Di Sumenep, Pengusaha Lokal Bantu Pendapatan PAD Kabupaten

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
H. Ramli pengusaha Rokok Alami tinggal di Kota Sumenep. (SP/ Ainur Rahman)
H. Ramli pengusaha Rokok Alami tinggal di Kota Sumenep. (SP/ Ainur Rahman)

i

SURABAYA PAGI, Sumenep - Sukses menjadi pengusaha lokal di Kabupaten Sumenep, H. Ramli memilih untuk membantu pemerintah setempat melalui perusahaannya.

Perusahaan rokok alami yang tersebar di Madura dengan produk lokal itu tumbuh sebagai rokok yang banyak disukai masyarakat, selain harganya murah dan terjangkau.

H Ramli sudah dikenal publik sebagai pengusaha rokok alami ternyata memiliki kepribadian yang baik dan peduli, hal ini terlihat dari cara memperlakukan orang lain dan karyawannya.

Kepada Surabaya Pagi, H. Ramli mengatakan jika rokok yang diproduksinya itu legalitasnya jelas dan bercukai, sambil memperlihatkan hasil produksinya kepada reporter surabaya pagi kemarin.

Menurutnya sebagai pengusaha  harus bersinergi dengan pemerintah sebagai pemasok Pendapatan asli daerah (PAD) dari sebuah perusahaannya.

"Saya berusaha dengan cara yang halal, berintegrasi dengan pemerintah sebagai pendapatan yang saling menguntungkan,’’ujarnya.

Maka sambungnya, rokok itu terproduksi dengan cara yang legalitasnya jelas, jangan sampai illegal dan bebas di pasaran, jadilah mitra pemerintah demi kelancaran infrastruktur pembangunan desa dan kotanya.

Hal yang terpenting juga dilakukan sebagai pengusaha, adalah memperhatikan sarana dan prasarana seperti rumah ibadah Musholla dan Masjid, termasuk memberikan santunan kepada anak yatim .

" Alhamdulillah, saya kenal betul pak Bupati Sumenep, Achmad Fauzi SH. MH, dan saya pendukung yang tidak punya pengharapan apapun dari beliau, karena saya sudah memiliki perusahaan rokok," jelasnya.

Kedekatannya dengan beliau, katanya, sebagai media yang saling mendukung kinerja membangun Kabupaten Sumenep di dalam mensejahterakan perekonomian masyarakat di Kabupaten Sumenep.

" Dengan perusahaan rokok, saya sudah membantu memperkecil pengangguran, dan dengan legalitas yang jelas, sudah bisa membantu pendapatan daerah," ungkapnya.

Jadi, kata dia, hidup itu harus bisa berperan aktif dalam kegiatan sosial yang bermanfaat untuk orang banyak, jangan sampai menjadi musuh masyarakat yang dibenci.

“Mohon doanya, agar usaha rokok saya, dan perusahaan rokok lainnya juga menjadi pemerhati pemerintah kedepannya, agar tak ada lagi rokok yang legalitasnya tak jelas beredar di pasaran bebas," jelasnya.

‘’Ayo dukung pemerintah melalui masyarakat yang produktif dan inovatif dalam kemajuan pembangunan kabupaten,’’pungkasnya.(Ar)

Berita Terbaru

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…