Siswi SMA Negeri 1 Srengat Gantung Diri di Depan Kelas

author surabayapagi.com

- Pewarta

Senin, 20 Des 2021 16:33 WIB

Siswi SMA Negeri 1 Srengat Gantung Diri di Depan Kelas

i

Petugas mengevakuasi jasad korban yang bunuh diri dengan cara gantung diri. SP/Hadi Lestariono

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - SMA Negeri 1 Srengat Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar digemparkan adanya salah satu siswinya meninggal dunia dengan cara gantung diri di depan kelasnya tepatnya pada gantungan pada papan nama kelas. 

Kejadian yang terjadi pada Senin (20/12) siang  pukul 11.50 WIB itu membuat seluruh siswa siswi yang sedang ikuti kegiatan Maulid Nabi kalang kabut, termasuk para guru gurunya, dengan cepat peristiwa tersebut dilaporkan ke Polsek Srengat.  

Baca Juga: Kecelakaan Beruntun di Blitar: 1 Bus, 2 Sepeda Motor dan 1 Mobil Pikap Ringsek Parah

Menurut Kapolsek Srengat AKP MS Yusuf SH pihaknya menerima laporan sekitar pukul 12.05, dan langsung melakukan olah TKP, untuk kejadiannya menurut AKP Yusuf diketahui sekitar pukul 11.50.

"Kita datang ke TKP kondisi korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan cara gantung diri dengan dasi yang dipakai yang melilit di lehernya dengan posisi dasi dikaitkan dengan papan tulisan nama kelas yang berada di depan kelas X- MIPA," jelas AKP Yusuf pada wartawan.

Sementara korban adalah Fel (16) warga Desa Selokajang RT 04/RW 03 Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar merupakan siswi kelas X jurusan MIPA.

Peristiwa yang membuat teman teman korban menangis,  seperti yang disampaikan oleh pihak SMA Negeri Srengat ke Polsek Srengat, ketika itu pada hari Senin, (20/12) sekolah (SMA Negeri Srengat)  sedang melaksanakan kegiatan acara Maulid Nabi, sedang pihak sekolah membatasi peserta dengan setiap kelas hanya diperbolehkan mengikuti 10 siswa/siswi, karena situasi pandemi dan patuhi Prokes, sedang siswa /siswi lainya untuk belajar di rumah.

Baca Juga: Dua Penambang Pasir Liar di Blitar Meninggal Tertimbun Longsor

"Benar pagi ini kita menggelar peringatan Maulid Nabi, karena situasi kegiatan kita lakukan Prokes dengan pembatasan peserta dimana setiap kelas yang ikut hanya 10 siswa/siswi, sedang dengan kejadian tadi kita tidak menduga, karena siswi tersebut non Muslim, kita nggak tau kalau dia ikut ke sekolah, yaa bener bener sedih atas kejadian ini," kata Sumino (56) selaku Kepala SMA Negeri Srengat pada Wartawan.

Kejadian yang terjadi sekitar diketahui jam 11.30, awal mula diketahui oleh teman temanya yang hendak melaksanakan Sholat Dhuhur berjamaah di ruang atas, saat menaiki tangga dekat ruang kelas X-MIPA-4 itulah teman temanya  melihat korban sudah dalam posisi menggantung di atas gantungan papan nama kelas menghadap ke Selatan dengan menggunakan dasi warna abu-abu, atas kejadian tersebut saksi langsung teriak minta tolong dan kemudian datang para guru dan murid untuk memastikan kondisi korban yang diketahui ternyata sudah tidak bernafas/meninggal dunia. 

Baca Juga: 81 Petugas Pemilu 2024 di Kabupaten Blitar Jatuh Sakit Pasca Jalankan Tugasnya

Spontan pihak sekolah memulangkan para siswa siswinya.

Masih menurut Sumino, keseharian korban biasa ceria dan senda gurau bersama teman temanya seperti biasanya, untuk kemungkinan ada persoalan baik di sekolah maupun di rumah bahkan dengan teman temanya pihak sekolah tidak pernah ada masalah.

"Untuk persoalan di luar di sekolah kami pihak sekolah kurang mengerti yaa, ini setelah proses pihak kepolisian, kami mengantarkan dan menyerahkan kepada keluarga," ujar Sumino. Les

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU