Antisipasi Musim Hujan, Pemkot Mojokerto Kebut Proyek Bedah Rumah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat serah terima buku tabungan program Bantuan Rumah Swadaya (BRS) tahun anggaran 2021 di Kecamatan Prajurit Kulon, Kamis (16/9) pagi. SP/Dwy AS
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat serah terima buku tabungan program Bantuan Rumah Swadaya (BRS) tahun anggaran 2021 di Kecamatan Prajurit Kulon, Kamis (16/9) pagi. SP/Dwy AS

i

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto mengebut pelaksanaan Proyek Bantuan Rumah Swadaya (BRS) atau dikenal dengan Bedah Rumah. Selain untuk mengantisipasi datangnya musim penghujan, upaya curi start ini wujud komitmen Pemerintah Kota Mojokerto dalam memberikan rumah layak huni bagi warganya.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan Pemkot Mojokerto sengaja curi waktu lantaran berburu dengan musim hujan. Jadi meskipun saat ini masih dalam proses penyerahan buku tabungan, namun sudah banyak rumah yang progres pengerjaanya sudah mencapai 50 hingga 100 persen.

"Akhir tahun kan biasanya masuk musim hujan, sehingga pengerjaannya sengaja kita kebut agar nantinya tidak molor terkendala hujan," ujarnya ditemui saat serah terima buku tabungan program Bantuan Rumah Swadaya (BRS) tahun anggaran 2021 di Kecamatan Prajurit Kulon, Kamis (16/9) pagi.

Ia menyebut, meski belum dibayar, pihak suplier bahan bangunan bersedia mengirimkan barangnya ke lokasi yang dituju. Pun demikian dengan tukang serta kuli bangunan, mereka mau bekerja meskipun proses pembayarannya menyusul.

"Program ini kan sudah berjalan tiga tahun di era kepemimpinan saya, jadi mereka sudah paham dan gak takut gak kebayar lantaran sudah ada anggaran pasti dari pemerintah," tukasnya.

Ia berjanji, program bedah rumah akan terus digulirkan di tahun-tahun berikutnya. Dan akan terus melakukan penyisiran terhadap sejumlah rumah yang membutuhkan bantuan program ini.

"Kita terus berupaya menciptakan lingkungan pemukiman Kota Mojokerto yang bersih dan sehat, agar masyarakatnya juga sehat. Karena lingkungan yang kumuh bisa mempengaruhi kesehatan penghuninya," tuturnya.

Masih kata Ning Ita, selain program bedah rumah, Kota Mojokerto juga memiliki program lain yang berkaitan dengan peningkatan pola hidup bersih dan sehat warga. Diantaranya program Ipal Komunal atau pembangunan jamban di masing-masing kelurahan yang diperuntukkan bagi 70 kepala keluarga, program septic komunal untuk 39 keluarga dan program jamban keluarga.

"Untuk program ini, kotorannya tidak boleh dibuang di saluran maun di selokan secara sembarangan. Jadi harus dibuang di septic tank yang memenuhi standar kesehatan sehingga tidak mencemari sumur tetangga sekitar," cetusnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Mojokerto, Mashudi mengatakan jumlah penerima bantuan bedah rumah di Kota Mojokerto sebanyak 140 orang. Dengan rincian Kecamatan Prajurit Kulon sebanyak 95 penerima, Kecamatan Kranggan sebanyak 9 penerima dan Kecamatan Magersari sebanyak 36 penerima.

"Dari jumlah 90 penerima bantuan yang bersumber dari DAK pencairan tahap pertama sejumlah 23 penerima telah progres fisik 100 persen," ungkapnya.

Sementara yang bersumber dari DAU, lanjut Mashudi, sebanyak 9 penerima bantuan di Kecamatan Kranggan sudah progres fisik sebesar 50 persen. Kecamatan Prajurit Kulon, tiga rumah sudah progres fisik 100 persen, 5 rumah mencapai progres 60 persen dan 3 rumah sedang dalam proses pengerjaan.

"Yang di Kecamatan Magersari, pencairan tahap pertama sejumlah 10 penerima bantuan, 4 rumah telah progres fisik 100 persen, 4 rumah 50 persen dan sisanya 2 rumah sedang dalam proses pengerjaan," ungkapnya 

Masih kata Mashudi, dalam pelaksanaan kegiatan bantuan rumah swadaya, penerima bantuan didampingi oleh Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL).

"Keberadaan mereka untuk memberikan saran teknis dan perhitungan rencana anggaran biaya (RAB) terhadap bangunan yang akan di rehab," pungkasnya. Dwi

Berita Terbaru

Satlantas Polres Madiun Perketat Patroli di Jalur Rawan Macet dan Kecelakaan

Satlantas Polres Madiun Perketat Patroli di Jalur Rawan Macet dan Kecelakaan

Sabtu, 10 Jan 2026 18:01 WIB

Sabtu, 10 Jan 2026 18:01 WIB

SURABAYA PAGI, Madiun – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Madiun memperketat pengawasan lalu lintas dengan menggelar patroli strong point di sejumlah jalur …

HUT ke-53 PDI Perjuangan, Deni Wicaksono Tegaskan Satyam Eva Jayate Jadi Jangkar Kebenaran Partai

HUT ke-53 PDI Perjuangan, Deni Wicaksono Tegaskan Satyam Eva Jayate Jadi Jangkar Kebenaran Partai

Sabtu, 10 Jan 2026 11:46 WIB

Sabtu, 10 Jan 2026 11:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan menjadi momentum konsolidasi ideologis dan penguatan kerja kerakyatan di tengah…

Dorong Sportainment Pelajar, Tri Hadir di Yamaha Fazzio Liga Tendang Bola 2026

Dorong Sportainment Pelajar, Tri Hadir di Yamaha Fazzio Liga Tendang Bola 2026

Jumat, 09 Jan 2026 20:11 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 20:11 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand Tri turut ambil bagian dalam ajang Liga Tendang Bola (LTB) 2026, sebuah l…

Legislator Golkar, Masih Kritik MBG

Legislator Golkar, Masih Kritik MBG

Jumat, 09 Jan 2026 19:09 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:09 WIB

Peristiwa Pemilihan Lokasi Dapur SPPG di Samping Peternakan Babi di Sragen, Resahkan Masyarakat      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Lagi, Wakil Ketua Komisi IX …

Biaya Armuzna Haji Tahun Ini Dihemat Rp180 Miliar

Biaya Armuzna Haji Tahun Ini Dihemat Rp180 Miliar

Jumat, 09 Jan 2026 19:07 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan adanya penghematan signifikan dalam anggaran penyelenggaraan ibadah haji 2026.…

Yaqut Cholil Qoumas, Anak Ulama Terkemuka, Tersangka Korupsi

Yaqut Cholil Qoumas, Anak Ulama Terkemuka, Tersangka Korupsi

Jumat, 09 Jan 2026 19:05 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, resmi ditetapkan sebagai tersangka. Dia diduga terlibat kasus dugaan korupsi…