Sulap Tabung Apar, Jadi Tabung Oksigen, Warga Simorejo Ditangkap Ditreskrimsus Polda Jatim

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tersangka NW merubah tabung apar jadi tabung oksigen diamankan Ditreskrimsus Polda Jatim, Rabu (18/8/2021)
Tersangka NW merubah tabung apar jadi tabung oksigen diamankan Ditreskrimsus Polda Jatim, Rabu (18/8/2021)

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Ditreskrimsus Polda Jatim membongkar pembuatan tabung oksigen palsu kepada masyarakat. Dari kasus ini polisi mengamankan satu tersangka dan barang bukti, Rabu (18/8/2021).

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta didampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko dan Ditreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Farman menerangkan, pihaknya mendapat informasi dari masyarakat adanya edaran tabung oksigen palsu kemudian dilidik untuk menemukan barang bukti.

Selanjutnya, anggota melakukan penyelidikan. Karena, pelaku menjual lewat media sosial, pihaknya bekerja sama dengan cyber untuk mengetahui lokasi pelaku. Tak butuh waktu lama, akhirnya anggota mengetahui lokasi pelaku dan langsung diamankan.

"Kita amankan satu tersangka berinisial NW alias NG umur 52,"terang Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta.

Tersangka merupakan warga Simorejo Kelurahan Sukomanunggal Kecamatan Simomulyo, Surabaya. "Rumah pelaku juga dipergunakan sebagai bengkel apar,"paparnya.

Sedangkan modus pelaku tersangka NW mempunyai usaha CV SAK yang bergerak di bidang pengisian alat pemadam kebakaran dan repacking/modif/produksi dari tabung pemadam kebakaran (CO2).

Kemudian, tabung APAR ( Alat Pemadam Api Ringan CO2), bekas dengan ukuran volume 1 meter kubik, 1,5 meter kubik, didapat dari konsumen yang tidak mengambil kembali pada saat melakukan pengisian tabung.

Selanjutnya, tabung tersebut dikeluarkan isinya dan dibersihkan dalamnya, dalam melakukan hal tersebut tersangka tanpa dilengkapi dengan standar sterilisasi kesehatan/medis. Kemudian, oleh pelaku dilakukan pengecekan ulang dengan warna putih dan selanjutnya dilakukan pengisian oksigen (O2), dimana tidak dilakukan pengujian terlebih dahulu dan tersangka tidak mempunyai keahlian bidang kesehatan.

Tabung tersebut, dirakit dengan menambahkan regulator oxygen kemudian menindas tulisan atau gedrikan oksigen pada tabung dan menempelkan stiker bertuliskan O2 Oxygen sehingga terlihat seperti tabung Oksigen baru.

"Dijual kepada konsumen atau pemakai dengan sistem pembayaran via transfer dan bertemu langsung,"paparnya.

Barang bukti yang diamankan diantaranya + 800 tabung apar dan tabung selam yang akan dimodifikasi sebagai tabung oksigen yang diamankan di TKP, 4 tabung ukuran 6 M3 yang berisi Oxygen (O2), 9 tabung ukuran 6 m3 yang berisi kosong, 43 tabung ukuran 1 M3 kosong warna putih, 20 tabung ukuran ½ M3 kosong warna putih, 3 tabung ukuran 1 ½ M3 kosong warna putih, 5 tabung bekas ukuran 1 ½ M3 kosong (bahan), 2 tabung bahan ukuran ½ M3 kosong ( bahan ), 2 tabung CO2 ukuran 1 ½ M3 dalam keadaan isi CO2 warna merah (damkar), 15 buah besi kaki tabung, 1 bendel karbit las listrik, 1 mesin las merek SMART dengan daya 450 Watt, 1 unit kompresor cat beserta airbrush, 1 kaleng ukuran 1 Kg cat warna putih dengan merek Top Colors, 1 tabung ukuran 6 M3 kosong warna kuning, 6 buah cat semprot kaleng yang sudah terpakai, 65 buah kran, 1 bendel stiker bertuliskan tabung “Oxygen Medical Grade”, 42 buah Valep,  1 kaleng 1 Kg cat merek Suzuka, 1 buah palu, 7 buah drip besi cetakan huruf dan angka (5,2,C,1,P), 4 buah tabung ukuran 1 M3 berisi Oxygen (O2), 1 buku tabungan mandiri a/n NGW, 6 buah bukti pembayaran pengisian oksigen ke CWMS, 1 bukti transaksi penjualan tabung Oksigen (O2).

