Usai Resmi Dibuka, Pengunjung Mulai Lirik Wisata Maharani Zoo

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Lamongan memberi makan jerapa. SP/MUHAJIRIN KASRUN
Bupati Lamongan memberi makan jerapa. SP/MUHAJIRIN KASRUN

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Usai Pemkab Lamongan resmi mengumumkan pembukaan wisata andalan nya Maharani Zoo pada Minggu (12/9/2021), pengunjung sudah mulai berdatangan menikmati 900 satwa yang nyaris terancam jiwanya karena harus kehabisan biaya pakan dan operasional lainnya.

Wisata yang ada di Kecamatan Paciran ini, seperti disampaikan oleh Juli Tri Wahyuningtyas Koordinator Marketing Maharani Zoo dan Goa Lamongan menyebutkan, kalau wisata di Dekat Pantai Utara ini sudah mulai didatangi para pengunjung meski masih belum seberapa.

"Alhamdulillah mas, setelah Pemkab Lamongan resmi membuka wisata Maharani Zoo, sudah ada pengunjung yang berlibur dan menikmati pemandangan goa dan satwa," ujarnya.

Meski belum maksimal  tapi setidaknya dengan dibukanya wisata satwa ini, manajemen mengaku cukup gembira akhirnya aktivitas pariwisata bisa kembali berjalan, meski tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes). "Dibuka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat," terangnya.

Bahkan lanjut Juli panggilan akrabnya, pengunjung untuk bisa masuk selain membayar karcis juga diminta untuk menunjukkan aplikasi Peduli lindungi untuk memastikan pengunjung sudah mengikuti vaksinasi seperti yang dianjurkan oleh pemerintah. "Pengunjung ketika mau masuk juga diminta untuk menunjukkan aplikasi PeduliLindungi," ungkapnya.

Sementara itu, pada Sabtu bupati Yuhronur Efendi sidak ke wisata Maharani zoo di Paciran, untuk melihat secara langsung kondisi satwa dan beberapa wahana lainnya, untuk persiapan pembukaan. 

“Mazoola menjadi salah satu obyek wisata outdoor yang masuk dalam uji coba pembukaan untuk umum, Kami menyambut baik hal ini, oleh karena itu, saat ini dilakukan sidak kesiapan Mazoola menyambut para pengunjung dengan protokol Kesehatan,” ungkap bupati saat itu saat didampingi Dandim 0812 dan manajemen.

Disebutkan oleh bupati, pengunjung boleh masuk ke Mazoola setelah bisa menunjukkan aplikasi PeduliLindungi, karena itu sebagai syarat.“Pengunjung harus menunjukkan aplikasi PeduliLindungi, artinya juga anak dibawah usia 12 tahun tidak diperbolehkan masuk obyek wisata," ungkapnya. 

Selain itu penerapan protokol Kesehatan yang ketat juga harus dilaksanakan oleh pengunjung yakni memakai masker, penggunaan thermal scanner serta pembatasan jumlah pengunjung sebanyak 25% kapasitas dan jam operasional sampai pukul 16.00 WIB.

Disebutkannya, dibukanya Mazoola ini adalah salah satu upaya menggerakkan perekonomian di masa pandemi dengan aturan-aturan dan batasan sesuai dengan Inmendagri yang sudah dikeluarkan sesuai asesemen level PPKM.

Selain pembukaan objek wisata, dalam Inmendagri juga dijelaskan pembolehan hajatan dengan pengaturan-pengaturan.

Dalam Surat Edaran Nomor 443.2/112/413.011/2021 tentang PPKM Darurat Covid 19 Lamongan yang merujuk pada Inmendagri Nomor 39 Tahun 2021 tersebut dijelaskan bahwa hajatan saat ini sudah diperbolehkan dengan pengaturan pemberlakukan protokol Kesehatan yang ketat, pembatasan jumlah undangan sebanyak 25% kapasitas ruangan.

"Hajatan juga harus menyediakan fasilitas prokes seperti thermal scanner, masker, tempat cuci tangan, hand sanitizer serta berkoordinasi dengan satgas desa dan kecamatan untuk mulai menggunakan aplikasi PeduliLindungi," pungkasnya. jir

Berita Terbaru

Muktamar NU 2026 Masuk Babak Krusial, Tiga Tokoh Soroti Polemik AHWA dan Voting

Muktamar NU 2026 Masuk Babak Krusial, Tiga Tokoh Soroti Polemik AHWA dan Voting

Sabtu, 29 Agu 2026 21:43 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 21:43 WIB

SurabayaPagi, Jombang - Mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031 memasuki babak baru. Para muktamirin kini…

Gizi Anak Jangan Jadi Korban Tekanan Ekonomi, Ahli Ungkap Cara Atur Menu Hemat

Gizi Anak Jangan Jadi Korban Tekanan Ekonomi, Ahli Ungkap Cara Atur Menu Hemat

Sabtu, 29 Agu 2026 16:56 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 16:56 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – Tekanan ekonomi dan kenaikan biaya kebutuhan sehari-hari membuat keluarga harus semakin cermat mengatur pengeluaran. Namun, p…

Bulog Bersama Komisi VI DPR RI dan Bupati Lamongan Salurkan  Bantuan PBP

Bulog Bersama Komisi VI DPR RI dan Bupati Lamongan Salurkan Bantuan PBP

Sabtu, 29 Agu 2026 15:18 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum Bulog Cabang Bojonegoro bersama dengan anggota Komisi VI DPR RI Ahmad Labib dan Bupati Yuhronur Efendi, menyalurkan bantuan…

Jalan Buntu Pengelolaan Sampah Ponorogo, Pembangunan TPA Pengganti Batal Akibat Izin Lahan

Jalan Buntu Pengelolaan Sampah Ponorogo, Pembangunan TPA Pengganti Batal Akibat Izin Lahan

Sabtu, 29 Agu 2026 14:33 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 14:33 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Upaya penyelesaian masalah sampah di Kabupaten Ponorogo menemui jalan buntu lagi. Ini setelah Pemerintah Kabupaten Ponorogo menghadapi…

BRI Talun Komitmen Perkuat Pemberdayaan UMKM Lewat Produk, Layanan dan Pendampingan Relevan Pelaku Usaha

BRI Talun Komitmen Perkuat Pemberdayaan UMKM Lewat Produk, Layanan dan Pendampingan Relevan Pelaku Usaha

Sabtu, 29 Agu 2026 12:36 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 12:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - UMKM tidak hanya memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian lokal, tetapi juga dapat menjadi penghubung berbagai layanan…

Gegara Lupa Matikan Kayu Tungku, Rumah Kakek 73 Tahun di Blitar Hangus Terbakar

Gegara Lupa Matikan Kayu Tungku, Rumah Kakek 73 Tahun di Blitar Hangus Terbakar

Sabtu, 29 Agu 2026 12:33 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 12:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Lagi lagi kebakaran terjadi, kali ini milik rumah Kakek Jebrak 73 warga Desa Ngembul Kec.Binangun Kabupaten Blitar.  Peristiwa …