Emak-emak Korban Arisan Bodong Nyaris Lapor Polisi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sejumlah emak-emak korban arisan bodong saat mendatangi Polresta Banyuwangi.
Sejumlah emak-emak korban arisan bodong saat mendatangi Polresta Banyuwangi.

i

SURABAYAPAGI.COM, Banyuwangi - Puluhan Emak-emak mendatangi Mapolresta Banyuwangi pada Jum’at (17/9) malam. Mereka hendak melaporkan seorang warga bernama Nurul Imamah asal Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah karena diduga menilap uang arisan.

Namun sesampainya di Polresta Banyuwangi, mereka malah mengurungkan niat untuk membuat laporan polisi. Dikarenakan mereka menginginkan uangnya kembali utuh. Oleh sebab itu, mereka memilih membuat perjanjian kesepakatan bayar dengan NI. Di mana saat itu, NI juga ikut datang ke Polresta Banyuwangi dengan didampingi keluarganya.

"Tidak (jadi lapor) mas. Sebagai rasa kemanusiaan, kita para member ini sepakat untuk memberi waktu lagi hingga akhir bulan September 2021 ini. Karena yang kami inginkan, uang kami dibayar. Jika masih tidak dibayar, kita laporkan," kata Ayu, salah satu korban yang mengaku mengalami kerugian yang cukup lumayan besar tersebut.

Ayu mengungkapkan, diperkirakan sebanyak 100 orang lebih telah menjadi korban dugaan penggelapan dan penipuan yang dilakukan NI. Adapun nilai total kerugiannya kurang lebih sebesar Rp 500 - 600 juta.

"Korbannya kebanyakan berada di luar kota. Mulai dari satu juta, belasan juta hingga puluhan juta juga ada," ujar Ayu.

Karmila (24) salah satu korban lainnya menambahkan, rata-rata para korbannya ini mengenal NI lewat media sosial (medsos). NI membuat status di medsosnya jika dia membuka arisan index, tabungan hari raya, tabungan emas, jual beli arisan, peminjaman uang, hingga menawarkan investasi dengan keuntungan besar.

"Jadi jika investasi Rp 1 juta, maka per seminggu, sepuluh hari, atau sebulan, uang kita dikembalikan Rp 1,1 Juta, ada juga yang Rp 1,2 juta. Tergantung waktu," jelasnya.

Karmila yang awalnya ikut arisan index mulai 2010 ini pun langsung tergiur dengan investasi yang ditawarkan NI tersebut. Tanpa pikir panjang, diapun ikut.

"Awalnya lancar, tetapi mulai macet pada akhir tahun 2020 kemarin," terangnya.

Bahkan, lanjut Karmila, NI sempat kabur lima bulan karena tidak bisa bayar. Lalu balik lagi, baru dapat satu bulan ini.

"NI janji bayar, menunggu sawah orang tuanya laku dijual," ujarnya.

NI ketika dikonfirmasi mengakui jika dirinya untuk saat ini tidak bisa membayarkan uang para membernya yang telah disetorkan kepadanya. Dia berdalih hal itu dikarenakan ada member arisan lain yang tidak bayar setelah mendapatkan arisan. Selain itu, ada juga uang yang dari para membernya itu, ia putar kembali untuk diinvestasikan ke hal lain, namun bukannya untung malah buntung karena dibawa kabur.

"Saya kan buka arisan index dan buka investasi. Tetapi yang sudah saya pinjami dan yang telah menarik arisan orangnya tidak ada. Jadi saya mau kembalikan uang mereka ada kendala," kata NI.

 

Berita Terbaru

Peringati Hari Listrik Nasional, PLN UIT JBM Gelar Aksi Sosial dan Perkuat Kepedulian Masyarakat

Peringati Hari Listrik Nasional, PLN UIT JBM Gelar Aksi Sosial dan Perkuat Kepedulian Masyarakat

Kamis, 29 Okt 2026 21:40 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 21:40 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 yang jatuh pada 27 Oktober 2026, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian T…

SIG Kaji Buyback Saham, Tegaskan Fundamental Perusahaan Tetap Kuat

SIG Kaji Buyback Saham, Tegaskan Fundamental Perusahaan Tetap Kuat

Kamis, 29 Okt 2026 20:15 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) membuka opsi melakukan pembelian kembali atau buyback saham di tengah dinamika pasar modal d…

Pelajar Surabaya Rancang Permainan untuk Lawan Penipuan Keuangan Digital

Pelajar Surabaya Rancang Permainan untuk Lawan Penipuan Keuangan Digital

Kamis, 29 Okt 2026 16:56 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 16:56 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – Tingginya akses layanan keuangan belum sepenuhnya diikuti pemahaman yang memadai, terutama di kalangan pelajar. Kondisi ini menjadi t…

Rumah Pompa Surabaya Capai 90 Persen, Pemkot Targetkan Selesai November

Rumah Pompa Surabaya Capai 90 Persen, Pemkot Targetkan Selesai November

Kamis, 29 Okt 2026 16:45 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 16:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat penyelesaian pembangunan rumah pompa dan infrastruktur pendukung pengendalian banjir…

Bimtek SIROLEG, Satpol PP Madiun Perkuat Pengawasan Rokok Ilegal

Bimtek SIROLEG, Satpol PP Madiun Perkuat Pengawasan Rokok Ilegal

Kamis, 29 Okt 2026 15:27 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 15:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Madiun memperkuat pengawasan peredaran rokok ilegal melalui peningkatan kemampuan petugas d…

Antisipasi Banjir, Pemkab Sidoarjo Tingkatkan Kapasitas Pompa Sekardangan

Antisipasi Banjir, Pemkab Sidoarjo Tingkatkan Kapasitas Pompa Sekardangan

Kamis, 29 Okt 2026 15:15 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 15:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Menjelang musim hujan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo meningkatkan kapasitas pompa Sekardangan dari 50 menjadi 250 liter…