Gandeng Petani Lokal Berbisnis Robusta Kopi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ferroza Dharmagtha dengan kopi Pacewetan produksinya. SP/ PCT
Ferroza Dharmagtha dengan kopi Pacewetan produksinya. SP/ PCT

i

SURABAYAPAGI.com, Pacitan - Ferroza Dharmagtha menggandeng petani yang kerap dijuluki sebagai profesor kopi Gde Putut Prasetyo. Selain itu, kelompok tani setempat yang masih punya tanaman kopi di kebun juga diajak serta. Sebab menurutnya jika tak digarap secara serius, robusta asal Nawangan dengan citarasa yang unik dan beda dari daerah lainnya bisa saja terlupakan.

Oza menyebut robusta yang ditanam di tanah Nawangan yang dahulu dipakai untuk menanam jeruk punya ciri khas. Jika pada umumnya robusta dominan dengan rasa pahit, robusta yang ditanam di Desa Pakis, Nawangan pada ketinggian 964 mDPL ini dominan dengan rasa jeruk.

Namun menurut Oza usaha mengangkat kopi yang diberi label Kopi Pacewetan tersebut tak lantas berjalan dengan mudah. Pasalnya kini banyak petani yang mulai mengganti tanaman kopinya dengan pohon sengon yang kayunya dapat dipanen tiap lima tahun sekali.

Masalahnya klasik, karena tak dirawat dengan baik, hasil panen kopi tersebut tiap tahunnya terus merosot. Padahal tanaman kopi memang butuh perawatan lebih disertai pohon peneduh, dibebaskan dari hama, dibersihkan daunnya secara teratur, dan lain-lain.

Belum lagi pengolahan biji kopi setelah dipanen juga butuh perhatian tersendiri. Untuk menghasilkan kopi specialty atau premium, Oza menerapkan metode petik merah. Artinya hanya biji kopi berwarna merah atau yang telah matang sempurna saja yang ia gunakan untuk produksi Kopi Pace Wetan.

Biji-biji yang sudah dipanen dengan dilorot, akan disortasi untuk dipilih yang memiliki kualitas terbaik. Hasil sortasi tersebut akan dijemur selama kurang lebih 30 hari untuk menghasilkan kering yang pas dan dikupas dari kulitnya.

"Kami banyak menerapkan cara natural untuk mengolah. Setiap bulannya ada sekitar 20 sampai 30 kilogram kopi yang kami sangrai dengan wajan gerabah untuk menjaga citarasanya. Kami tak ingin cara pengolahan kopi yang tradisional sejak zaman dahulu itu tergerus penggunaan alat-alat canggih," katanya.

Para petani pun diajarkan untuk mengolah kopi dan merawat tanamannya dengan benar. Tak hanya itu, biji kopi mentah dibeli dengan harga cukup tinggi yakni Rp35.000 per kilogramnya. Setelah dipanen Oza menjelaskan proses produksinya dilakukan di Gubuk Kopi Pace Wetan Dusun Nitikan, Desa Sukoharjo, Pacitan.

Kini Kopi Pace Wetan yang juga tergabung dengan Komunitas Kopi Nusantara mulai memiliki positioning yang jelas dalam "pergaulan" kopi specialty. Usaha yang dijalankan bersama ini telah rutin menyetok cafe-cafe, bahkan hingga kebutuhan korporasi secara berkala. Dsy4

Berita Terbaru

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Kickers harus mengubur ambisi meraih gelar juara Singa Cup 2026 kategori Girls U14. Meski mengoleksi sembilan poin dari tiga …

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim mendorong serta memperkuat pengembangan desa wisata di wilayah Kabupaten Sidoarjo dengan…

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Akses permodalan menjadi salah satu tantangan yang harus dijawab untuk mempercepat pertumbuhan usaha ekonomi kreatif, terutama bagi p…

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Aplikasi Majapahit Digital (Majadigi) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur didorong naik kelas menjadi platform…

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

SURABAYAPAGI COM, Lamongan – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memberangkatkan peserta ziarah Wali Songo, penerima voucher dalam rangkaian kegiatan Jalan Sehat H…

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

SurabayaPagi, Malang – Permukaan Waduk Karangkates di Kabupaten Malang, Jawa Timur, disiapkan menjadi sumber energi listrik bersih melalui pembangunan P…