Penyetan Manuk Londo Rest Area, Dijamin Gurih dan Kaya Gizi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Yuk Nur saat memamerkan malon ungkep yang akan digorengnya. SP/Dwy Agus Susanti
Yuk Nur saat memamerkan malon ungkep yang akan digorengnya. SP/Dwy Agus Susanti

i

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Kuliner Penyetan Malon (Manuk Londo) mungkin tak setenar penyetan ayam, bebek dan puyuh. Sebab, penyetan burung sejenis puyuh ini tak begitu banyak ditemukan di kuliner-kuliner pinggir jalan maupun rumah makan.

Kini kuliner burung yang dikenal dengan nama asli French Quail ini bisa ditemukan di Mojokerto. Tepatnya di sentra kuliner Rest Area Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Ditangan Nurhayati (40), warga Lingkungan Gunung Anyar, Kelurahan Gunung Gedangan, burung blesteran hasil persilangan antara puyuh lokal dengan puyuh yang berasal dari Perancis ini disulap menjadi menu yang menggugah selera.

"Disini pembeli bisa memilih menu sesuai selera, diantaranya nasi penyet malon ungkep, goreng dan bakar," ujar ibu tiga anak ini.

Yuk Nur menyebut, selain disanding dengan lalapan timun, gubis, selada, tomat dan kemangi, nasi penyet malon di warung miliknya juga dilengkapi sambal varian rasa. Diantaranya sambal merah, sambal hijau dan sambal uleg mentah.

"Kalau menu nasi penyet malon goreng sambal yang dipakai adalah sambal hijau, kalau malon bakar sambalnya sambal merah dan kalau malon ungkep sambalnya sesuai selera pembeli tapi biasanya sambal mentah," jelasnya.

Dalam sehari, istri Sentot Soeharsono ini mengaku bisa menghabiskan puluhan ekor manuk londo. Dan ia mendapatkan burung itu langsung dari distributor malon langganannya di Jogjakarta.

"Kalau hari sabtu dan minggu bisa habis 80 ekor, tapi kalau hari biasa cuma laku sekitar 30 hingga 40 ekor malon," cetusnya.

Masih kata Yuk Nur, burung malon dagangannya dijual dengan harga murah meriah. Satu porsi nasi malon lengkap dengan sambal dan lalapnya hanya dijual seharga Rp. 15 ribu per porsinya

"Kalau yang goreng seporsi saya jual Rp. 14 ribu, kalau yang bakar saya jual Rp. 15 ribu per porsi sedangkan yang ungkep tanpa nasi saya jual Rp. 10 ribu per ekor. Dan biasanya yang ungkep saya jual per pak isi lima seharga Rp. 50 ribu," pungkasnya.

Terpisah, Cak Sentot, suami Ibu Nurhayati mengatakan sejatinya ia dan istrinya sudah menekuni usaha kuliner sejak 4 tahun lalu. Tapi waktu itu hanya jualan nasi ayam goreng dan nasi bebek goreng sambal ijo.

"Dulu sebelum ada rest area, saya jualannya di jalan raya bypass gunung gedangan, kini lantaran sudah pindah disini, yang warung bypass saya bongkar," ujarnya

Sopir mobil angkut barang luar kota ini menyebut lebih hoki jualan penyetan malon. Ini lantaran penjual kuliner jenis ini belum ada di Kota Mojokerto.

"Kalau di Kota Mojokerto ya saya ini yang ngawiti, sekarang mulai ada yang ikutan jualan tapi gak banyak dan itupun jualnya di online," jelasnya.

Pria kelahiran tahun 78 ini menambahkan, terdapat manfaat kesehatan yang luar biasa jika mengkonsumsi burung malon. Ini sesuai hasil studi pangan dan gizi dari universitas Gajah Mada Jogjakarta, tempat asal pembudidayaan burung malon.

"Malon memiliki kandungan lemak dan kolesterol jauh lebih rendah ketimbang burung puyuh biasa, ayam dan bebek. Sehingga pembeli tak perlu khawatir kena kolestrol jika mengkonsumsinya," pungkasnya. Dwy

Berita Terbaru

Momentum Arus Mudik Lebaran, Penumpang di Tanjung Perak Surabaya Naik 17 Persen

Momentum Arus Mudik Lebaran, Penumpang di Tanjung Perak Surabaya Naik 17 Persen

Senin, 16 Mar 2026 11:25 WIB

Senin, 16 Mar 2026 11:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 yang tinggal menunggu hari, di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung…

Kepadatan Lalin Jelang Buka Puasa, SITS Dishub Surabaya Prioritaskan Arus Kendaraan

Kepadatan Lalin Jelang Buka Puasa, SITS Dishub Surabaya Prioritaskan Arus Kendaraan

Senin, 16 Mar 2026 10:45 WIB

Senin, 16 Mar 2026 10:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menjelang momen buka puasa saat Ramadhan baru-baru ini mengalami lonjakan volume kendaraan dalam beberapa hari terakhir di…

Marak MBG Tak Layak Konsumsi, DLHP Magetan Intensifkan Pengawasan SPPG

Marak MBG Tak Layak Konsumsi, DLHP Magetan Intensifkan Pengawasan SPPG

Senin, 16 Mar 2026 10:36 WIB

Senin, 16 Mar 2026 10:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Sebagai upaya tindak lanjut terkait maraknya Program MBG (Makan Bergizi Gratis) yang selalu viral di media sosial (medsos) karena…

Gubernur Khofifah Berangkatkan 3.000 Peserta Mudik Gratis Kapal Laut dari Pelabuhan Jangkar

Gubernur Khofifah Berangkatkan 3.000 Peserta Mudik Gratis Kapal Laut dari Pelabuhan Jangkar

Senin, 16 Mar 2026 03:48 WIB

Senin, 16 Mar 2026 03:48 WIB

SurabayaPagi, Situbondo – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberangkatkan 3.000 peserta Program Mudik-Balik Gratis Angkutan Lebaran Tahun 2026 m…

Bupati PKB Peras Staf untuk THR

Bupati PKB Peras Staf untuk THR

Minggu, 15 Mar 2026 20:50 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 20:50 WIB

Bupati Cilacap Tugaskan Sekda, Cari Dana ke Setiap Perangkat Daerah Sebesar Rp 515 juta     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK resmi menahan Bupati Cilacap S…

Bupati "Setor" THR ke Forkopimda, Terjadi Dimana-mana

Bupati "Setor" THR ke Forkopimda, Terjadi Dimana-mana

Minggu, 15 Mar 2026 20:43 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 20:43 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kasus Bupati Cilacap yang diduga meminta sejumlah uang dari tiap perangkat daerah di Kabupaten Cilacap dengan "target setoran"…