Efek Samping Cuci Darah Bagi Pasien Gagal Ginjal Kronis

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Seseorang yang sedang melakukan cuci darah menggunakan mesin. SP/ SBY
Seseorang yang sedang melakukan cuci darah menggunakan mesin. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Hemodialisa atau yang biasa dikenal dengan cuci darah merupakan salah satu pengobatan yang dikhususkan bagi pasien gagal ginjal kronis. Proses cuci darah ini dilakukan oleh mesin yang menyaring limbah berupa garam dan cairan dari darah karena ginjal tidak lagi mampu melakukan fungsinya dengan baik.

Namun metode ini juga dapat menyebabkan efek samping yang serius. Oleh karena itu, metode cuci darah harus disokong perawatan kesehatan serta bantuan dari dokter spesialis ginjal yang memiliki pengalaman dalam dunia hemodialisa.

Sejumlah risiko maupun efek samping yang mungkin saja timbul jika melakukan cuci darah, diantaranya penurunan tekanan darah adalah efek samping yang umum dari cuci darah. Tekanan darah rendah dapat disertai sesak napas, kram perut, kram otot, mual atau muntah.

Kram otot selama hemodialisis sering terjadi. Menyesuaikan asupan cairan dan natrium sebelum melakukan cuci darah juga dapat membantu mencegah gejala selama proses berlangsung.

Orang yang menjalani cuci darah sering mengalami kesulitan tidur, kadang-kadang karena gangguan pernapasan saat tidur (sleep apnea) atau karena kaki pegal, tidak nyaman atau gelisah.

Selain itu, bagi ginjal yang rusak tidak lagi dapat memproses vitamin D untuk membantu menyerap kalsium. Alhasil, tulang mungkin akan menjadi lemah. Selain itu, kelebihan produksi hormone paratiroid (komplikasi umum dari gagal ginjal) dapat melepaskan kalsium dari tulang. Cuci darah dapat memperburuk kondisi ini dengan membuang terlalu banyak atau terlalu sedikit kalsium dari dalam tubuh.

Jika mengonsumsi terlalu banyak garam atau minum terlalu banyak cairan, tekanan darah tinggi pasien gagal ginjal kemungkinan akan memburuk dan menyebabkan masalah jantung atau stroke.

Komplikasi yang berbahaya seperti infeksi, penyempitan atau penggelembungan dinding pembuluh darah (aneurisma), atau penyumbatan dapat memengaruhi kualitas cuci darah. Ikuti instruksi tim hemodialisa tentang cara memeriksa perubahan yang terjadi dalam tubuh dan mungkin menunjukkan masalah.

Perubahan suasana hati sering terjadi pada orang dengan gagal ginjal. Jika mengalami depresi atau kecemasan setelah memulai cuci darah, bicarakan dengan tim perawatan kesehatan tentang pilihan pengobatan yang efektif. Dsy7

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…