Banyuwangi Kembali Raih JDIHN Terbaik Nasional

author surabayapagi.com

- Pewarta

Jumat, 03 Des 2021 16:36 WIB

Banyuwangi Kembali Raih JDIHN Terbaik Nasional

i

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyerahkan penghargaan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi Mujiono di Jakarta.

SURABAYAPAGI.COM, Banyuwangi - Kabupaten Banyuwangi kembali dinobatkan sebagai Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional (JDIHN) terbaik nasional. Hal tersebut dibuktikan dengan penghargaan JDIHN dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) kepada Pemkab Banyuwangi.

"Kami bersyukur, Banyuwangi bisa mempertahankan predikat sebagai JDIHN Terbaik Nasional. Prestasi ini tentu menjadi penyemangat kami untuk terus berinovasi, khususnya dalam layanan informasi hukum. Semoga ke depan inovasi dan kreativitas terus tumbuh agar Banyuwangi semakin baik lagi," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Jumat (3/12/2021).

Pada tahun ini, Banyuwangi meraih peringkat pertama anggota JDIHN terbaik se-Indonesia untuk tingkat kabupaten. Dengan demikian, dua tahun berturut-turut Banyuwangi meraih JDIHN Terbaik, setelah pada 2020 berhasil meraih prestasi serupa.

Baca Juga: Pj Gubernur Adhy Terima Penghargaan Kepala Daerah Pendukung Pengelolaan Zakat Terbaik Nasional

Penghargaan JDIH adalah penghargaan kepada daerah yang dianggap mampu memberikan informasi produk hukum yang dikeluarkan daerah kepada publik secara online. Sehingga masyarakat bisa dengan mudah bisa mengakses informasi tersebut.

Penghargaan kali ini diserahkan langsung Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi Mujiono di Jakarta, Kamis (2/12/2021).

Mujiono mengatakan, penghargaan ini berhasil diraih lantaran beragam inovasi yang diluncurkan JDIH Banyuwangi. Misalnya, Banyuwangi memiliki perpustakaan hukum digital yang memudahkan masyarakat mengakses informasi produk hukum, membuat pojok JDIH hingga di desa-desa, hingga berkolaborasi bersama sejumlah intansi terkait. Di antaranya, Pengadilan Negeri, Polresta Banyuwangi, dan sejumlah perguruan tinggi.

"Banyak proses dalam penyelenggaraan JDIH ini dinilai inovatif oleh tim penilai, belum dilakukan oleh daerah lain. Misalnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam layanan informasi produk hukum," kata Mujiono.

Mujiono menegaskan, ke depan Banyuwangi akan terus mendorong inovasi terkait layanan informasi produk hukum ini. "Karena data JDIH yang terintegrasi dalam portal akan menjadi khazanah digital dokumen hukum Indonesia dan menjadi salah satu sarana yang efektif dalam mewujudkan masyarakat cerdas hukum di tanah air," pungkasnya.

Baca Juga: Kuliner Bebek Peking, Primadona Khas Beijing di Festival Pecinan Banyuwangi

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU