Rumah yang Dihuni ODGJ di Malang Ambruk

author surabayapagi.com

- Pewarta

Rabu, 03 Nov 2021 17:17 WIB

Rumah yang Dihuni ODGJ di Malang Ambruk

i

Kondisi rumah yang ambruk diduga karena bangunan telah lapuk.

SURABAYAPAGI.COM, Malang - Sebuah rumah di kecamatan Klojen Kota Malang tiba-tiba ambruk.  Rumah yang ambruk tersebut dihuni dua orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang bernama Nurul Komariah (48) dan Ahmad Taufan (55).

Dari penuturan warga, rumah tersebut memang sudah tak layak huni, sebagian besar bangunan sudah lapuk. Kondisi tersebut diperparah dengan hujan deras yang mengguyur Kota Malang beberapa hari terakhir.

Baca Juga: Satgas Pangan Kota Malang Cek Bapok Jelang Ramadhan

"Kejadiannya (rumah ambruk) tadi pagi sekitar pukul 07.30 WIB. Di dalam rumah itu ada satu orang perempuan bernama Mbak Nurul," ujar Ketua RT 01, RW 10, Kelurahan Kauman, Reny Tei Anggraini kepada wartawan di lokasi, Rabu (3/11/2021).

"Waktu itu bunyi, saat saya membersihkan rumah itu bunyi kretek-kretek, langsung brak, makanya saya teriak-teriak. Sudah menyangka (yang roboh rumah itu) karena sudah dari awal sudah miring, nggak memungkinkan, nggak layak huni," terangnya.

Menurut Reny, selain dua ODGJ, rumah tersebut juga disekat dan dihuni satu kepala keluarga lain bernama Sofian Marsudi, di sisi timurnya. Karena kejadian ini, seluruh penghuni rumah dievakuasi. Rumah tak bisa ditempati kembali.

"Sudah dievakuasi semua alhamdulillah selamat. Tapi ini nggak boleh ditempati dulu," katanya.

Reny mengatakan, rumah yang ambruk ini milik Joni yang kini tinggal di Sukabumi, Jawa Barat. Kedua penghuni diminta menempati tanpa ditarik biaya.

Proses evakuasi Nurul yang nyaris tertimpa atap ambruk dilakukan oleh PMK Kota Malang, dibantu relawan dan warga. Evakuasi dilakukan dengan hati-hati.

Kepala UPT PMK Kota Malang Teguh Budi Wibowo menambahkan, saat proses evakuasi, penghuni rumah bernama Nurul yang mengalami gangguan kejiwaan tengah bersandar di dalam ruang kamar.

"Karena sulitnya medan, kami harus berhati-hati untuk mengevakuasi Ibu Nurul. Kalau kita melakukan kesalahan akan fatal bagi korban maupun petugas," kata Teguh terpisah.

Teguh menegaskan, rumah ambruk disebabkan oleh kondisinya yang telah mengalami kelapukan. "Mungkin karena sudah termakan usia. Ada 15 personel yang kita terjunkan untuk membantu proses evakuasi korban," pungkas Teguh.

Baca Juga: Biro Persidangan II Sekjend DPR RI Studi Banding ke Polresta Malang Kota

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU