16 ASN dan 2 TNI di Kabupaten Blitar Tercatat Penerima Bansos

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
16 ASN dan 2 anggota TNI terdaftar sebagai penerima bansos di kabupaten Blitar.
16 ASN dan 2 anggota TNI terdaftar sebagai penerima bansos di kabupaten Blitar.

i

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Aparatur sipil negara (ASN) yang tercatat sebagai penerima bantuan sosial (bansos) kembali ditemukan di Blitar. Kali ini, 16 ASN dan 2 anggota TNI terdaftar sebagai penerima bansos di kabupaten Blitar.

Atas temuan tersebut, Dinsos Pemkab Blitar kini tengah berupaya menghapus data ASN dan TNI penerima bansos tersebut.

Plt Kadinsos Pemkab Blitar Tuti Komaryati mengatakan pihaknya menerima data dari BPK mengenai 200 nama penerima bansos yang terdata berprofesi ASN atau pensiunan ASN. Setelah dilakukan verifikasi, ditemukan 16 ASN sebagai menerima bantuan sosial, baik Program Keluarga Harapan atau PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Dalam data temuan BPK tersebut, 16 ASN penerima bansos dengan rincian sebanyak 7 ASN penerima PKH dan 9 ASN penerima BPNT. Yang 7 ASN penerima PKH tersebut, terdiri 3 guru, staf SKPD, carik, apoteker dan juru taman masing-masing satu orang. Sedangkan 9 ASN penerima BPNT, terdiri 6 guru dan masing-masing seorang juru kunci situs purbakala, tukang kebun dan tukang sapu.

"Tapi yang enam guru penerima BPNT itu, tercatat ada empat guru yang tidak pernah terdistribusi dan bertransaksi. Artinya, empat guru itu terdaftar tapi tidak pernah menerima bansos," papar Tuti, Rabu (1/12/2021).

Tuti mengaku masih menunggu petunjuk dari kemensos untuk penanganan temuan ini. Menurutnya, mereka selama ini dimasukkan dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) karena kondisi perekonomiannya memang sulit.

"Mungkin mereka dimasukkan DTKS karena kondisi ekonominya memang sulit. Kebanyakan ASN golongan satu. Kalau disuruh mengembalikan kok gak tega ya. Kami konsultasikan dengan kemensos dulu bagaimana kelanjutannya. Yang jelas, mereka secepatnya kami hapus dari DTKS," tandasnya.

Tuti juga mengaku belum secara detail mengecek berapa lama mereka menerima bantuan itu. Yang jelas, kedua bansos itu sudah ada sebelum pandemi. Tak hanya ASN dan TNI, namun dalam temuan BPK juga terdata 4 pamong desa dan 8 pegawai BUMN sebagai penerima bansos.

Dengan rincian, empat perangkat desa itu terdiri dari satu kepala urusan dan tiga kepala dusun. Sementara 8 pegawai BUMN, terdiri dari 4 karyawan, 2 pelaksana dan 2 mandor.

"Dengan adanya temuan ini, saya minta staf saya melakukan verifikasi dan validasi penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) selama pandemi. Karena baik ASN ataupun TNI, dilarang menerima apapun bentuk bantuan sosial yang bersumber dari uang negara," pungkasnya. 

Diketahui sebelumnya, 9 ASN di Kota Blitar tercatat dalam daftar penerima bantuan sosial (bansos).

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…