Pasien Covid-19 di Rumah Sehat Surabaya Menurun Drastis

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Rumah sehat di Surabaya terpantau kosong tanpa pasien. Dalam sepekan terjadi penurunan pasien yang dirawat secara isoter ini. SP/Semmy Mantolas
Rumah sehat di Surabaya terpantau kosong tanpa pasien. Dalam sepekan terjadi penurunan pasien yang dirawat secara isoter ini. SP/Semmy Mantolas

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Rumah isolasi terpadu (isoter) Covid-19 di Surabaya beberapa hari terakhir terus mengalami penurunan yang cukup signifikan. Bahkan, sejak diresmikan oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, secara harian, rata-rata tidak sampai 10 pasien. Bahkan kini beberapa rumah sehat terlihat kosong tanpa pasien covid-19.

Ini hasil penelusuran Surabaya Pagi di sejumlah isoter Covid-19 Rumah Sehat bentukan Pemkot Surabaya. Salah satunya adalah rumah sehat di kelurahan Tambaksari. Lokasi SD Tambaksari III yang dimanfaatkan sebagai rumah sehat  sudah tak terisi pasien sejak 12 Agustus 2021 lalu. Sebelumnya rumah sehat ini, telah merawat 9 orang pasien tanpa gejala (OTG).  "Terakhir hari Kamis tanggal 12 Agustus, ada 6 orang yang dinyatakan sembuh. Sebelum mereka, ada 3 orang sudah sembuh juga. Jadi sekarang kosong," kata Sekertaris Kelurahan Tambaksari Sudjiarto kepada Surabaya Pagi, Rabu (18/08/2021).

Dari 9 orang yang dirawat kata Sudjiarto, 1 diantaranya adalah balita berusia 2 tahun. Sementara sisanya adalah pasien dengan usia rerata 25 tahun ke atas. "Pasien laki-laki ada 7 orang dan perempuan 2 orang," terangnya.

Rumah sehat Tambaksari sendiri memiliki 5 ruang isolasi. Ke-5 ruang ini dapat menampung 8 hingga 10 pasien. Lebih lanjut ia menyampaikan, 9 pasien yang pernah dirawat merupakan hasil tracing yang dilakukan oleh satgas kelurahan bersama TNI maupun Polri. "Setiap ada info kasus dari DKK Surabaya melalui puskemas, kami di kelurahan bersama 3 pilar langsung lakukan tracing," katanya

 

Cukup Efektif

Terkait operasional rumah sehat, Sudjiarto menyampaikan, pihaknya bekerja secara gotong royong dengan masyarakat menjaga dan mengawasi rumah sehat. Sementara untuk petugas medis didatangkan dari Puskesmas Rangkah. "Saya kira ini cukup efektif khususnya bagi warga yang tanpa gejala atau OTG. Untuk petugas, kita roling, pagi yang jaga dari kelurahan, malam itu warga," katanya.

Kondisi serupa juga terjadi di rumah sehat kelurahan Pacar Keling yang berlokasi di SMPN 29 Surabaya. Berdasarkan pantauan Surabaya Pagi di lapangan, 3 ruangan isolasi yang digunakan terlihat sepi tanpa pasien.

Beberapa tempat tidur terlihat bersih pertanda telah dibersihkan oleh petugas. Dodik Fahamsyah selaku petugas operasional rumah sehat menyampaikan, pasien covid-19 telah dinyatakan sembuh sejak tanggal 11 Agustus 2021 lalu.

 

Nol Pasien Covid-19

Jumlah pasien yang dirawat sejak dibukanya rumah sehat pada 28 Juli adalah sebanyak 6 orang, dengan rincian laki-laki sebanyak 3 orang dan perempuan sebanyak 3 orang. "Kosong mas gak ada pasien, infonya hari ini kalau gak sore malam akan ada 1 orang yang masuk," kata Dodik

Sejak pasien terakhir keluar, Dodik bersama beberapa petugas kebersihan, melakukan sterilisasi ruangan. Mulai dari penyemprotan disinfektan hingga pengecekan sirkulasi udara pada ruang kelas yang digunakan sebagai tempat isolasi pasien. "Kemarin kita gunakan 1 ruangan untuk rawat 6 pasien itu. Jadi ruangan yang dipake setiap harinya kita bersihkan, karena takut masih ada sisa-sisa virus yang menempel," ucapnya.

