Narapidana di Lapas II B Lamongan Didominasi Pelaku Narkoba

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Plt. Kalapas, Mahrus saat memperkenalkan diri dan menjelaskan program Lapas ke awal media. SP/MUHAJIRIN KASRUN
Plt. Kalapas, Mahrus saat memperkenalkan diri dan menjelaskan program Lapas ke awal media. SP/MUHAJIRIN KASRUN

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Kasus peredaran narkoba di Lamongan semakin menjamur. Hal itu dibuktikan dengan jumlah narapidana kasus narkoba yang kini menghuni di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II B,  mencapai 80 persen dari jumlah narapidana. 

Jumlah narapidana baik yang masih proses persidangan, atau yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap tersebut, seperti disampaikan oleh Plt Kalapas Mahrus, saat ini berjumlah 514 tahanan, dari 205 kapasitas yang sebenarnya.

"Untuk jumlah tahanan di Lapas Lamongan memang sudah overload, kapasitas sebenarnya hanya 205 orang. Tapi sekarang dihuni sebanyak 514 narapidana," kata Mahrus dalam acara Silaturahmi dan Ngopi Bareng bersama Media Se- Kabupaten Lamongan, Selasa (18/1/2022) di Aula Lapas setempat.

Disebutkan olehnya, jumlah tahanan sebanyak 514 tersebut, atau sekitar 60 hingga 80 persennya adalah narapidana kasus narkoba, sisanya berbagai kasus kejahatan lainnya. "Iya tahanan di Lapas terbanyak dari kasus narkoba," jelasnya.

Meski tahanan didominasi  oleh kasus narkoba, dan kesediaan kamar juga terbatas karena overload, pihak Lapas tetap berusaha sekuat tenaga untuk memberikan pelayanan dan kenyamanan bagi narapidana. "Kami tetap berusaha memberikan pelayanan dan kenyamanan kepada narapidana dengan melakukan pembinaan," kata Mahrus.

 

Pelayanan Lapas adalah salah satunya memberikan kebijakan dengan memakai sistem bertahap kepada narapidana dalam menjalani hukumannya selama di rumah tahanan, yaitu dengan memberikan asimilasi kepada narapidana yang berperilaku baik selama menjalani proses hukuman di Lapas. "Asimilasi adalah proses pembinaan narapidana yang dilaksanakan dengan membaurkan narapidana di dalam kehidupan masyarakat," ungkapnya.

Dengan kapasitas yang saat ini overload itu lanjut Mahrus ada kebijakan Standart Pendekatan Perlakuan (SPP) diterapkan, dan terus disosialisasi kepada warga binaan dan kepada pihak keluarga.  "Standart Pendekatan Perlakuan (SPP) kami lakukan dengan latar belakang narapidana yang berbeda-beda. Kalau ada warga binaan yang memiliki kesadaran untuk berubah mendapatkan perlakuan bertahap hingga Asimilasi atau pembauran ke masyarakat," jelasnya.

Karena itu, Mahrus sangat berharap adanya sinergitas antara masyarakat dengan Lapas, agar tujuan Lapas membina narapidana agar bisa kembali ke tengah-tengah masyarakat bisa diterima dengan baik. "Perlakuan terhadap warga binaan Lapas hingga sampai asimilasi ini perlu adanya sinergitas antara kami dan stakeholder yang ada di masyarakat, sehingga beberapa tahapan terhadap warga binaan ini dapat berjalan dengan baik dan menghapus stigma buruk di masyarakat," jelasnya. 

 

Ditambahkan Mahrus jika tanggung jawab Lapas bukan hanya menjaga tahanan saja, namun memberikan edukasi dan keterampilan lainya."Tentu outputnya adalah warga binaan kembali ke masyarakat dengan kesadaran berubah berperilaku baik, tidak mengulangi tindakan kriminal lagi. Syukur - syukur mampu memberikan kemanfaatan di masyarakat," pungkasnya. jir

Berita Terbaru

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri memastikan keamanan jajanan takjil yang dijajakan selama bulan Ramadan melalui inspeksi mendadak (sidak) di…

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I bagi lansia…

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin apel pagi bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota…

Kita Seperti Dijajah AS

Kita Seperti Dijajah AS

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

MUI Minta Kaji Ulang Perjanjian Dagang AS-Indonesia yang Salah Satu Kesepakatannya Menyebut Produk asal AS yang Masuk ke Indonesia tidak Memerlukan Sertifikasi…

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP Mohammad Lukmanul Hakim mengatakan pihak LPDP bakal meminta keterangan AP hari ini. "Dalam…

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Golkar meminta syarat penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dievaluasi karena selama ini hanya bisa dipenuhi…