Dinilai Ada Penekanan Vaksin, Ratusan Warga Kepung Gedung Pemkab Sumenep

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kiai Jurjiz Muzammil (Korlap aksi Demo) saat audiensi di depan Gedung Pemkab Sumenep. SP/Ainur Rahman
Kiai Jurjiz Muzammil (Korlap aksi Demo) saat audiensi di depan Gedung Pemkab Sumenep. SP/Ainur Rahman

i

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Dituding ada penyekatan jalan dan pemaksaan Vaksinasi di Kab. Sumenep, mengundang para tokoh masyarakat garang.

Bersama masyarakat dari tingkat kecamatan yang ada di Kab. Sumenep, Kiai Jurjiz Muzammil menekan Bupati Sumenep untuk mengambil sikap dan kebijakannya terkait vaksinasi tersebut.

Kiai Jurjiz mendatangi Gedung Pemerintah Kabupaten Sumenep, dikawal oleh Ratusan Masyarakat dari tingkat kecamatan di Kab. Sumenep

Dalam orasinya, Kiai Jurjiz menyampaikan bahwa “Vaksin itu dinilai tidak dapat mencegah penyakit corona, fasalnya ada yang sudah di vaksin namun saat di control ternyata reaktif terus apa gunanya divaksin,” ungkapnya

Pihaknya meminta kepada pemerintah untuk mengambil sikap bijak bahwa perlakukan masyarakat dengan baik, jangan sampai ada penyekatan dijalan dan vaksinasi secara paksa.

"Saya hanya ingin Bupati Sumenep, ambil sikap yang tegas terkait keluhan masyarakat bawah, tentang adanya keresahan vaksin paksa "

Namun, jika hal ini tetap diberlakukan vaksin paksa, maka kita akan melakukan langkah-langkah yang lebih besar lagi. Sampai Bupati benar benar berpikir tentang masyarakat. Kilahnya

Orasi yang berlangsung kurang lebih dua jam itu penuh dengan Syair dan kritikan terhadap pemerintah, selain itu mereka khusu melantunkan doa-doa di tengah terik Matahari, secara bergantian ber Istighosah untuk mendoakan Bupati supaya benar-benar berpihak kepada masyarakat.

Para Demonstran dan  Kiai Jurjiz tidak ditemui Bupati Sumenep,  dikarenakan surat pengajuan untuk gelar audiensi tidak tertulis tanggal hanya hari Jumat, sehingga tidak ditemui oleh Bupati Sumenep. Tegasnya

"Saya disuruh untuk melengkapi hari dan tanggal jika mau gelar audiensi lagi, namun pemerintah sumenep akan menyampaikan langsung ke Bupati terkait orasi vaksin paksa dan penyekatan di Jalan." jelasnya

Kata Kiai Jurjiz, kita menunggu kebijakan Bupati Sumenep sampai pada batas waktu yang ditentukan, apa keberpihakannya kepada masyarakat bawah, jika nanti tak ada kebijakan, ya kita gelar aksi lebih banyak lagi. Ujarnya

Untuk saat ini Kata Kiai Jurjiz, mereka para pendemo yang hadir hanyaė perwakilan di tingkat kecamatan, jika tak ada keberpihakan kepada masyarakat nanti kita libatkan ke desa-desa yang ada di kabupaten Sumenep.

"Saya hanya berharap, agar pemerintah jangan terlalu menekan adanya Vaksinasi, dan menjadikan surat vaksin sebagai persyaratan administrasi apapun, intinya masyarakat jangan dibebani dengan persoalan seperti itu,” pungkasnya. Ar

 

Berita Terbaru

Tambah Kawasan Usaha Baru, Labuan Bajo Dongkrak Ekonomi Dengan Serapan Tenaga Kerja Lokal

Tambah Kawasan Usaha Baru, Labuan Bajo Dongkrak Ekonomi Dengan Serapan Tenaga Kerja Lokal

Senin, 19 Okt 2026 12:45 WIB

Senin, 19 Okt 2026 12:45 WIB

SurabayaPagi, Labuan Bajo – Pengembangan kawasan komersial dan pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, mulai memasuki tahap o…

Digitalisasi Parkir Segera Diberlakukan demi Menekan Kebocoran Parkir

Digitalisasi Parkir Segera Diberlakukan demi Menekan Kebocoran Parkir

Senin, 19 Okt 2026 12:02 WIB

Senin, 19 Okt 2026 12:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Digitalisasi pembayaran parkir bakal diterapkan di seantero wilayah Kabupaten Sidoarjo sebagai wujud pembenahan tata kelola parkir…

Atlet Biliar Mahasiswa Jatim Berebut Tiket Nasional, Djemy dan Yusril Raih Gelar Juara

Atlet Biliar Mahasiswa Jatim Berebut Tiket Nasional, Djemy dan Yusril Raih Gelar Juara

Senin, 19 Okt 2026 12:00 WIB

Senin, 19 Okt 2026 12:00 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Sebanyak 27 mahasiswa dari 14 perguruan tinggi di Jawa Timur bersaing dalam Campus League Billiard Season 1 Regional Surabaya untuk m…

Dampak Antrean Panjang BBM, Pemkab Jember Kembali Berlakukan WFH ASN 2 Hari

Dampak Antrean Panjang BBM, Pemkab Jember Kembali Berlakukan WFH ASN 2 Hari

Senin, 19 Okt 2026 11:42 WIB

Senin, 19 Okt 2026 11:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Menindaklanjuti dampak viralnya antrian Bahan Bakar Minyak (BBM), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, kembali memberlakukan…

Petani di Ponorogo Tewas Terbakar Saat Berusaha Padamkan Api di Lahan Jagung

Petani di Ponorogo Tewas Terbakar Saat Berusaha Padamkan Api di Lahan Jagung

Senin, 19 Okt 2026 11:39 WIB

Senin, 19 Okt 2026 11:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Seorang petani bernama Purwanto (65), warga Dukuh Bajang, Desa Bajang, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, meninggal…

Tak Berizin dan Jadi Tempat Maksiat, Pemkab Pamekasan Tutup Enam Tempat Hiburan

Tak Berizin dan Jadi Tempat Maksiat, Pemkab Pamekasan Tutup Enam Tempat Hiburan

Senin, 19 Okt 2026 11:31 WIB

Senin, 19 Okt 2026 11:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Menindaklanjuti adanya tempat hiburan yang tidak mengantongi izin resmi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan serta…