Vaksin Sinovac Berisiko Lebih Tinggi Sebabkan Bell's Palsy

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Seseorang yang sedang disuntik vaksin menggunakan Sinovac. SP/ SBY
Seseorang yang sedang disuntik vaksin menggunakan Sinovac. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebuah studi yang dilakukan para ilmuwan di Hong Kong mengamati kejadian lumpuh wajah sebelah atau Bell's Palsy usai menerima vaksin Covid-19. Namun penerima vaksin Sinovac lebih tinggi mendapatkan risiko penyakit tersebut dibandingkan Pfizer.

Temuan mereka menunjukkan risiko Bell's palsy cenderung lebih tinggi pada penerima CoronaVac, vaksin Covid-19 buatan Sinovac. Studi ini diterbitkan dalam jurnal medis The Lancet Infectious Disease.

Sementara itu, kejadian diklaim serupa terjadi di penduduk Israel. Kementerian Kesehatan Israel memberi klarifikasi bahwa efek samping ini bukan hal yang mengkhawatirkan. Petugas menyebut bahwa kelumpuhan akan sembuh dengan sendirinya.

"Kami tidak mengkhawatirkan efek samping, ini sifatnya ringan dan tidak berbeda jauh dengan apa yang terjadi pada vaksin lain," kata Dr Erez Libel dari Clalit HMO, Rabu (20/1/2021).

Dalam dokumen resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), kasus Bell's palsy memang dilaporkan pernah terjadi pada empat dari 18.801 relawan uji klinis vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech. Hanya saja kasusnya dianggap tidak signifikan karena tingkat kejadian tersebut sebetulnya tidak berbeda jauh dari populasi umum.

"Frekuensi kejadian Bell's palsy pada kelompok yang divaksin konsisten dengan tingkat kejadian Bell's palsy pada populasi umum. Tidak ada bukti kuat untuk menyimpulkan hubungan sebab-akibat," tulis FDA dalam laporan yang dipakai sebagai dasar izin darurat vaksin.

Selain itu, menanggapai adanya kasus tersebut, mekanisme terjadinya Bell's palsy pada pasien setelah vaksinasi tidak jelas, penelitian tersebut mengakui, menyerukan penyelidikan lebih lanjut.

"Bell's Palsy setelah vaksinasi jarang terjadi, dan sebagian besar gejalanya ringan dan membaik dengan sendirinya," kata perwakilan Sinovac Liu Peicheng, Rabu (18/8/2021).

Liu mengatakan Sinovac belum mendeteksi risiko Bell's Palsy dalam analisis data dari otoritas pengendalian penyakit China, Pusat Pemantauan Uppsala dari Organisasi Kesehatan Dunia, atau basis data unitnya untuk kejadian buruk setelah imunisasi.

"Menurut data saat ini, manfaat dan perlindungan CoronaVac jauh lebih besar daripada risiko yang mungkin terjadi," kata Liu.

"Masyarakat harus divaksinasi penuh tepat waktu dengan CoronaVac untuk mencegah infeksi Covid-19 dan memblokir penularan virus," tutupnya. Dsy9

Berita Terbaru

Lewat Festival Literasi 2026, Pemkab Madiun Dorong Minat Baca Siswa SD dan SMP

Lewat Festival Literasi 2026, Pemkab Madiun Dorong Minat Baca Siswa SD dan SMP

Kamis, 29 Okt 2026 11:31 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 11:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Lewat kegiatan Festival Literasi tahun 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, berupaya mendorong minat baca siswa SD dan SMP,…

Pembangunan 129 Unit KDKMP di Kabupaten Jember Rampung 100 Persen

Pembangunan 129 Unit KDKMP di Kabupaten Jember Rampung 100 Persen

Kamis, 29 Okt 2026 11:24 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 11:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Progres pembangunan koperasi desa/kelurahan merah putih (KDKMP) di Kabupaten Jember kini telah rampung. Sebanyak 129 unit KDKMP…

Pembebasan Lahan ‘Flyover’ Gedangan, Pemkab Sidoarjo Siapkan Rp450 Miliar

Pembebasan Lahan ‘Flyover’ Gedangan, Pemkab Sidoarjo Siapkan Rp450 Miliar

Kamis, 29 Okt 2026 11:14 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 11:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sesuai tahapan dan ketentuan perundang-undangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo telah menyiapkan anggaran Rp450 miliar…

Langgar Ketentuan Ijin Tinggal di Indonesia, Imigrasi Blitar Deportasi Dua Warga Negara Thailand

Langgar Ketentuan Ijin Tinggal di Indonesia, Imigrasi Blitar Deportasi Dua Warga Negara Thailand

Kamis, 29 Okt 2026 11:12 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 11:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kantor Imigrasi Blitar mendeportasi dua warga negara Thailand yakni AD (20) dan FK (19), keduanya dipulangkan ke negara asal setelah…

Buntut Antrean Panjang BBM, Polres Blitar Bekuk Penimbun BBM Jenis Pertalite dan Solar

Buntut Antrean Panjang BBM, Polres Blitar Bekuk Penimbun BBM Jenis Pertalite dan Solar

Kamis, 29 Okt 2026 11:10 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 11:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Akal licik MSS 40 warga Desa Sumberjati Kec.Kademangan Kab. Blitar pelaku penimbum BBM Solar dan Pertalite bersubsidi harus…

Dinkes Situbondo Catat Kasus Influenza-Like Illness Alami Penurunan 22 Persen

Dinkes Situbondo Catat Kasus Influenza-Like Illness Alami Penurunan 22 Persen

Kamis, 29 Okt 2026 10:52 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 10:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Situbondo mencatat kasus Influenza-Like Illness atau ILI di daerah itu mulai mengalami…