Serap Aspirasi "Bismillah Melayani", Kasatpol PP Sumenep Diminta Mundur Dari Jabatan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Purwo Edy prasetya kepala Satpol PP Kab. Sumenep (ft. Ainur Rahman/ SP)
Purwo Edy prasetya kepala Satpol PP Kab. Sumenep (ft. Ainur Rahman/ SP)

i

SURABAYA PAGI, Sumenep - Setelah viral di beberapa media sosial (medsos) Kasatpol PP sumenep, Purwo Edy Prasetya mengancam akan membunuh anak buahnya, karena dianggap lalai dalam menjaga anaknya saat jemput pulang dari sekolah. 

Ancaman itu dibenarkan oleh Kasatpol PP Sumenep, karena dirinya panik, saat terdengar anaknya sampai terjatuh dan luka. 

"Ia mas, itu benar suara saya, karena saya panik mas, anak saya sampai terjatuh dan luka, atas kejadian itu saya minta maaf," katanya kepada awak media. 

Meskipun pernyataan maaf itu dilontarkan oleh Kasatpol PP, namun berbagai kecaman terus bermunculan dan meminta pertanggungjawaban Pak Kasatpol sebagai aparatur sipil Negara (ASN)

Beberapa kecaman bermunculan dari grup Whatsapp " Bismillah Melayani" dengan tudingan yang kurang pantas di baca dan tak enak di dengar.

Moh. Hariri menyatakan ada ada yang menyarankan dengan baik bahwa, seharusnya Kasatpol PP itu tidak terlalu arogan seperti itu sebagai pimpinan, “ ungkap Moh. Hariri, Minggu ( 14/11)

Menurutnya, Kasatpol PP  itu sudah melampaui   batas aturan. Jadi gak ada tupoksinya anggota Satpol PP itu harus  menjaga  istri dan anaknya, sebab dalam lembaga strukturalnya satpol. PP itu bukan lembaga militer. Jadi Satpol PP itu hanya tugas perbantuan bila dibutuhkan. Tegasnya 

"Makanya Kasatpol PP itu tidak boleh membawa jabatannya ke hal hal pribadi. Secara politik saya hanya bisa menilai bahwa kejadian yg tidak terpuji itu sangat menurunkan citra Bupati dan Wakil Bupati Kab. Sumenep,” ujarnya.

Makanya, kata dia, Bupati Sumenep harus tegas untuk memberi sanksi kepada Kasatpol PP atas viralnya video yang dinilai tidak memberikan contoh positif bagi aparatur Sipil Negara (ASN). 

Sementara anggota LMR RI Komda Sumenep mengatakan, dalam hal ini, Bupati Achmad Fauzi SH, MH  harus segera ambil sikap untuk mensterilkan Kabupaten sumenep bersih dan peduli. 

"Sikap tegas pak Bupati sangat diharapkan untuk memutasi pejabat yang dinilai telah mencoreng jabatan strukturalnya di lingkungan kepemerintahannya saat ini," tegasnya.

Ketua Indonesia Lanyalla center (ILC) Kabupaten Sumenep, RB. Faisol Sadamih mengatakan, apa yang dikatakan Kasatpol PP Sumenep itu spontan, namun apapun bentuknya ancaman itu tidaklah terhormat. 

"Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki tugas melayani dan melindungi, bukan memberikan ancaman dan menakut-nakuti,” katanya.

Disini sambungnya, Bupati Sumenep sebagai pemangku kebijakan harus dapat memilih ASN yang berpendidikan dan memiliki hati nurani dalam menjalankan pemerintahannya di " Bismillah melayani".

Anggota LMR RI Komda Sumenep, Amirudin juga menyayangkan sikap arogansi kepala satpol PP sumenep, dan memintanya Bupati Sumenep untuk memindahkan jabatan strukturalnya ke Asisten. 

"Memalukan sekali, Tugas pak Bupati sumenep untuk menindaklanjuti viralnya video tersebut, setidaknya jadi asisten saja," ungkapnya .

Sementara Daeng Sulthan Baskoro, Perwakilan dari kepulauan Kangean Sumenep, Meminta Bupati untuk menurunkan jabatannya dari eselon 2B menjadi eselon 3A ke Kecamatan lagi.

"Dia berangkatnya dari kecamatan, kembalikan lagi ke Camat, turunkan satu jabatan karena telah melukai ASNnya, " pungkasnya. (Ar)

Tag :

Berita Terbaru

Atap Bangunan Tua di Kota Madiun Roboh, BPBD Gercep Lakukan Pembersihan

Atap Bangunan Tua di Kota Madiun Roboh, BPBD Gercep Lakukan Pembersihan

Selasa, 03 Mar 2026 11:09 WIB

Selasa, 03 Mar 2026 11:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Akibat usia bangunan yang sudah tua dan lapuk, atap sebuah bangunan rumah milik warga di Kota Madiun, Jawa Timur roboh karena rangka…

Selama Ramadhan 2026, Pemkab Tulungagung Tiadakan Sementara Agenda CFD

Selama Ramadhan 2026, Pemkab Tulungagung Tiadakan Sementara Agenda CFD

Selasa, 03 Mar 2026 11:02 WIB

Selasa, 03 Mar 2026 11:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Selama Bulan Ramadhan 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung,…

Fasilitasi Para Pekerja, Pemkab Pasuruan Buka Posko Pengaduan THR Jelang Hari Raya

Fasilitasi Para Pekerja, Pemkab Pasuruan Buka Posko Pengaduan THR Jelang Hari Raya

Selasa, 03 Mar 2026 10:54 WIB

Selasa, 03 Mar 2026 10:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan memfasilitasi masyarakat kelas pekerja di wilayah setempat memperoleh haknya dengan membuka…

Sempat Terbakar, Pemkab Madiun Tambah Jumlah Kios Pembangunan Pasar Dungus

Sempat Terbakar, Pemkab Madiun Tambah Jumlah Kios Pembangunan Pasar Dungus

Selasa, 03 Mar 2026 10:48 WIB

Selasa, 03 Mar 2026 10:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Setelah sempat terjadi insiden terbakarnya pasar tradisional Dungus di Desa Dungus, Kecamatan Wungu pada tahun 2022, kini Pemerintah…

Dinkes Kota Malang Pastikan 98,8 Persen Sampel Takjil Aman untuk Dikonsumsi

Dinkes Kota Malang Pastikan 98,8 Persen Sampel Takjil Aman untuk Dikonsumsi

Selasa, 03 Mar 2026 10:40 WIB

Selasa, 03 Mar 2026 10:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menindaklanjuti hasil uji laboratorium keamanan takjil berupa makanan dan minuman, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang…

Bupati Pekalongan Mantan Pedangdut, Berharta Rp 86 Miliar di OTT KPK

Bupati Pekalongan Mantan Pedangdut, Berharta Rp 86 Miliar di OTT KPK

Selasa, 03 Mar 2026 10:32 WIB

Selasa, 03 Mar 2026 10:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - KPK menangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, dalam kegiatan operasi tangkap tangan (OTT). KPK mengatakan Fadia ditangkap bersama…