Diduga Disalahgunakan, Penerima RTLH di Desa Rombiya-Barat terus Mencari Dukungan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bantuan RTLH yang diberikan kepada Buk Jua, tetap mangkrak. SP/Ainur Rahman
Bantuan RTLH yang diberikan kepada Buk Jua, tetap mangkrak. SP/Ainur Rahman

i

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Penerima bantuan RTLH asal desa Rombiya-Barat kecamatan Ganding, disoal warga setempat. Pasalnya penerima Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang bersumber dari dana Desa itu diduga salah sasaran.

Pantauan Surabaya Pagi, berdasarkan pengaduan dari salah satu warga di desa Rombiya Barat, merasa sangat prihatin kepada Bu Jua selaku penerima bantuan RTLH yang hanya diberikan tidak sesuai dengan anggaran.

Dugaan masyarakat, bantuan tersebut diduga ditilep mantan kepala Desa Rombiya Barat, karena penerima bantuan RTLH hanya menerima tidak sesuai dengan dana anggaran.

"Hanya ada tumpukan genting, dan tidak diberikan apa-apa, bagaimana bisa diperbaiki, masalah RTLH itu kan peruntukannya bagi yang tidak mampu" jelasnya, Selasa (24/8).

Jika masyarakat miskin dijadikan tumbal untuk memperkaya diri, kan kasihan, bayangkan saja, bantuan RTLH yang dianggarkan tahun 2020 itu sampai sekarang belum diperbaiki.

“Selain itu juga kata dia, ada penerima bantuan RTLH yang disuruh perangkat untuk membongkar rumahnya karena mendapat bantuan RTLH dan ternyata tidak dibantu dengan alasan tidak terdaftar sebagai penerima bantuan,” kilahnya.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, bahwa bantuan RTLH tahun 2020 di desa Rombiya Barat diduga disalahgunakan oleh mantan kades berdasarkan temuan dari Anggota LMR RI Komda Sumenep.

Namun temuan tersebut semakin meruncing setelah penerima bantuan RTLH meminta perlindungan kepada lembaga kontrol sosial, Indonesia Lanyalla Center (ILC) Kab. Sumenep.

Kepada Surabaya Pagi, wakil ketua (ILC) kab. Sumenep, Sarbini SH mengaku akan mendampingi warga penerima RTLH tersebut agar diberikan haknya.

"Kita hanya membantu memberikan pendampingan agar penerima bantuan merasa senang dapat perhatian dari pemerintah," pungkasnya. AR

 

 

Berita Terbaru

Gerindra, Tahun 2029, Belum Bahas Cawapres

Gerindra, Tahun 2029, Belum Bahas Cawapres

Jumat, 06 Feb 2026 18:53 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:53 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Saat ditanya terkait posisi cawapres 2029 pendamping Prabowo Subianto , Sekjen Partai Gerindra Sugiono menegaskan belum ada…

Ribuan Hufadz Gelar Semaan Al Qur'an Berharap Sidoarjo, Makmur Aman dan Damai

Ribuan Hufadz Gelar Semaan Al Qur'an Berharap Sidoarjo, Makmur Aman dan Damai

Jumat, 06 Feb 2026 18:42 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo  - Ribuan masa Hafidz memadati Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) Ke …

Pilpres 2029, PAN Ajukan Zulhas Dampingi Prabowo

Pilpres 2029, PAN Ajukan Zulhas Dampingi Prabowo

Jumat, 06 Feb 2026 18:40 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:40 WIB

Wakil Ketua Umum PAN Tegaskan Dukung  Prabowo, tak Sepaket dengan Gibran Rakabuming Raka, Juga PKB     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kini, ada sejumlah partai …

Pengondisian Jalur merah, Tiap Bulan Rp 7 Miliar

Pengondisian Jalur merah, Tiap Bulan Rp 7 Miliar

Jumat, 06 Feb 2026 18:38 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:38 WIB

Modus Suap Importir PT Blueray ke Para Oknum Dirjen Bea Cukai Temuan KPK   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK menyebut para oknum Bea Cukai juga menyewa safe …

Usai Uang Asing, Ada Suap dengan Logam Mulia

Usai Uang Asing, Ada Suap dengan Logam Mulia

Jumat, 06 Feb 2026 18:35 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:35 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK mulai menganalisis fenomena suap dengan emas.  Dalam OTT terhadap pejabat Bea Cukai Jakarta, KPK sita Logam mulia seberat 2,5 …

Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Diduga Tersandung Suap

Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Diduga Tersandung Suap

Jumat, 06 Feb 2026 18:31 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:31 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Fitroh Rohcahyanto, pimpinan KPK berlatar belakang jaksa  menyatakan OTT di PN Depok, berkaitan dengan dugaan suap pengurusan …