Sorotan untuk Presiden Jokowi

"Menkes Harus Mundur, Menteri BUMN Layak Diganti Ahok"

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi karikatur
Ilustrasi karikatur

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta – Akhir minggu kemarin ada dua isu yang bersentuhan dengan kewibawaan presiden Jokowi. Pertama, terkait sebaran poster “Jokowi End Game” yang berisi ajakan untuk menggelar aksi demo, Sabtu (24/7) kemarin. Kedua, sidak presiden Jokowi ke apotik di Bogor, yang ternyata beberapa obat terkait covid-19 sudah lama taka da di pasaran. Dua peristiwa ini menjadi sorotan Ketua Relawan Jokowi Mania (Joman), Immanuel Ebenezer, politisi Partai Gerindra Arief Poyuono dan Fadli Zoon serta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. Dua peristiwa ini menyebab kegaduhan.

Urusan obat vaksin, Luhut bahkan sampai  memberikan arahan kepada jajaran pimpinan provinsi se-Jawa dan Bali serta kementerian dan lembaga terkait. Terutama Dinas Kesehatan bawahan Menteri Kesehatan. Mengingat, kasus kematian pasien Covid-19 meningkat signifikan dalam satu minggu terakhir.

Luhut meminta dinas kesehatan berkoordinasi dengan TNI untuk akses paket obat gratis dari presiden. Selain itu, dia menginstruksikan Satuan Tugas (Satgas) PPKM di level desa harus kembali diaktifkan dan melakukan pemantauan ketat terhadap setiap warga yang terindikasi mengalami gejala Covid-19.

 

Menkes Harus Mundur

"Kunci dalam menangani pandemi ini adalah disiplin dan kerja bahu-membahu. Dengan bersama-sama dan konsisten melakukan dan meningkatkan testing dan tracing, diharapkan mata rantai ini akan terputus,” beber Luhut seperti dikutip dari keterangan resmi Menko Marves, Minggu (25/7).

Soal kekosongan obat covid-19 di apitik juga disorot olitikus Partai Gerindra, Fadli Zon.

Fadli Zon mengingatkan Menkes bahwa, Presiden Jokowi sendiri mengetahui obat antivirus yang dibutuhkan rakyat tidak ada di pasaran.

"Artinya Presiden sendiri telah membuktikan obat antivirus di pasaran tidak ada,’’ kata Fadli Zon sebagaimana dikutip Twitter @fadlizon, Jakarta, Minggu (25/7/2021).

Dengan peristiwa ini, Fadli Zon beranggapan bahwa kini pemerintah gagal dalam menyediakan obat-obatan untuk masyarakat.

"Pemerintah khususnya instansi atau lembaga terkait gagal sediakan obat atau vitamin yang diperlukan rakyat," ujarnya.

Ia lantas membandingkan dengan Menteri Kesehatan di luar negeri yang mana jika hal ini terjadi di negara lain, maka Menteri Kesehatan negara tersebut sudah dipecat.

"Kalau di negara lain Menteri Kesehatannya sudah mundur/dipecat," tulisnya.

 

Lingkaran Jokowi

Sementara terkait rencana unjuk rasa  untuk menolak kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, disoroti dalang rencana aksi. Terutama aktor di balik penyebaran poster itupun mulai dikomentari publik. Mayoritas menuding kelompok oposisi sebagai penyebab kegaduhan.

Tetapi,  Ketua Relawan Jokowi Mania (Joman), Immanuel Ebenezer justru merasa tidak khawatir jika yang menjadi dalang “Jokowi End Game” adalah kelompok oposisi. Immanuel  khawatir, dalang tersebut justru berasal dari orang-orang terdekat Presiden Jokowi.

“Yang harus dikhawatirkan bukanlah oposisi, tetapi intenal atau lingkaran Jokowi yang bermental brutus yang suatu saat pasti berkhianat,” tuturnya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (25/7).

Untuk itu, pria yang akrab disapa Noel ini meminta Presiden Joko Widodo melakukan deteksi dini. Caranya dengan segera merombak orang-orang yang diduga kuat tidak lagi loyal.

“Segera reshuffle kabinet sebelum terlambat!” pinta Immanuel Ebenezer yang telah mengurai dugaan mengenai tiga kelompok di balik aksi nasional yang rencananya akan dilakukan 24 Juli 2021.

 

Resiko Besar Ganti Luhut

Berbeda dengan mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono. Teman Jokowi ini mengungkapkan, saat ini ada pihak yang ingin Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan keluar dari kabinet Presiden Joko Widodo. Ia menyebut, pihak tersebut menginkan Luhut diganti oleh salah satu kader PDIP.

"Ada yang ingin Luhut B Pandjaitan diganti sama kader PDIP," kata Arief Poyuono melalui cuitannya di Twitter Minggu, (25/7/)2021.

Menurut Arief, ide tersebut adalah keliru. Justru risiko besar menanti Jokowi manakala Luhut digantikan."Menurut aku itu salah besar dan high risk. Bisa goyang tahta kangmas @jokowi," katanya.

Hal itu kata Arief, lantaran Luhut selama ini memang sudah ditakdirkan untuk menjaga tahta Presiden Jokowi.

Ia mengibaratkan Luhut dengan salah satu tokoh pewayangan, Bisma.

"Karena LBP (Bisma) itu sudah ditakdirkan sebagai penjaga tahta Jokowi." pungkasnya.

Arief menyebut Luhut Binsar Pandjaitan adalah Menteri yang sudah bertahan selama dua periode Presiden Jokowi.

Praktis, Luhut  dinilai sebagai orang kepercayaan Presiden untuk memimpin kebijakan strategis.

Apalagi kini Luhut kembali ditunjuk oleh Presiden Jokowi untuk memimpin pelaksanaan PPKM Darurat Jawa dan Bali. Termasuk  dengan kebijakan sebelumnya yakni PSBB, Luhut memegang peranan penting dalam pelaksanaan kebijakan penanganan Corona itu.

Sementara banyak pihak meminta agar Presiden Jokowi turun langsung untuk memimpin pemberlakukan PPKM Darurat atau kini disebut PPKM Level 1-4, Jokowi tetap mempercayakan Luhut sebagai komandan lapangannya.

Beberapa elita politik Jakarta yang dihubungi Surabaya Pagi, Minggu semalam mengakui, hubungan Luhut dengan Jokowi, terjadi sejak Jokowi masih walikota Solo dan pengusaha mebel. ‘’Ada Joke dari Pak Luhut, sebelum Jokowi jadi Presiden, sering nunggu pak Luhut Rapat. Kini sebaliknya,’’ katanya.

 

Kinerja Komut Pertamina

Politisi Arief Poyuono juga memuji kinerja Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama, yang berhasil membuat perusahaan minyak dan gas negara itu melakukan restrukturisasi.

Menurut Arief, Ahok  dipindahkan sebagai Menteri BUMN, menggantikan Erick Thohir yang saat ini menjabat.

"Mantap kinerja Pertamina, ini kerja komutnya Ahok untuk Pertamina. Saya berharap Ahok bisa jadi menteri BUMN. Biar sejalan sama misi Presiden Jokowi," kata Arief Poyuono dalam siaran pers, Minggu (25/7).

Menurut Arief, saat ini negara membutuhkan menteri BUMN yang bergerak cepat untuk memenuhi kebutuhan obat masyarakat di masa pandemi Covid-19.

Dia meyakini Ahok bisa menjamin obat terapi Covid-19 dan vitamin tersedia di apotek.Dengan begitu, kata Arief, rakyat mudah mencari pilihan obat dan vitamin, sehingga bisa menekan angka kematian.

"Jangan kayak Erick Thohir cuma ngomong katanya obat-obatan tersedia oleh BUMN farmasi, eh, pas Jokowi iseng-iseng jadi James Bond operasi Covid-19 untuk mencari tahu ketersedian obat-obatan untuk Covid ternyata nihil alias kosong," tambahnya.

Menurut politisi Gerindra, Erick antara kenyataan dan ucapannya sangat bertolak belakang. Arief melihat eks Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Amin itu hanya pandai memilih komisaris BUMN yang jelas menguntungkan pribadinya.

"Nah, Kangmas Jokowi, sudah cukup, copot Erick Thohir dari posisi menteri BUMN ganti sama Basuki Purnama. Kangmas Jokowi dan Ahok itu bisa selaras kerjanya, loh, nantinya bisa duet maut untuk mengelola BUMN," seru Arief. n jk/erc/rmc

 

Berita Terbaru

SIMGROUP Perkuat Transformasi dan Budaya Inovasi Hadapi Perubahan Dunia Kerja

SIMGROUP Perkuat Transformasi dan Budaya Inovasi Hadapi Perubahan Dunia Kerja

Sabtu, 22 Agu 2026 14:21 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 14:21 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Swakarya Insan Mandiri atau SIMGROUP memasuki usia ke-19 dengan membawa semangat transformasi dan inovasi. Mengusung tema Leading t…

ORADO Jatim Bidik Lahirnya Atlet Domino Baru Lewat Turnamen Jurnalis Kemerdekaan 2026

ORADO Jatim Bidik Lahirnya Atlet Domino Baru Lewat Turnamen Jurnalis Kemerdekaan 2026

Sabtu, 22 Agu 2026 13:30 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 13:30 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Turnamen Domino Jurnalis Kemerdekaan 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan domino sebagai cabang olahraga yang mengedepankan s…

KPU Kota Blitar Gelar Bedah Buku Catatan Teknis Pilkada 2024

KPU Kota Blitar Gelar Bedah Buku Catatan Teknis Pilkada 2024

Sabtu, 22 Agu 2026 12:15 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 12:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar — Kantor KPU Kota Blitar gelar bedah buku tentang catatan teknis penyelenggaraan Pilkada serentak tahun 2024 silam, pada Jumat, (…

4 Dekade Berpisah, Alumni SDN 1 Sampung Angkatan 1980 Kembali Berkumpul di Goa Lowo Ponorogo 

4 Dekade Berpisah, Alumni SDN 1 Sampung Angkatan 1980 Kembali Berkumpul di Goa Lowo Ponorogo 

Sabtu, 22 Agu 2026 11:50 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 11:50 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo -Setelah lebih dari empat dekade berpisah, para alumni SDN 1 Sampung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, kembali dipertemukan dalam…

BPK Pastikan Pembangunan Monumen Reog Ponorogo Bisa Dilanjutkan

BPK Pastikan Pembangunan Monumen Reog Ponorogo Bisa Dilanjutkan

Sabtu, 22 Agu 2026 10:10 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 10:10 WIB

SURABAYAPAGI, Ponorogo-Usai terkatung-katung nasibnya pasca Mantan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko terjerat kasus hukum. Pembangunan Monumen Reog dan Museum…

BSI Catat 24,3 Juta Nasabah, Laba Semester I 2026 Tumbuh 11 Persen

BSI Catat 24,3 Juta Nasabah, Laba Semester I 2026 Tumbuh 11 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 20:48 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 20:48 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat pertumbuhan bisnis pada Semester I 2026, ditopang peningkatan jumlah nasabah, penghimpunan …