arie menceritakan bahwa penangkapan tersebut mencoreng nama baik organisasi pegiat anti narkoba lainnya.

"Ya sangat disayangkan terkait ada oknum yang tersangkut kasus narkoba. Dia ini kan paham bahwa narkoba itu berbahaya karena juga edukasi masyarakat, kan konyol jadinya kalo sekarang malah memakai", ujar Arie.

Ia menambahkan bahwa seharusnya pegiat anti narkoba adalah pahlawan bangsa dalam memerangi narkoba. Karena kondisi saat ini peredaran narkoba sudah ada di tahap yang mengkhawatirkan.

"Pegiat ini pahlawan, seharusnya tidak etis pegiat anti narkoba kok malah terjerat kasus narkoba," Imbuhnya.

Ia menjelaskan lebih lanjut faktor - faktor oknum pegiat anti narkoba malah mengkonsumsi narkoba. Ia berpendapat bahwa hal tersebut imbas ketidakmampuan Adaptasi di lingkungan.

"Faktornya kan mereka (oknum) ini kan gabisa menyesuaikan diri dengan lingkungan, bahwa bergabung dengan organisasi anti narkoba dibuat gagah gagahan. Padahalkan gabileh seperti itu, kita ini kepanjangan kaki tangan pemerintah dalam memerangi narkoba", ujarnya.

Arie berpendapat bahwa oknum pegiat anti narkoba yang tertangkap harus segera diadili dengan hukum yang berlaku. Jangan ada tebang pilih karena merasa ada kedekatan dengan petugas. Sehingga ada efek jera dan jadi pelajaran untuk masyarakat dan kawan aktivis lainnya untuk tidak mendekati narkoba.

"Tentunya ya harus diproses sesuai hukum yang ada, jangan ada perbedaan mentang - mentang kenal petugas lalu berbeda, supa juga jadi pelajaran untuk masyarakat dan teman - teman aktivis diluar sana bahwa di mata hukum kita semua sama", katanya.

Arie berharap kepada teman - teman aktivis diluar sana untuk tidak terpengaruh terhadap beberapa oknum aktivis yang mencoreng nama baik organisasi anti narkoba.

"Untuk kawan - kawan penggiat anti narkoba tetap semangat sesuai dengan visi misi organisasi. Kita tidak boleh lemah menghadapi para bandar narkoba", tutup perempuan berkerudung ini. ang

 

Berita Terbaru

33 Negara Bingung Mentan Jamin Stok Pangan Ri Aman

33 Negara Bingung Mentan Jamin Stok Pangan Ri Aman

Senin, 02 Nov 2026 07:31 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:31 WIB

SURABAYAPAGI.com - Alhamdulillah, kita patut bersyukur. Di saat dunia sedang menghadapi ketegangan geopolitik, ancaman krisis pangan dan gangguan rantai pasok,…

Menekraf Dorong Desa jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Menekraf Dorong Desa jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Senin, 02 Nov 2026 07:29 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:29 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf ) Teuku Riefky Harsya mendorong pengembangan potensi desa sebagai sumber pertumbuhan ekonomi kreatif baru,…

Bursa Kripto OKX Siapkan Ganti Rugi hingga Rp 8,19 Miliar jika Ada Peretasan

Bursa Kripto OKX Siapkan Ganti Rugi hingga Rp 8,19 Miliar jika Ada Peretasan

Senin, 02 Nov 2026 07:27 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:27 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bursa aset kripto global OKX merayakan empat tahun pelaksanaan program Proof of Reserves (PoR) bulanan dengan menerbitkan 48 laporan…

10 Negara dengan Biaya Makan Termahal

10 Negara dengan Biaya Makan Termahal

Senin, 02 Nov 2026 07:25 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Uang sebesar US$ 20 atau sekitar Rp 362.543 (kurs Rp 18.127 per US$) yang hanya cukup untuk membeli satu porsi makan di restoran sederhana…

Ngaku Jadi Korban Proyek Fiktif, Warga Gresik Polisikan Eks Wabup Lamongan

Ngaku Jadi Korban Proyek Fiktif, Warga Gresik Polisikan Eks Wabup Lamongan

Senin, 02 Nov 2026 07:23 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Dugaan penipuan berkedok kerja sama proyek pembangunan ruko di kawasan Pasar Wisata, Desa Dibee, Kecamatan Kalitengah, Lamongan, m…

Biaya Resmi Rp600 Ribu, Pengurusan Izin Sumur PDAM ‘Disulap’ Jadi Rp375 Juta

Biaya Resmi Rp600 Ribu, Pengurusan Izin Sumur PDAM ‘Disulap’ Jadi Rp375 Juta

Senin, 02 Nov 2026 07:19 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pengurusan perpanjangan izin pemanfaatan air tanah untuk 21 titik sumur milik Perumda Air Minum Banyuwangi menelan biaya hingga…