Imbas Jalan Ditutup, Warga Kupang Indah Ngedumel

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas kepolisian sedang berjaga dan mengatur di penyekatan Kupang Indah, Jumat (16/7/2021) sore kemarin. Sp/Anggadia
Petugas kepolisian sedang berjaga dan mengatur di penyekatan Kupang Indah, Jumat (16/7/2021) sore kemarin. Sp/Anggadia

i

Kasat Lantas Polrestabes: Untuk Menekan Mobilitas agar Virus Covid-19 Mereda

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Memasuki hari ke 14 PPKM Darurat di Surabaya, lagi-lagi, Satlantas Polrestabes Surabaya menambah satu ruas jalan yang ditutup dalam kaitan menekan mobilitas untuk memutus mata rantai virus Corona. Penutupan di untuk physical distance yakni, ruas Jalan Kupang Indah.

Penutupan jalan tersebut dimulai dari hari Jumat (16/07/2021) semalam pukul 18.00 WIB dan berakhir pukul 05.00 WIB selama PPKM Darurat berlangsung. Apalagi, PPKM Darurat yang sedianya akan berakhir 20 Juli, diperpanjang hingga 31 Juli 2021.

Dari penutupan jalan tersebut, arus lalu lintas dari HR. Muhammad dialihkan menuju jalan Mayjend Sungkono, Dukuh Kupang Barat dan jalan Kupang Jaya.

Selain dari arah HR. Muhammad, arus dari Kupang Jaya juga ditutup dan langsung dialihkan ke jalan Dukuh Kupang Utara.

Penutupan ruas Jalan Kupang Indah ini pun direspon oleh beberapa warga Surabaya yang tinggal di wilayah Kupang Indah dan sekitarnya. Menurut mereka, penutupan itu dianggap kurang efektif dan salah sasaran.

Pasalnya, di wilayah Kupang Indah hingga Kupang Jaya, sejak diberlakukan PPKM, sudah sangat sepi. Bahkan wilayah tersebut sering dijadikan kebut-kebutan. "Lha iya, saya kaget kok mau lewat pulang ke rumah, jalan ditutup. Ngapain jalan kampung itu kok ditutup segala. Jalan Kupang Indah situ lho bukan jalan utama. Lebih baik jalan utama saja cukup. Gini, khan saya kudu muter lagi," ujar Muhammad, saat ditemui Surabaya Pagi, yang kecele harus memutar haluan ke arah Dukuh Kupang, Jumat (16/7/2021).

Hal senada juga diungkapkan Robert, 28, warga yang tinggal di Kupang Indah. Dengan penutupan ini, akses untuk masuk ke rumahnya menjadi terhalang dan harus memakan waktu. "Ini salah tutup. Wong masuk jalan perumahan malah ditutup. Gimana orang-orang mau masuk rumah. Setiap hari sejak PPKM ini situ (Kupang Indah) juga wes sepi," katanya, menggerutu.

Robert sempat bertanya ke polisi yang berjaga di depan barrier yang terpasang setelah traffic light bunderan satelit arah Jl Kupang Indah. "Pak kok ditutup seh?! Gak iso mulih rumah ini!"

"Muter saja mas. Lewat Dukuh Kupang," jawab polisi itu.

Namun, Robert kembali berargumen, "Lha pintu masuk rumah saya lewat sini. Mana di Kupang Indah sekarang banyak portal buka tutup," sebutnya.

"Sudah tenang, sudah kita kondisikan wilayah sana. Lewat Dukuh Kupang Barat situ aja. Nanti keluar Kupang Jaya," jawab polisi itu.

Sementara, menanggapi penutupan akses utama menuju perumahan Ngesong Dukuh Kupang (Kupang Indah dan sekitarnya), Kasatlantas Polrestabes Surabaya menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil guna menekan mobilitas masyarakat agar pandemi Covid 19 cepat selesai.

"Iya bener mas, sesuai dengan evaluasi kita dan juga kebaikan masyarakat agar kita cepat melewati masa-masa sulit ini," ujar Teddy saat dihubungi Surabaya Pagi, Jumat (16/07/2021) .

Ia menambahkan agar masyarakat dapat mematuhi anjuran dan aturan dari pemerintah, terutama untuk tetap menjaga protokol kesehatan.  "Sekali lagi saya himbau agar masyarakat dapat memahami kondisi saat ini dengan tetap menjaga prokes, kita bisa lawan pandemi ini jika ada sinergi yang baik", tutup Teddy.

