Tak Tersentuh Hukum, Jual Beli Miras di Bratang Kalisumo Tetap Aktif Walaupun PPKM Darurat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Transaksi miras di Taman Jembatan jl Raya Bratang Kalisumo. SP/Anggadia Muhammad
Transaksi miras di Taman Jembatan jl Raya Bratang Kalisumo. SP/Anggadia Muhammad

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Seolah tak tersentuh oleh hukum, sekitaran Taman Jembatan Jl Raya Bratang Kalisumo, Surabaya menjadi tempat favorit untuk transaksi minuman keras (miras) walaupun di masa pemberlakuan PPKM Darurat.

Pantauan Surabaya Pagi pada hari Jumat, (16/07/2021) malam. Tempat yang menjadi wilayah hukum antara Polsek Gubeng dan Polsek Wonokromo ini tampak penjual miras nongkrong di pinggir kali tanpa peduli dengan prokes. Beberapa orang tak menggunakan masker dan berkerumun tanpa menjaga jarak.

Mereka yang duduk sambil memegang uang di tangannya adalah pedagang miras. setidaknya terdapat 2 kelompok pedagang yang ada di kawasan ini.

"Beli apa mas? Vodka 180 ribu mas yang besar," ujar salah satu pedagang yang memiliki rambut gondrong.

Salah satu pembeli menjelaskan bahwa ia selalu beli di wilayah tersebut karena aman.

"Nyari di lain susah mas, disini kan sudah terkenal ada dapet jamur juga kalo beli minuman disini," ujar salah satu pembeli yang tidak mau disebutkan namanya.

Berdasarkan informasi yang didapat, harga anggur merk Kawa - Kawa dijual dengan harga Rp 80 ribu, Vodka Iceland 700ml dengan harga Rp 185 ribu dan beberapa jenis miras tersedia disini.

Surabaya Pagi kembali memantau kondisi di hari selanjutnya, Sabtu, (17/07/2021) pada pukul 21.00 WIB. Wilayah tersebut tampak ramai dengan pedagang dan pembeli. Tampak puluhan orang berkerumun dan tak menggunakan masker. Padahal PPKM Darurat telah berjalan hari ke 15 dan banyak jenis usaha halal yang harus tunduk dan patuh pada aturan. Sementara para pedagang miras yang terbilang ilegal masih berjual dengan bebasnya. ang

Berita Terbaru

Reportase Eksklusif Program Asta Cita di Gerbang Kertasusila (1)

Reportase Eksklusif Program Asta Cita di Gerbang Kertasusila (1)

Senin, 04 Mei 2026 22:40 WIB

Senin, 04 Mei 2026 22:40 WIB

SURABAYAPAGI : Berdasarkan data per Mei 2026, program Asta Cita pemerintahan Prabowo-Gibran telah berjalan selama satu tahun lebih yaitu sejak Januari 2025.…

Reportase Ekslusif Program Asta Cita di Gerbang Kertasusila (2)

Reportase Ekslusif Program Asta Cita di Gerbang Kertasusila (2)

Senin, 04 Mei 2026 22:30 WIB

Senin, 04 Mei 2026 22:30 WIB

SURABAYAPAGI : Program Makan Bergizi Gratis di wilayah Gerbang Kertasusila masih menyimpan persoalan keamanan pangan. Tim Surabaya Pagi mencatat 33.626 kasus…

Pasangan Selingkuh di Gunungkidul, Disidang Rakyat

Pasangan Selingkuh di Gunungkidul, Disidang Rakyat

Senin, 04 Mei 2026 22:27 WIB

Senin, 04 Mei 2026 22:27 WIB

SURABAYAPAGI : Warga memergoki pasangan selingkuh di Gunungkidul. Setelah menjalani sidang rakyat, keduanya disanksi membeli material bangunan untuk…

Richard Lee, Cuek Sertifikat Mualafnya Dicabut

Richard Lee, Cuek Sertifikat Mualafnya Dicabut

Senin, 04 Mei 2026 22:20 WIB

Senin, 04 Mei 2026 22:20 WIB

SURABAYAPAGI : Richard Lee, yang masih mendekam di tahanan mendapatkan kabar sertifikat mualafnya dicabut oleh pengurus Mualaf Centre Indonesia sekaligus…

Dosen Tiduri Mahasiswi, Digerebek Istri, Dihujat Legislator

Dosen Tiduri Mahasiswi, Digerebek Istri, Dihujat Legislator

Senin, 04 Mei 2026 22:20 WIB

Senin, 04 Mei 2026 22:20 WIB

SURABAYAPAGI : Nasib mahasiswi yang digerebek saat bersama Dedek Kusnadi, dosen di Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, hingga Senin (4/5)…

Keluarga Direktur Gas PT Pertamina, Menangis di Sidang

Keluarga Direktur Gas PT Pertamina, Menangis di Sidang

Senin, 04 Mei 2026 22:15 WIB

Senin, 04 Mei 2026 22:15 WIB

SURABAYAPAGI : Keluarga dan pendukung mantan Direktur Gas PT Pertamina, Hari Karyuliarto divonis 4,5 tahun penjara, menangis saat mendengar vonis tersebut.     …