Akibat perbuatannya tersangka dijerat pasal 106 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, Pasal 24 dengan pidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp. 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

Melanggar Pasal 113 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan yang berbunyi: Pelaku Usaha yang memperdagangkan Barang di dalam negeri yang tidak memenuhi SNI yang telah diberlakukan secara wajib atau persyaratan teknis yang telah diberlakukan secara wajib sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Melanggar Pasal 196 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Kesehatan yang berbunyi: Setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar dan/atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan, dan mutu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Melanggar Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Kesehatan yang berbunyi: Setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah).

Melanggar Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) Huruf (J) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen yang berbunyi : memperdagangkan barang tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memuat nama barang, ukuran, berat/isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, tanggal pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus dipasang/dibuat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) Huruf (J) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2.000.000.000,00 (dua milyar rupiah). nt

Berita Terbaru

Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Tiga Daerah, Anggaran Capai Rp46,9 Miliar

Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Tiga Daerah, Anggaran Capai Rp46,9 Miliar

Jumat, 15 Mei 2026 22:05 WIB

Jumat, 15 Mei 2026 22:05 WIB

SurabayaPagi, Tulungagung – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan rehabilitasi dan revitalisasi 45 SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di K…

Walk for Peace 2026 Singgah di Grahadi, Khofifah Serukan Harmoni Antarumat Beragama

Walk for Peace 2026 Singgah di Grahadi, Khofifah Serukan Harmoni Antarumat Beragama

Jumat, 15 Mei 2026 22:00 WIB

Jumat, 15 Mei 2026 22:00 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut kedatangan 57 Bhikkhu lintas negara yang menjalankan perjalanan spiritual I…

BSI Buka Kembali Scholarship untuk 5.250 Mahasiswa dan Pelajar

BSI Buka Kembali Scholarship untuk 5.250 Mahasiswa dan Pelajar

Jumat, 15 Mei 2026 21:22 WIB

Jumat, 15 Mei 2026 21:22 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) melalui program BSI Scholarship kembali membuka akses pendidikan bagi ribuan generasi m…

KCB Jatim Laporkan Dugaan Pungli di DLH, Siap Bongkar Nama Pejabat dan Swasta Terlibat

KCB Jatim Laporkan Dugaan Pungli di DLH, Siap Bongkar Nama Pejabat dan Swasta Terlibat

Jumat, 15 Mei 2026 19:13 WIB

Jumat, 15 Mei 2026 19:13 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Koordinator Komunitas Cinta Bangsa (KCB) Jawa Timur, Holik Ferdiansyah, menyatakan akan mengungkap nama-nama pejabat serta pihak s…

Bayi Laki-laki Dibuang di Ring Road Kota Madiun, Ditemukan Dalam Tas Kertas Coklat 

Bayi Laki-laki Dibuang di Ring Road Kota Madiun, Ditemukan Dalam Tas Kertas Coklat 

Jumat, 15 Mei 2026 12:55 WIB

Jumat, 15 Mei 2026 12:55 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Warga di kawasan Ring Road Kota Madiun digegerkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki yang diduga sengaja dibuang di tepi jalan, …

Innovation Gateway Cetak Inovasi Unggulan, PLN UIT JBM Dorong Transformasi Kelistrikan

Innovation Gateway Cetak Inovasi Unggulan, PLN UIT JBM Dorong Transformasi Kelistrikan

Kamis, 14 Mei 2026 20:05 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 20:05 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong budaya…