Dari pantauan Surabaya Pagi pada Jumat, (16/07/2021) malam, lalu lintas tampak lancar karena jumlah pengendara juga menurun. Padahal saat itu adalah jam pulang kerja.

Sebelumnya, Satlantas Polrestabes Surabaya dan Ditlantas Polda Jatim telah menutup tujuah ruas jalan utama di Kota Surabaya. Tujuh jalan tersebut adalah Jalan Ahmad Yani ruas masuk Kota Surabaya, Kemudian tiga ruas jalan Physical Distancing yaitu Jalan Raya Darmo (Al-Falah sampai Polisi Istimewa), Tunjungan (Siola sampai Hotel Majapahit), dan Pemuda (Monkasel sampai air mancur) yang sebelumnya ditutup pukul 20.00 sampai 05.00 WIB, mulai Rabu 7 Juli 2021 lalu sejak 18.00 WIB ditutup 24 jam.

Kemudian tiga ruas jalan yang sebelumnya tidak ditutup, ditutup mulai pukul 20.00 sampai 05.00 WIB. Ketiga ruas jalan itu yaitu Jalan Gubernur Suryo (Sampai depan Gedung Grahadi), Raya Kertajaya (Mulai simpang Darmawangsa sampai Samsat Menur), dan Jemur Andayani (Mulai simpang tiga sampai Kantor Pos). ang/cr3/rmc

Berita Terbaru

Tetap Genjot PAD, Pemkot Malang Pastikan Tak Naikkan Pajak Kendaraan 2026

Tetap Genjot PAD, Pemkot Malang Pastikan Tak Naikkan Pajak Kendaraan 2026

Senin, 08 Jun 2026 15:34 WIB

Senin, 08 Jun 2026 15:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Terkait isu kenaikan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) maupun Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) pada tahun 2026, Pemerintah…

Dinilai Lebih Untung, Petani Bawang Merah di Nganjuk Pilih Jadikan Hasil Panen Sebagai Bibit

Dinilai Lebih Untung, Petani Bawang Merah di Nganjuk Pilih Jadikan Hasil Panen Sebagai Bibit

Senin, 08 Jun 2026 15:28 WIB

Senin, 08 Jun 2026 15:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Nganjuk - Baru-baru ini memasuki musim kemarau, sejumlah petani bawang merah di Desa Sumengko, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, memilih…

Pemkab Probolinggo Percepat Izin Operasional PAUD, Dukung Wajib Belajar Pra Sekolah

Pemkab Probolinggo Percepat Izin Operasional PAUD, Dukung Wajib Belajar Pra Sekolah

Senin, 08 Jun 2026 15:18 WIB

Senin, 08 Jun 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Sebagai bagian dari dukungan terhadap program wajib belajar satu tahun pra sekolah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo…

Dibangun Terpadu, Sekolah Rakyat Jatim 1 Surabaya Gabungkan SD-SMA Dalam Satu Kawasan

Dibangun Terpadu, Sekolah Rakyat Jatim 1 Surabaya Gabungkan SD-SMA Dalam Satu Kawasan

Senin, 08 Jun 2026 15:09 WIB

Senin, 08 Jun 2026 15:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan, saat ini Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengungkapkan Sekolah Rakyat Jawa Timur…

Jadi Magnet Studi Tiru, Produksi Cengkeh di Jombang Tembus 363 Ton per Tahun

Jadi Magnet Studi Tiru, Produksi Cengkeh di Jombang Tembus 363 Ton per Tahun

Senin, 08 Jun 2026 15:03 WIB

Senin, 08 Jun 2026 15:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Menyikapi keberhasilan komoditas perkebunan yang bernilai ekonomi tinggi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang semakin mengukuhkan…

Anggarkan Rp3,7 Miliar, Disperkim Fokuskan Pembenahan Ribuan Ruas Jalan Kelurahan di Magetan

Anggarkan Rp3,7 Miliar, Disperkim Fokuskan Pembenahan Ribuan Ruas Jalan Kelurahan di Magetan

Senin, 08 Jun 2026 14:54 WIB

Senin, 08 Jun 2026 14:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) setempat mulai menyoroti…