Kondisi tidak adanya pasien di rumah sehat juga terjadi di kecamatan Gubeng. SDN 1 Gubeng Airlangga yang digunakan sebagai rumah sehat terpantau tutup. Bahkan tidak ada aktivitas sama sekali di lokasi tersebut.

 

Tak Pernah Digunakan

Sugeng selaku Sekertaris camat Gubeng saat ditemui di ruangannya menyampaikan, semua rumah sehat yang ada di kecamatan Gubeng tidak pernah digunakan sama sekali sejak dibuka pada 28 Juli 2021 lalu. "Total di kecamatan Gubeng ada 6 rumah sehat. Ya alhamdulillah selama ini tidak digunakan, ya karena gak ada pasien covid-19 khususnya mereka yang tanpa gejala," kata Sugeng kepada Surabaya Pagi.

Perlu diketahui, rumah sehat besuhatan walikota Surabaya hanya dipergunakan untuk mengisolasi pasien covid-19 yang tidak bergejala atau OTG. Sementara bagi mereka yang bergejala dapat menjalani perawatan lebih lanjut baik di puskesmas maupun rumah sakit.

Kendati tidak ada pasien, pihaknya terus melakukan tracing kepada masyarakat di wilayah Gubeng. Selama 1 bulan terakhir, hasil tracing yang dilakukan menunjukan rerata dalam sehari terdapat kurang lebih 8 hingga 10 orang yang terpapar virus covid-19. "Tapi waktu bulan-bulan pertama itu bisa sampai 100 dalam sehari. Sekarang mulai landai, mungkin masyarakat mulai sadar. Apalagi sekarang ada PPKM juga," ucapnya.

Secara kapasitas, setiap rumah sehat yang ada di kecamatan Gubeng dapat menampung sekitar 18 hingga 25 pasien. "Tapi karena tidak ada pasien jadi rumah sehat tidak terpakai. Kalau untuk zona aman, Airlangga ini sudah hijau, sisanya masih kuning dan orange," pungkasnya. sem/cr2/ril/rmc

Berita Terbaru

Usut Tuntas Dugaan Megakorupsi Febrie Adriansyah

Usut Tuntas Dugaan Megakorupsi Febrie Adriansyah

Kamis, 20 Agu 2026 08:27 WIB

Kamis, 20 Agu 2026 08:27 WIB

SURABAYAPAGI.com - Massa dari Gerakan Masyarakat Aksi Merdeka dan Jaringan Muslim untuk Keadilan Umat menggelar demonstrasi di depan Pengadilan Negeri Jakarta…

Kondisi Kapal Induk USS Abraham Lincoln, Buruk

Kondisi Kapal Induk USS Abraham Lincoln, Buruk

Kamis, 20 Agu 2026 05:11 WIB

Kamis, 20 Agu 2026 05:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Senator Amerika Serikat mengkritik pemerintahan Presiden Donald Trump terkait kondisi buruk yang dialami para pelaut dan Marinir di atas…

Rencana Ambulans Hingga Tim Dokter Terbang Prabowo, Direspon WHO

Rencana Ambulans Hingga Tim Dokter Terbang Prabowo, Direspon WHO

Kamis, 20 Agu 2026 05:09 WIB

Kamis, 20 Agu 2026 05:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Presiden Prabowo Subianto berencana menghadirkan ambulans udara hingga tim dokter terbang untuk menjangkau masyarakat yang sakit keras…

Biaya Haji Tahun 2027 Sebesar Rp 42 juta

Biaya Haji Tahun 2027 Sebesar Rp 42 juta

Kamis, 20 Agu 2026 05:02 WIB

Kamis, 20 Agu 2026 05:02 WIB

SURABAYAPAGI.com - Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) untuk musim haji 1448 Hijriah/2027 naik menjadi Rp 107 juta. Namun Biaya Perjalanan Ibadah Haji…

PEMERINTAH BARU SADAR HARGA KOMODITAS STRATEGIS DIATUR NEGARA LAIN

PEMERINTAH BARU SADAR HARGA KOMODITAS STRATEGIS DIATUR NEGARA LAIN

Kamis, 20 Agu 2026 04:59 WIB

Kamis, 20 Agu 2026 04:59 WIB

"Saya bingung dirinya diperkarakan oleh TNI. Terkait case saya kenapa saya segitunya.”…

Esai Hukum dan Kebudayaan

Esai Hukum dan Kebudayaan

Kamis, 20 Agu 2026 04:56 WIB

Kamis, 20 Agu 2026 04:56 WIB

Kepada Yth. Bapak Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka Jakarta dan Bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri Jl. Trunojoyo No.3…