Raih Puluhan Juta dari Penangkar Telur Cucakrawa

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Salah satu penangkaran burung milik Handy Tyan Aristya. SP/ MJK
Salah satu penangkaran burung milik Handy Tyan Aristya. SP/ MJK

i

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Penangkar burung berkicau kian santer di tengah pandemi Covid-19, selain sebagai hobi juga sebagai kegiatan yang menyenangkan. Jenis burung berkicau yang banyak diminati adalah cucakrawa. Salah satu pembudidayanya adalah Handy Tyan Aristya.

Berawal dari hobi piara burung berkicau yang sudah ditekuninya selama lima tahun terakhir kini membuahkan keuntungan. Saat ini sudah ada total ada 16 pasang burung yang di budidayanya. Diantaranya terdiri 14 pasang jenis black throat atau finch. Dan, masing-masing satu pasang burung cucak hijau dan cucakrawa.

Meski satu pasang burung yang dipelihara sejak 2016, setiap 8-10 sepuluh hari dia bisa memanen telurnya. Bahkan, dari telur tersebut, Tyan tak menunggu lama untuk menjual. Hanya dalam kurun waktu 15 hari setelah ditetaskan menggunakan perangkat oven, cucakrawa anakan itu sudah ditunggu pembeli. Bahkan harga satu jodoh anakan Rp 10 juta.

Karena tinginya permintaan pasar, tak jarang telur yang baru menetas terkadang sudah dibeli oleh pelanggan yang sudah mengantre. Tidak sampai hitungan menit, calon pembeli ini tak sabar untuk memiliki. “Dalam hitungan detik. Telur baru retak itu sudah ada yang beli.

Kalau seperti itu harganya saya banderol Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta. Karena kan indukan cucakrawa ini jarang yang punya,” paparnya.

Penetasan telur burung cucakrowo inipun terbilang unik karena menggunakan oven lantaran perilaku indukan ini sering terjadi saat  birahi indukannya belum normal. Di mana saat kondisi tersebut membuat induk enggan mengerami telur. Sebaliknya, yang terjadi induk justru membuang telur bahkan piyik.

Tyan biasa menyajikan makanan burung piaraannya menggunakan pisang dan pepaya. Untuk meningkatkan produksi, tak jarang dirinya memberi makanananjangkrik,cacing, hingga pure sekaligus bisa meningkatkan nilai gizinya. Tidak ada yang sulit dalam merawat buruan piaraannya. Hanya, yang perlu diperhatikan adalah sirkulasi udara pada tangkar.

Meski anakannya tak semahal cucakrowo. Burung ini bisa menjadi penopang ekonomi keluarga. Karena harganya masih stabil di pasaran. Di samping banyak pecinta burung yang terpikat dengan kicauannya.

Perputaran telur pun hanya membutuhkan waktu selama 14 hari. Sehingga selama setengah bulan dirinya bisa menjual 8 anakan atau 4 pasang. Tyan menegaskan, di masa sulit sekarang ini penangkaran burung memang menjadi peeluang menjanjikan sekaligus menguntungkan.

“Untuk anakan biasanya laku Rp 400 ribu-Rp 450 ribu per biji. Jadi kalau menetas tiga atau empat telur tiap kali produksi, tinggal kali kan saja,” tuturnya. Dsy5

Berita Terbaru

BP BUMD Jatim Resmi Terbentuk, Biro Perekonomian Gabung Biro Administrasi Pembangunan

BP BUMD Jatim Resmi Terbentuk, Biro Perekonomian Gabung Biro Administrasi Pembangunan

Rabu, 30 Sep 2026 10:09 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 10:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Biro Pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) dan BLUD resmi dibentuk. Gubernur Jatim menerbitkan Pergub No 13 Tahun 2026…

Kepercayaan Masyarakat Meningkat, RSUD Bantarangin Ponorogo Raih Trusted Hospital Awards 2026

Kepercayaan Masyarakat Meningkat, RSUD Bantarangin Ponorogo Raih Trusted Hospital Awards 2026

Rabu, 30 Sep 2026 09:32 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 09:32 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo — Peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan mengantarkan RSUD Bantarangin Ponorogo meraih penghargaan Trusted H…

Paguyuban Sinar Mas Jawa Timur Perkuat Sinergi Antarpilar dan Kontribusi Sosial

Paguyuban Sinar Mas Jawa Timur Perkuat Sinergi Antarpilar dan Kontribusi Sosial

Rabu, 30 Sep 2026 09:07 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 09:07 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Paguyuban Sinar Mas Jawa Timur terus memperkuat perannya sebagai wadah sinergi antarpilar usaha, membangun jejaring, serta m…

Hamil Besar, Lisa Diadili dalam Kasus Penyekapan Lansia dan Harta Rp6 Miliar

Hamil Besar, Lisa Diadili dalam Kasus Penyekapan Lansia dan Harta Rp6 Miliar

Rabu, 30 Sep 2026 08:12 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 08:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Perut Lisa Andriana tampak membesar saat terdakwa kasus dugaan penyekapan lansia itu duduk di kursi terdakwa Pengadilan Negeri…

Eri Larang Sekolah Jual Seragam

Eri Larang Sekolah Jual Seragam

Rabu, 30 Sep 2026 08:10 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 08:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan tidak membolehkan praktik jual-beli seragam sekolah di SD dan SMP negeri. Eri bahkan…

JPU PUTAR BALIK FAKTA

JPU PUTAR BALIK FAKTA

Rabu, 30 Sep 2026 08:08 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 08:08 WIB

Majelis Hakim Yth, Kemarin melalui putusan Sela, eksepsi saya ditolak. Ketika eksepsi saya ditolak, hal tersebut bukan berarti saya kalah divonis bersalah…