Sempat Dikira Gila, Kini Sukses Bisnis Kripik Gedebok Pisang

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Robi Priya dnegan produk kripik gedebok pisang miliknya. SP/ MDN
Robi Priya dnegan produk kripik gedebok pisang miliknya. SP/ MDN

i

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Robi Priya yang merupakan pengusaha asal Kota Madiun, Jawa Timur berhasil mengubah gedebok pisang menjadi makanan yang renyah dan bernilai ekonomi tinggi. Saat ini, keripik gedebok pisang kreasinya itu sudah dipasarkan hingga ke Hongkong.

Namun sebelum sukses, Robi merupakan salah satu korban pemutusan hubungan kerja (PHK) di salah satu perusahaan yang ada di Kota Madiun. Pandemi Covid-19 benar-benar membuatnya sempat frustrasi menjalani kehidupan.

Istrinya yang saat itu masih bekerja sebagai salah satu admin online shop di wilayah Gorang Gareng, Kabupaten Magetan, menjadi satu-satunya tumpuan. Tetapi, nasib baik belum memihak pasangan suami istri muda ini.

Sebulan setelah menikah, istrinya kemudian menjadi korban PHK. Online shop tempat kerja istri Robi mengurangi karyawan karena selama pandemi orderan juga sangat sedikit.

Tidak mau terus berlarut dalam kesedihan, Robi kemudian mencoba peruntungan dengan berjualan jajanan pentol keliling. Bermodal sekitar Rp1,5 juta, ia membeli gerobak untuk berjualan pentol.

Lagi-lagi nasib baik belum menghampirinya. Ia hanya menjalankan usaha berjualan pentol itu sepekan saja. Setelah itu, gerobak tersebut hanya teronggok di depan rumah.

Hingga akhirnya pada akhir September lalu, Robi diberitahu orang tuanya ada pelatihan wirausaha yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Bojonegoro. Ia pun mendaftarkan diri untuk mengikuti pelatihan tersebut.

Robi mengaku sempat dikira gila oleh orang lain karena membuat makanan dari gedebok pisang. Namun, hal itu tidak dihiraukannya. Hingga akhirnya, ia menemukan jalan untuk mempromosikan produknya itu.

Iseng-iseng, dia mengunggah produk keripiki gedebok pisang tersebut di Facebook. Tak disangka ternyata antusias warganet sangat tinggi. Banyak orang yang penasaran kemudian membeli keripik gedebok pisang itu. Toko oleh-oleh di wilayah Madiun, Caruban, hingga Ponorogo pun banyak yang memesan keripik itu.

Sehari rata-rata, ia bisa menjual keripik gedebok yang diberi brand Master Kethebog ini sekitar 5 kg. Seiring berjalannya waktu, pesanan bukan hanya dari wilayah Madiun dan sekitarnya saja. Dia pun sudah mendapatkan order dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang ada di Hongkong.

Robi mencatat sudah dua kali menerima pesanan dari PMI di Hongkong. Pesanan pertama sebanyak 50 kg dan pesanan kedua 100 kg.

Lantaran pesanan semakin banyak, lanjutnya, kini ia pun dibantu oleh tiga karyawan. Menurutnya, kalau pesanan banyak tidak mungkin bisa dikerjakan seorang diri.

Pada bulan pertama usahanya berjalan, dia mampu meraih omzet hingga Rp30 juta dengan menjual keripik gedebok pisang seharga Rp70.000/kg. Dia berharap usahanya ini bisa berkembang dan menjadi sumber perekonomian keluarga. Dsy5

Berita Terbaru

Bank Jatim Perkuat Sinergi dengan DPD REI Jawa Timur, Percepat Penyaluran Kredit Perumahan

Bank Jatim Perkuat Sinergi dengan DPD REI Jawa Timur, Percepat Penyaluran Kredit Perumahan

Senin, 12 Okt 2026 17:56 WIB

Senin, 12 Okt 2026 17:56 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pengembang perumahan…

Demi Keselamatan, KAI Daop 7 Madiun Perketat Pengawasan Operasional Lewat Sidak Malam

Demi Keselamatan, KAI Daop 7 Madiun Perketat Pengawasan Operasional Lewat Sidak Malam

Senin, 12 Okt 2026 16:01 WIB

Senin, 12 Okt 2026 16:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun terus memperketat pengawasan operasional dan menegaskan komitmennya,…

Kantor Imigrasi Blitar Permudah Pengurusan Paspor melayani Masyarakat Lewat PASPORIA di CFD

Kantor Imigrasi Blitar Permudah Pengurusan Paspor melayani Masyarakat Lewat PASPORIA di CFD

Senin, 12 Okt 2026 15:59 WIB

Senin, 12 Okt 2026 15:59 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar menghadirkan layanan PASPORIA (Paspor Ceria) di kawasan Car Free Day (CFD) Tulungagung, pada…

Peringati HUT ke-81 Provinsi Jawa Timur, Pemkot Mojokerto Perkuat Semangat Pembangunan Berkelanjutan

Peringati HUT ke-81 Provinsi Jawa Timur, Pemkot Mojokerto Perkuat Semangat Pembangunan Berkelanjutan

Senin, 12 Okt 2026 15:49 WIB

Senin, 12 Okt 2026 15:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto menggelar upacara peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Lapangan Sasana Praja Abhipraya B…

Lewat Agregator COOSAE, Pemkot Batu Perkuat Akses Pasar Petani Lebih Luas

Lewat Agregator COOSAE, Pemkot Batu Perkuat Akses Pasar Petani Lebih Luas

Senin, 12 Okt 2026 15:47 WIB

Senin, 12 Okt 2026 15:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Guna menghubungkan pasokan hasil panen petani dengan pasar modern secara berkelanjutan, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terus…

Viral! Aksi Penistiaan Agama, Pemuda di Bondowoso Tempelkan Alat Vitalnya ke Al-Quran

Viral! Aksi Penistiaan Agama, Pemuda di Bondowoso Tempelkan Alat Vitalnya ke Al-Quran

Senin, 12 Okt 2026 15:18 WIB

Senin, 12 Okt 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Baru-baru ini jagad maya dihebohkan dengan unggahan video yang menampilkan pemuda menempelkan alat vitalnya ke kitab suci…