Dana Investasi Abal-Abal Senilai 100 Juta Euro, Hanya Modus Solekan dan Muiz untuk Menipu

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Terdakwa Solekan dan Abdul Muiz (dua dari kiri), Kedua saksi korban Oey Edward Wijaya dan saksi Jessica (2 dari kanan), saat dipersidangan ruang Candra PN Surabaya, secara online, Senin ( 02/08/2021). SP/Budi Mulyono
Terdakwa Solekan dan Abdul Muiz (dua dari kiri), Kedua saksi korban Oey Edward Wijaya dan saksi Jessica (2 dari kanan), saat dipersidangan ruang Candra PN Surabaya, secara online, Senin ( 02/08/2021). SP/Budi Mulyono

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Solekan dan Abdul Muiz, diduga melakukan penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp 2.681.500.000,-. Dua bos PT Weka Bangun Persada itu dijadikan terdakwa setelah gagal janji mendapatkan dana investasi 100 juta Euro untuk pengembangan bisnis trading gas PT Indonesia Pelita Pratama (IPP) milik Oey Edward Wijaya.

Dalam sidang lanjutan yang digelar di ruang Candra Pengadilan Negeri Surabaya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmad Hari Basuki dari Kejati Jatim menghadirkan saksi Oei Edward Wijaya dan anaknya Jessica sebagai saksi korban, Senin (02/08/2021).

Saksi Edward membeberkan kalau awalnya kedua terdakwa menjanjikan dana investasi pengembangan bisnis, dengan membuka cek 3,8 Miliar, setelah saksi mencairkan dana investasi dengan nilai yang sama pada tanggal 18 September 2019.

Saat saksi Edward akan mencairkan cek yang diberikan oleh kedua terdakwa tersebut, di tanggal 29 September 2019, dana partisipasi tersebut tidak dapat dicairkan, karena diketahui saldo kosong belum terisi.

Dan pihak BRI kaliasin memberikan waktu sampai tujuh hari untuk mengisi saldo yang kosong, dikatakan oleh saksi kalau cek yang diberikan oleh terdakwa adalah asli.Akhirnya saksi Edward menggadaikan agar ada dana masuk.

Jadi kerugian saudara berapa dalam hal ini," tanya jaksa Hari Basuki.

" Kerugian saya 3,8 Miliar pak, baru masuk senilai 1,2 Miliar, jadi kerugian yang ada senilai 2,6 Miliar," jawab saksi Edward.

" Jadi 100 juta Euro itu setara dengan 3,8 miliar ya, yang harus tersedia, dari tawaran dana investasi nantinya," tanya jaksa.

" Ya pak, jadi dana yang harus masuk senilai 3,8 Miliar," jawab saksi Edward.

" Perjanjian itu apa sudah disahkan di depan notaris, dan siapa yang menunjuk notaris tersebut," tanya jaksa lagi.

" Di dibuatkan perjanjiannya pak, tapi belum sempat disahkan oleh notarisnya," ucap saksi.

Pemberian cek oleh terdakwa pada tanggal 19 September 2019, selang beberapa hari para terdakwa memberikan jaminan 20 kilo emas.

Karena tidak ada kejelasan dalam bisnis tersebut, saksi Edward inisiatif menggadaikan emas ke pegadaian senilai 1,2 Miliar.

Sedangkan notaris yang ditunjuk bertempat di Lamongan adalah inisiatif bersama antara terdakwa dan saksi Edward dan yang mengurusi semuanya adalah staf saksi yang bernama indah, yang sebelumnya telah memberikan kesaksian.

Dalam pemberian modal atau investasi ini, adanya gak yang dikatakan oleh kedua terdakwa itu, saksi merasa dikelabui, " tanya hakim Ginting.

" Saya awalnya percaya yang mulia, namun kejanggalan mulai terlihat , saat tanggal 19 September,saya beri 250 euro, tanggal 29 September ternyata dana tidak masuk, ternyata ceknya tidak ada isinya," ungkap saksi.

Berapa sisa kerugian , kan sudah ada emas 20 kilo," tanya hakim.

" Dari 3,8 miliar, dan emas masuk gadai 1,2 miliar, jadi sisa 2,6 miliar yang belum dibayar yang mulia," ujar saksi Edward.

Saksi Jessica anak dari saksi Oey Edward Wijaya, menerangkan bahwa pada tahun 2018 dikenalkan kepada terdakwa Abdul Muiz dan Solekan, Yang mengaku sebagai pensiunan Dirut di salah satu bank swasta.

Terdakwa mengajak saksi Jessica pencairan dana 3,8 Miliar, yang menunggu cek dari terdakwa Solekan.

Saat itu jelas saksi Jessica,terdakwa Solekan menunjukan rekening bereka berisi 500 Miliar di Bank BCA.

Terhadap keterangan kedua saksi, para terdakwa mengatakan kalau memang cek itu tidak ada dananya, dan sudah disampaikan sejak awal, karena masih menunggu.

Sidang agenda saksi selesai, hakim Ginting menunda sidang pada hari Jumat tanggal 6  Agustus 2021, dengan agenda PH terdakwa menghadirkan saksi yang meringankan.

Diketahui, Awalnya kedua terdakwa menawarkan investasi 100 juta Euro untuk pengembangan PT IPP. 

Keduanya menawarkan pinjaman dana investasi sebesar 100 juta Euro. Namun ada administrasi 250 ribu Euro sekitar Rp 3 miliar lebih.

Karena tertarik dengan penawaran kedua terdakwa, PT IPP kemudian mentransfer uang sejumlah 250 Euro atau setara dengan kurs saat itu yakni sebesar Rp Rp. 3.881.500.000,-.

Kemudian kedua terdakwa memberikan cek yang dikeluarkan BRI atas nama PT WBP sebagai jaminan dana 250 Euro yang dikeluarkan oleh PT IPP. 

Terdakwa menjanjikan dalam tempo 3 hari, dana 100 Euro akan cair bila sudah membayar biaya administrasi tersebut.

Setelah tujuh hari, kami masukan cek tersebut dan diberitahu pihak bank jika dana tidak mencukupi.

Terdakwa menjanjikan jalan keluar dengan mengembalikan dana tersebut. 

Perbuatan para terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 378 KUHP dan 372 KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.nbd

Berita Terbaru

Turnamen Elite Sepak Bola Putri U-15 & U-18 Digelar di Kudus, 60 Pemain Dipantau Timnas Indonesia

Turnamen Elite Sepak Bola Putri U-15 & U-18 Digelar di Kudus, 60 Pemain Dipantau Timnas Indonesia

Sabtu, 04 Jul 2026 18:15 WIB

Sabtu, 04 Jul 2026 18:15 WIB

SurabayaPagi, Kudus – Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama HYDROPLUS menggelar HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 pada 5–12 Juli 2026 di Sup…

Pandawa Warung Kopi: Saat Rindu Menjadi Rasa, dan Sydney Menjadi Indonesia

Pandawa Warung Kopi: Saat Rindu Menjadi Rasa, dan Sydney Menjadi Indonesia

Jumat, 03 Jul 2026 21:59 WIB

Jumat, 03 Jul 2026 21:59 WIB

Pandawa Warung Kopi: Saat Rindu Menjadi Rasa, dan Sydney Menjadi Indonesia   Foto Prof. Dr. KH Ma'ruf Amin, mantan Wakil Presiden Republik Indonesia; Dr. …

Warung Oregano Padukan Steak Terjangkau dan Teaching Factory di Kota Madiun

Warung Oregano Padukan Steak Terjangkau dan Teaching Factory di Kota Madiun

Jumat, 03 Jul 2026 19:32 WIB

Jumat, 03 Jul 2026 19:32 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Di tengah menjamurnya bisnis kuliner di Kota Madiun, Warung Oregano hadir dengan konsep berbeda. Usaha UMKM ini mencoba mematahkan a…

Tarif Listrik Triwulan III 2026 Tetap, PLN Siap Jalankan Kebijakan Pemerintah dan Jaga Kualitas Layanan ke Masyarakat

Tarif Listrik Triwulan III 2026 Tetap, PLN Siap Jalankan Kebijakan Pemerintah dan Jaga Kualitas Layanan ke Masyarakat

Jumat, 03 Jul 2026 18:48 WIB

Jumat, 03 Jul 2026 18:48 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan tarif listrik PT PLN (Persero) Triwulan III (periode J…

Ekspor Jatim Turun 2,92 Persen, Impor Melesat 14,36 Persen hingga Mei 2026

Ekspor Jatim Turun 2,92 Persen, Impor Melesat 14,36 Persen hingga Mei 2026

Jumat, 03 Jul 2026 17:30 WIB

Jumat, 03 Jul 2026 17:30 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Ekspor Jawa Timur masih menghadapi tekanan hingga Mei 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat nilai ekspor sepanjang…

BPS Jatim: Inflasi Juni 2026 Naik 0,30 Persen, Dipicu Bensin dan Tiket Pesawat

BPS Jatim: Inflasi Juni 2026 Naik 0,30 Persen, Dipicu Bensin dan Tiket Pesawat

Jumat, 03 Jul 2026 17:26 WIB

Jumat, 03 Jul 2026 17:26 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Pada Juni 2026, Provinsi Jawa Timur kembali mencatat inflasi. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat inflasi secara bulanan…