Warga Kabupaten Malang Ditemukan Tewas di Waduk Bendungan Lahor Kabupaten Blitar

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas saat mengevakuasi jasad korban. SP/Hadi Lestariono
Petugas saat mengevakuasi jasad korban. SP/Hadi Lestariono

i

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Para pemancing di waduk bendungan Lahor di Kecamatan Selorejo Kabupaten Blita (Rabu 12/1) pagi dikejutkan temuan sosok laki laki yang mengapung di bendungan sungai Lahor tepatnya di desa Ngreco Kec Selorejo Kab Blitar. Saat ditemukan jasad laki laki yang kenakan kaos biru itu tidak ditemukan identitas, oleh warga sekitar dilaporkan ke Polsek Selorejo.

Menurut Kapolsek Selorejo AKP Edi Sumartono SH melalui selulernya membenarkan temuan mayat laki laki tanpa identitas di bendungan perbatasan Kab Malang dan Kab Blitar.

"Untuk identitas saat ditemukan tidak ada identitasnya, sementara meninggalnya korban tidak ada saksi saksi  dan kondisi mayat utuh dan tidak berbau, dugaan meninggalnya belum 24 Jam," ungkap AKP Edi Sumartono atss ijin Kapolres Blitar AKBP Adhitya Panji Anom S.IK.

Peristiwa itu bermula saat saksi saksi di TKP termasuk Kepala Desa Ngreco Yas Singih Untoro  menerangkan kepada Petugas Polsek Selorejo dan Team Identifikasi Reskrim Polres Blitar yang dipimpin Kapolsek AKP Edi Sumartono menjelaskan di TKP korban diketahui sudah dalam posisi terapung tanpa identitas, dan tidak ada yang mengetahui sebab akibat korban meninggal di aliran Bendungan Lahor. Setelah dievakuasi ke tepi oleh petugas, dan dilakukan sidik jari, termasuk menyebarkan foto korban melalui medsos dan media elektro Polres Blitar.

"Dengan cepat kita sebar foto korban di media sosial, guna mengungkap jasad korban, dan alhamdulillah beberapa saat ada pihak keluarga korban menghubungi kami, ternyata korban adalah warga Kabupaten Malang," Kata AKP Sumartono.

Akhirnya korban diketahui bernama Jasmari (58) warga Dusun Rekesan Desa Sumberdem Kec Wonosari Kab Malang, setelah pihak keluarganya menghubungi Polsek Selorejo atas temuan jasad korban.

Seperti yang disampaikan oleh Sugiarti (29) anak ke 3 korban, membenarkan bahwa korban adalah ayahnya, dan kepergiannya dari rumah  sampai ke TKP pihak keluarga juga tidak mengetahui.

Dengan kejadian tersebut pihak keluarga tidak menginginkan untuk Autopsi sedang analisa polisi  dari hasil olah TKP korban diperkirakan meninggal dunia 1x24, kondisi jenazah belum bau, hidung mengeluarkan cairan, juga tidak ditemukan luka akibat benda tumpul atau penganiayaan, dan tidak ada saksi yg mengetahui saat kejadian

Setelah dilakukan visum di RSUD Ngudi waluyo Kec Wlingi, korban diserahkan kepada pihak keluarga disertai surat pernyataan.

"Menurut keluarga korban diperkirakan korban meninggal dunia karena faktor stres memikirkan istri maupun orang tuanya yang sakit," pungkas AKP Sumartono. Les

 

 

Berita Terbaru

Tiga komplotan Curas di bekuk Satreskrim Polres Blitar Kota dalam waktu singkat

Tiga komplotan Curas di bekuk Satreskrim Polres Blitar Kota dalam waktu singkat

Jumat, 26 Jun 2026 09:19 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 09:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Satreskrim Polres Blitar Kota dalam waktu singkat berhasil ungkap dan tangkap komplotan pelaku Curas,setelah pihak korban dari A…

Jumat Berkah, Antusiasme Warga Ingin Mengusap Kepala Anak Yatim

Jumat Berkah, Antusiasme Warga Ingin Mengusap Kepala Anak Yatim

Jumat, 26 Jun 2026 06:43 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 06:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya, – ADA kebiasaan unik setiap tanggal 10 Muharam yaitu muliakan Anak Yatim. Banyak umat muslim rutin menggelar acara santunan komunal …

Komnas HAM: Penganiaya YTR Sangat Keji

Komnas HAM: Penganiaya YTR Sangat Keji

Kamis, 25 Jun 2026 20:57 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Komnas HAM Anis Hidayah turut buka suara terkait kasus Taufik Hidayat (30) diduga menganiaya dan menyekap wanita inisial YTR…

Taufik Akui Siksa YTR Selama 1,5 Tahun

Taufik Akui Siksa YTR Selama 1,5 Tahun

Kamis, 25 Jun 2026 20:47 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menurut polisi, Taufik mengaku menyiksa YTR selama 1,5 tahun. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Polisi Hendra Rochmawan,…

Jadikan PDIP Sebagai Oposisi

Jadikan PDIP Sebagai Oposisi

Kamis, 25 Jun 2026 20:29 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:29 WIB

by Adi Prayitno Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya menilai alasan pertama berkaitan dengan PDIP kalah di…

Minta Kekasihnya Dihukum Berat

Minta Kekasihnya Dihukum Berat

Kamis, 25 Jun 2026 20:25 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Akhirnya, YTR (29) korban penganiayaan dan penyekapan Taufik Hidayat selama 3 tahun, buka suara. YTR (Yuvita Tri Rezeki),…