Tercatat 7.909 WNA Tinggal di Jatim

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Banyak warga asing yang tinggal di Jatim dengan izin bermacam-macam. SP/LP6
Banyak warga asing yang tinggal di Jatim dengan izin bermacam-macam. SP/LP6

i

SURABAYAPAGI,Surabaya -  Kanwil KemenkumHAM Jawa Timur mencatat sebanyak 7.909 warga negara asing (WNA) tinggal di Jatim hingga September 2021.

Paling banyak berasal dari China yakni memcapai 1.409 orang. Kemudian disusul warga Malaysia sebanyak 831 orang, dan Korea Selatan 534 orang. Sedangkan yang berstatus pengungsi, Warga Negara Afghnistan mendominasi.  

“Keberadaannya paling banyak di daerah Malang dan Surabaya,” ujar Kepala Kanwil KemenkumHAM Jawa Timur, Krismono di Surabaya, Selasa (26/10).

Krismono menjelaskan, mereka datang dengan berbagai jenis izin. Ada yang menggunakan izin tinggal kunjungan (ITK), izin tinggal terbatas (ITAS), maupun izin tinggal tetap (ITAP). Malang, lanjut Krismono, dipilih karena selama ini menjadi rujukan bagi pelajar asing. Sedangkan Surabaya banyak dikunjungi oleh pebisnis asing.

“Untuk daerah Ponorogo dan Kediri kebanyakan adalah santri internasional yang banyak menimba ilmu di Ponpes Gontor maupun Al-Fatah Temboro,” kata Krismono.

Dari segi pengawasan, Krismono menjelaskan jajarannya telah miliki 706 tim pengawas orang asing (TimPORA), dari tingkat provinsi hingga kecamatan. Tim tersebut terdiri dari petugas lintas sektoral seperti pemda, polisi, tentara hingga BIN.

Sehingga, selain operasi mandiri, petugas imigrasi juga aktif melakukan operasi gabungan. Hasilnya, ada 51 tindakan hukum keimigrasian yang dilayangkan kepada orang asing.

“Dari jumlah itu, 33 orang asing telah dideportasi dan satu orang asing dilakukan tindakan projusticia,” kata dia.

Selain itu, ada 13 orang asing dikenai biaya beban atau denda, dan empat orang lainnya berada di ruang detensi di Kanim Jember, Blitar, dan Madiun. “Ada juga tiga orang yang sedang menunggu deportasi di Rumah Detensi Imigrasi di Raci, Pasuruan,” kata Krismono. 

Selain itu, lanjut Krismoni, ada juga orang asing yang statusnya sebagai pengungsi atau refugee. Totalnya mencapai 396 orang dari 14 negara berbeda. Mereka tersebar di dua penampungan. Yaitu di Akomodasi Pasar Puspa Agro 322 orang dan Akomodasi Green Bamboo 40 orang. Sisanya adalah pengungsi mandiri. “Lebih dari separuhnya adalah pengungsi dari Afghanistan,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya saat ini memberikan perhatian dan pengawasan lebih terhadap para pengungsi tersebut. Karena melihat situasi politik di timur tengah, khususnya Afghanistan yang masih belum sepenuhnya kondusif. “Rata-rata mereka ini terdampar setelah ditolak ketika akan mencari suaka ke Australia,” kata Krismono.sb2/na

 

Berita Terbaru

Dinkes Tuban Gencarkan Screening HPV DNA, Targetkan 8000 Peserta

Dinkes Tuban Gencarkan Screening HPV DNA, Targetkan 8000 Peserta

Rabu, 14 Okt 2026 11:38 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 11:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tuban - Sebagai upaya mengenali risiko kanker serviks lebih awal sehingga tindak lanjut medis dapat dilakukan apabila ditemukan indikasi…

Ekspor 6 Ton Keripik Buah Batu Tembus Pasar Singapura Senilai Rp370 Juta

Ekspor 6 Ton Keripik Buah Batu Tembus Pasar Singapura Senilai Rp370 Juta

Rabu, 14 Okt 2026 11:31 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 11:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu kembali mengapresiasi pasar ekspor komoditas olahan hasil pertanian buah dan sayur khas Kota Batu di…

Fenomena Heatstroke di Surabaya Meningkat Drastis, Dinkes: Ada 10 Kasus

Fenomena Heatstroke di Surabaya Meningkat Drastis, Dinkes: Ada 10 Kasus

Rabu, 14 Okt 2026 11:25 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 11:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya mencatat ada 10 kasus heatstroke selama Januari-September 2026, meningkat dibandingkan dua tahun…

Bikin Heboh! Penyewa Mobil Rental Disergap Debt Collector di PRJ Surabaya

Bikin Heboh! Penyewa Mobil Rental Disergap Debt Collector di PRJ Surabaya

Rabu, 14 Okt 2026 11:24 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 11:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Event Pekan Raya Jatim (PRJ Surabaya)di Grand City Mall, Surabaya yang harusnya meriah dipenuhi banyak produk UMKM, namun kali ini…

Pemkab Sumenep Kuatkan Ekonomi Lokal Dengan Bangun Landasan Perintis di Masalembu

Pemkab Sumenep Kuatkan Ekonomi Lokal Dengan Bangun Landasan Perintis di Masalembu

Rabu, 14 Okt 2026 11:06 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 11:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Pemerintah Kabupaten Sumenep menyiapkan pembangunan landasan udara perintis atau air strip di Pulau Masalembu untuk mempercepat…

Permudah Pengurusan Dokumen Bayi, Surabaya Luncurkan Inovasi ‘Bunda Jelita’

Permudah Pengurusan Dokumen Bayi, Surabaya Luncurkan Inovasi ‘Bunda Jelita’

Rabu, 14 Okt 2026 10:57 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 10:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Melalui inovasi Bersama Urus Kelahiran dan Identitas Anak - Jejaring Lintas Layanan Kependudukan dan Kesehatan (Bunda Jelita),…