Eksis Inovasikan Sampah Plastik Jadi Kerajinan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Slamet Riyadi dengan salah satu kerajinan dari sampah plastiknya. SP/ SBY
Slamet Riyadi dengan salah satu kerajinan dari sampah plastiknya. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sampah plastik kian melonjak namun sangat jarang orang yang mengetahui dan memahami dengan baik proses daur ulang plastik secara mekanik karena mahalnya harga mesin yang bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Melihat permasalahan tersebut, Slamet Riyadi memiliki solusi alternatif atas permasalahan sampah plastik yang tak mudah terurai oleh alam dan butuh waktu yang lama.

Salah satu kerajinan Slamet Riyadi dari bahan sampah plastik. SP/ SBY

Slamet Riyadi memulai menjalankan usaha daur ulang sampah non-organik. Pada awalnya, dia mengolah sampah jenis plastik dan kertas. Tetapi, setelah mengamati dengan seksama, Slamet Riyadi akhirnya lebih memilih fokus di bahan aluminium foil.

Memang, bahan ini menjadi standar internasional yang digunakan untuk beberapa produk seperti susu, kemasan deterjen, pasta gigi, makanan dan obat-obatan.

Menurut BPPT, bahan aluminium foil membutuhkan waktu sekitar 170 tahun lebih agar bisa terurai sempurna oleh alam.

Bagi pak Slamet, pemilihan bahan ini untuk proses daur ulang plastik bukanlah tanpa alasan. Dia memilihnya karena pada dasarnya aluminium foil memang tahan lama, bagus, elastis dan mudah dibentuk.

Bahan-bahan yang didapatkan oleh Pak Slamet, merupakan kerjasama dirinya dengan para pemulung. Berbeda dengan sampah plastik kemasan gelas air mineral dan botol yang bernilai lumayan tinggi, aluminium foil bagi pengepul tidak ada nilainya.

Namun, setelah mendengar kabar bahwa ada yang memanfaatkannya, pemulung pun mulai mengumpulkan beberapa kilo aluminium foil dan dijual kepada Slamet.

Sekitar 20 pemulung mengumpulkan sampah tube pasta gigi, dibersikan, lalu dijual kepada Slamet. Namun, karena Slamet membutuhkan limbah plastik ini dalam jumlah yang besar untuk sekali proses produksi, maka dia tak mengandalkan cuma dari pemulung saja.

Dia juga memiliki kerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang memiliki banyak limbah plastik tube pasta gigi rejected (tak layak jual), yaitu perusahaan PT. Delident Internasional. Dsy10

Berita Terbaru

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…