Korban Penipuan Umroh di Mojokerto Capai 232 Orang

author surabayapagi.com

- Pewarta

Minggu, 14 Nov 2021 18:26 WIB

Korban Penipuan Umroh di Mojokerto Capai 232 Orang

i

Emak-emak di Mojokerto melapor ke polisi mengaku tertipu investasi bodong dan umroh murah.

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Kasus penipuan umroh dan investasi bodong di Mojokerto masih diselidiki polisi. Korban dalam kasus tersebut mencapai 232 orang dengan jumlah total kerugian Rp 2,027 miliar.

 

Baca Juga: Tipu Rp 3,6 M, Hendra Sugianto Dituntut 4 Tahun Penjara

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan, otak penipuan ini menggunakan dua cara untuk mencari mangsa. Cara pertama menggunakan perantara yang bertugas merayu para korban.

Seperti yang dilakukan SD (39), warga Kecamatan Puri, Mojokerto sejak 2019. Sejauh ini ia berhasil menggaet 17 korban dengan iming-iming ibadah umroh murah dan keuntungan investasi 14 persen per bulan selama 15 bulan. Kerugian belasan korban mencapai Rp 414 juta.

"Cara kedua, si pengendali mencari investor dan jemaah umroh sendiri dari enam kota di Jatim dan Jabar," kata Andaru kepada wartawan, Sabtu (13/11/2021).

Selain investor yang digaet SD, lanjut Andaru, terdapat 215 korban lain penipuan umroh dan investasi fiktif tersebut. Mereka berasal dari Mojokerto, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, Bangkalan, serta Indramayu-Jabar. Kerugian 215 korban tersebut mencapai Rp 1,613 miliar.

"Kalau total kerugian semua korban Rp 2,027 miliar," terangnya.

Kini polisi memburu otak penipuan massal tersebut. Pelaku diketahui asal Surabaya. Untuk melancarkan aksinya, pelaku mengiming-imingi para korban bisa berangkat umroh dengan biaya Rp 10 juta saja. Akhirnya tak seorang pun yang diberangkatkan umroh.

Selain itu, pelaku juga menjajakan investasi fiktif. Untuk membuat para korban tergiur, pelaku menawarkan keuntungan 14 persen per bulan dari nilai investasi. Keuntungan tersebut dibagikan selama 15 bulan. Lagi-lagi itu hanya janji palsu pelaku.

Baca Juga: Restorative Justice, Janda Muda Penipu Arisan Online di Jombang Bebas

Diberitakan sebelumnya, belasan emak-emak di Mojokerto mengaku tertipu investasi bodong dan umroh murah dengan total kerugian mencapai Rp 414 juta.

Baca Juga: Viral, Dokter Gadungan Bermodal Ijazah Palsu, Tangani Pasien Jalur Tutorial Youtube

Pengacara para korban Sadak menjelaskan pihaknya terpaksa melaporkan pelaku ke Polres Mojokerto karena permintaan mediasi tidak pernah direspons. "Umroh dan investasi itu semuanya bodong," ujar Sadak kepada wartawan, Jumat (12/11/2021).

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU